Virus Corona (COVID-19) dinyatakan sebagai Pandemi oleh WHO

Hi Moduers!

Tahukah kamu bahwa COVID-19 yang penyebarannya telah mencapai lebih dari 110 negara dengan korban lebih dari 4.300 orang (per 11 Maret 2020) telah dinyatakan sebagai pandemik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Apakah pandemi itu?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pandemi diartikan sebagai wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas. Terdapat 3 kriteria umum pandemi yang dilansir CNN Indonesia yakni virus yang dapat menyebabkan penyakit atau kematian, penularan virus orang-ke-orang yang berkelanjutan, dan bukti penyebaran ke seluruh dunia.

 

Efek COVID-19 ke pasar saham Indonesia

COVID-19 telah menyebar ke lebih dari 110 negara di dunia, termasuk Indonesia. Meskipun jumlah orang yang positif terinfeksi COVID-19 di Indonesia tidak sebanyak negara lain, yakni 34 terinfeksi dan 1 korban meninggal dunia (per 11 Maret 2020). Menariknya adalah korban COVID-19 di Indonesia tidak sebanyak korban wabah demam berdarah dengan kasus penularan sebanyak 17.820 dan 104 korban meninggal dunia.

Namun, seperti yang terjadi di bursa global, bursa Indonesia juga terkena dampak negatif dari penyebaran COVID-19 ini. Ketakutan pasar atas perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh COVID-19 telah membuat IHSG turun sebesar -22,28% sepanjang tahun 2020 (per 12 Maret 2020)!

Lalu, dengan kondisi pasar seperti ini mungkin Moduers bertanya-tanya apakah saat ini merupakan saat yang tepat untuk memulai atau menambah porsi portofolio investasi? Kapan merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi? Apakah terdapat instrumen investasi yang masih mencatatkan kinerja positif di kondisi sekarang?

 

Jawaban untuk pertanyaan Moduers di atas adalah: Pastinya! Karena setiap saat adalah saat yang tepat untuk berinvestasi dan sebetulnya hingga saat ini masih ada kelas aset yang memberikan imbal hasil positif.

 

Meskipun IHSG telah turun tajam -22,28% sepanjang tahun 2020, indeks obligasi yaitu BINDO masih mencatatkan kinerja positif yakni sebesar 2,19% (per 11 Maret 2020). Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Moduit, dalam kurun waktu 5 tahun ke belakang, BINDO mencatatkan performa positif sebesar kurang lebih 8,94% per tahun.

Nah, kira-kira dengan imbal hasil tersebut, berapakah total hasil investasi yang akan Moduers dapatkan di akhir periode investasi? Sebagai contoh, apabila Moduers berinvestasi sebesar Rp 10.000.000 selama 5 tahun dengan imbal hasil 8,94% per tahun, total hasil investasi Moduers di akhir tahun ke 5 adalah sebesar Rp 15.343.939. Total hasil investasi Moduers dapat menjadi lebih tinggi apabila investasi awal Moduers lebih tinggi! Mau tahu berapa total hasil investasi Moduers dengan skenario di atas? Yuk cek perhitungannya di kalkulator yang disediakan di fitur Moduit Navigator di aplikasi Moduit!

 

Jadi sudah nggak ragu dan takut lagi untuk berinvestasi kan? Ayo investasi sekarang!

 

Catatan: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

 

#SalamModuit

Share: