Investasi Di Tengah Pasar Keuangan Yang Berevolusi

Jika Anda berada di dekat industri finansial dalam beberapa bulan terakhir, Anda mungkin pernah mendengar hiruk-pikuk tentang The Fed dan rencananya untuk melakukan pengetatan. Tapi sebenarnya apa sih pengetatan atau tightening itu, apa itu The Fed, apa yang ingin mereka lakulan, dan bagaimana hal ini berdampak bagi investor?

 

Apa itu pengetatan atau tightening?

Pengetatan kuantitatif adalah cara yang digunakan bank sentral untuk mengatur kebijkan moneter. Untuk memahami pengetatan kuantitatif, kita harus kembali melihat ke awal pandemi COVID-19. Selama puncak pandemi pada awal 2020, bank sentral Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai the Federal Reserve atau “The Fed,” menerapkan pelonggaran kuantitatif. Pelonggaran kuantitatif adalah kebalikan dari pengetatan kuantitatif dan digunakan oleh bank sentral untuk mendorong keberlanjutan ekonomi dan menghindari terjadi nya resesi. Dengan cara mengunakan stimulus pemerintah, The Fed menciptakan likuiditas yang cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi agar menghindari terjadinya resesi parah akibat pandemi global.

 

Namun sekarang ketika inflasi naik ke rekor tertinggi, ini menandakan bahwa ekonomi sudah terstimulasi terlalu jauh. Alhasil The Fed harus mengambil langkah untuk menahan kenaikan ini dengan menerapkan tapering, atau pengurangan bertahap stimulus pemerintah. Setelah tapering diterapkan, The Fed akan mulai menaikkan suku bunga dan ini akan mengakibatkan beberapa hal.

 

Apa dampak pengetatan terhadap dunia keuangan?

Penurunan harga dan imbal hasil obligasi

Dengan suku bunga yang meningkat, investor akan melihat tingkat imbal hasil obligasi kurang menarik. Penurunan permintaan yang signifikan akan menyebabkan harga obligasi berpeluang turun, sehingga mengurangi potensi keuntungan dari kapital gain.

 

Kenaikan bunga pinjaman

Kenaikan suku bunga membuat bunga pinjaman juga meningkat. Hal ini menyebabkan sumber modal  murah semakin sulit bagi perusahaan yang sedang berkembang dan individu.

 

Evolusi di pasar saham

Berkaitan kembali dengan kenaikan suku bunga, ketika memperoleh sumber modal menjadi lebih sulit, perusahaan-perusahaan yang tadinya mengalami pertumbuhan pesat karena di banjiri modal akan menghadapi kesulitan karena dana yang semakin berkurang. Karena hal ini, pasar saham juga akan mengalami pergeseran yang signifikan terkait dengan perusahaan-perusahaan apa saja yang menerima penyuntikan modal.

 

Bagaimana investor harus menanggapi pengetatan dan dampaknya?

Jadi sekarang setelah kita tau apa sebenarnya pengetatan itu, apa yang harus kita lakukan sebagai investor? Bagaimana caranya menjaga portofolio dari efek samping buruk pengetatan? Bagaimana kita menanggapi perubahan lingkungan ekonomi di tengah perubahan kebijakan moneter ini?

 

Cash untuk likuiditas

Dalam ketidakpastian, cash diperlukan untuk menjaga likuiditas dan stabilitas para investor. Di saat pasar saham melewati fase yang lebih fluktuatif, cash dapat menjaga stabilitas portofolio investor dengan memberi keleluasaan untuk merespon pergerakan pasar secara cepat dan gesit. Investor bisa mengalokasikan dana ke reksadana pasar uang yang dapat memberikan keuntungan yang lebih menarik daripada tabungan atau deposito di saat juga menjaga risiko di level relatif rendah.

 

Kembalinya Saham Blue Chip

Selama masa suku bunga rendah atau pun negatif, perusahaan bertumbuh, terutama di sektor teknologi dan new economy, menikmati modal yang berkelimpahan karena para investor sedang mencari imbal hasil yang lebih baik. Namun, dengan kenaikan suku bunga, pasar kembali mendukung perusahaan blue chip karena investor akan mulai beralih dari perusahan bertumbuh kembali ke perusahaan yang lebih mapan dengan aset yang terjamin dan aliran modal yang sehat. Ketika valuasi perusahaan teknologi dan new economy sekarang menjadi lebih mahal sebagai akibat dari penyutikan modal yang terjadi di saat masa suku bunga rendah, investor akan mulai menganggap saham-saham ini sudah kurang menarik atau overvalued. Di sisi lain, saham-saham blue chip lah  yang akan mulai menarik perhatian investor. Sekarang saham-saham ini yang sebenarnya akan di lirik investor karena harga pasar nya sedang berada di bawah nilai sebenarnya. Berinvestasi pada reksadana bluechip atau pun reksadana indeks dapat membantu investor pemula mendifersifikasi aset sambil tetap fokus pada saham kapitalisasi besar.

 

Jangan membeli karena turun

Seperti yang disebutkan sebelumnya, saat the Fed menerapkan pengetatan kuantitatif, modal akan mengalir keluar dari sektor teknologi dan new economy mengakibatkan koreksi moderat hingga signifikan di industri-industri ini. Meskipun penurunan valuasi ini terilhat sebagai tanda kepada investor untuk membeli, ada baiknya untuk menganalisa potensi pertumbuhan perusahaan nya terlebih dahulu. Kecenderungan untuk membeli sesuatu yang sedang “diskon” juga harus didampingi dengan analisa fundamental perusahaan untuk memastikan perusahaan tersebut dapat bertumbuh.

 

Ketika siklus ekonomi terus berubah, kita sebagai investor dapat mempersiapkan diri dengan memperhatikan apa yang sedang terjadi di pasar dan bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi lingkungan finansial. Meskipun rencana pengetatan the Fed tampak mengguncang dunia keuangan, tidak perlu kuatir. Kita dapat menerapkan strategi berinvestasi yang fleksibel dan gesit sehingga dapat mempunyai manajemen portofolio yang baik.

Share: