The New Normal: Ketika Instagram Menjadi Lapak Berjualan

Hi Moduers,

 

 

Judulnya kekinian banget ya. Pastinya kamu punya media sosial seperti Instagram apalagi di zaman sekarang dengan teknologi canggih dan paket data dengan harga yang terjangkau. Jadi, judul artikel ini pasti relatable sekali ya. Kamu pasti menyadari belakangan ini di saat kamu membuka Instagram kamu, feed yang biasanya berisi foto jalan-jalan atau foto kegiatan diluar rumah, sekarang berubah menjadi keluarga atau sahabat yang menjalankan hobi atau aktivitas baru dirumah, seperti memasak atau baking dan menjadi chef dirumahnya sendiri hingga mulai berjualan makanan. Selain itu, Instagram Stories yang sebelumnya berisi aktivitas live keluarga dan sahabat kamu diluar rumah, sekarang berubah menjadi Instagram Live yang memberikan informasi-informasi yang menarik mengenai banyak lain: investasi hingga hanya mengobrol santai mengenai hal apa saja untuk mengisi waktu luang. Ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari selama periode social distancing yang telah berjalan 2 bulan ini. It has become the new normal, Moduers!

 

 

Namun, yang menarik dari fenomena ini adalah ternyata sudah banyak orang yang berhasil melihat situasi saat ini dan memanfaatkannya sebagai peluang dibandingkan hal yang negatif. Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas bahwa krisis tidak harus selalu dipandang sebagai suatu bahaya, melainkan kita bisa melihat sisi positif dari krisis ini dan memanfaatkannya sebagai peluang dan bahkan bisa menjadi kaya dari suatu krisis. Teman-teman Instagram kita pasti telah melewati 3 fase yaitu: Menerima Keadaan (Accept), Melakukan Adaptasi (Adapt) dan Melakukan Penyesuaian (Adjust) sehingga bisa menjalankan yang kita sebut dengan The New Normal. Jadi, apakah kamu sudah menentukan pilihanmu? Apakah kamu mau melihat situasi ini sebagai peluang atau rebahan saja dan berdiam diri menunggu krisis ini selesai, baru bertindak di krisis selanjutnya?

 

 

Kondisi krisis seperti saat ini ternyata telah melahirkan banyak kreativitas baru. Dari yang sebelumnya hanya berjualan makanan normal di restoran, sekarang bisa berinovasi menjual nasi kotak, makanan beku, hingga membuka gerai online dimana pelanggan dapat memesan makanan mereka dengan sistem PO hari sebelumnya. Ada pula dari yang sebelumnya hanya memasak ala-ala, sekarang malah bisa langsung mulai berjualan. Ditambah lagi dengan adanya akses ke lapak online dan kemudahan berkomunikasi menggunakan teknologi canggih seperti melalui WhatsApp yang menjadikan broadcast message mudah dan murah. Penyebaran informasi dan promosi pun bisa dilakukan dengan lebih cepat, mudah dan murah. Tapi tentu sebelumnya kita harus sudah memperkaya diri sendiri dengan belajar dan melakukan Trial and Error agar bisa membuat masakan yang sempurna. Dalam proses pembelajaran tersebut, kita pun menjadi kaya akan pengetahuan dan keterampilan dalam memasak sehingga berujung ke kaya secara finansial juga dengan hasil dari bisnis berjualan makanan itu sendiri.

 

 

Pastinya memasak bukan keahlian atau hobi dari setiap orang. Maka dari itu, mungkin pertanyaan ini bisa kamu tanyakan ke diri kamu sendiri. Apakah kamu suka memberikan layanan finansial kepada orang lain? Atau mungkin kamu sering memberikan atau diminta untuk memberikan nasihat mengenai keuangan untuk sahabat kamu? Apakah kamu tahu hobi dan kemampuanmu ini dapat menghasilkan duit dari rumah? Benar sekali, bagi Moduers yang tertarik untuk memberikan layanan finansial kepada orang lain, terdapat suatu peluang berkarir untuk menjadi seorang Penasihat Keuangan Independen sebagai Moduit Advisor.

 

 

Penasaran? Apa itu Moduit Advisor? Apa sih keuntungannya menjadi Moduit Advisor? Nantikan pembahasan lebih lanjut mengenai hal ini di artikel berikutnya! Kalau mau ngintip-ngintip dulu, informasinya bisa didapat disini. Kamu juga dapat belajar untuk meningkatkan pengetahuan tentang investasi khususnya Reksa Dana melalui link ini:

 

 

Pusat Pengetahuan Moduit

 

YouTube

 

 

 

#SalamModuit

 

Share: