Cara Pintar Memulai Investasi

Hi, Moduers!

Akhir-akhir ini, ada banyak pertanyaan yang masuk ke Moduit tentang bagaimana caranya mulai berinvestasi, yang artinya sangat bagus karena sudah semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya investasi.

Tapi, sebelum mulai berinvestasi, ada baiknya kamu memastikan bahwa kondisi keuangan kamu aman terlebih dahulu dengan cara:

  1. Pastikan Pemasukan Lebih Besar dari Pengeluaran
    Salah satu indikator kondisi keuangan yang sehat adalah cashflow yang positif (pemasukan lebih besar dari pengeluaran). Karena dengan cashflow yang positif, kita dapat terhindar dari utang dan mulai menyisihkan uang untuk tabungan, dana darurat, dan investasi.
  2. Lunasi Utang Konsumtif
    Utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk keperluan konsumsi dan tidak menghasilkan pendapatan atau aset. Contohnya jika seseorang membeli pakaian untuk digunakan sendiri menggunakan kartu kredit, maka itu termasuk ke dalam utang konsumtif. Berbeda halnya jika kartu kredit tersebut digunakan untuk membeli lebih banyak pakaian yang akan dijual kembali dan menghasilkan keuntungan (utang produktif). Idealnya, rasio total utang produktif dan konsumtif yang sehat tidak lebih dari 30% dari pendapatan bulanan kamu.

    Jika kamu memiliki jumlah utang konsumtif yang banyak dan bingung harus mulai menyelesaikannya dari mana, kamu bisa coba dengan dua metode ini:

    1. Debt Snowball, yaitu melunasi utang dari pokok utang terkecil.
      Contoh daftar utang yang dimiliki:

      Pokok UtangBunga
      Rp1.000.00015%
      Rp2.000.00025%
      Rp3.000.00010%
    2. Debt Avalanche, yaitu melunasi utang dari bunga terbesar.
      Contoh daftar utang yang dimiliki:

      Pokok UtangBunga
      Rp1.000.00015%
      Rp2.000.00025%
      Rp3.000.00010%

      Keduanya sama-sama bisa dipraktikkan dan tidak ada benar atau salah.

  1. Mulai Siapkan Dana Darurat
    Cashflow sudah aman, utang konsumtif sudah beres, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan dana darurat. Untuk sebagian orang, menyiapkan dana darurat ini dianggap kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil yang tinggi seperti berinvestasi di instrumen keuangan yang berisiko tinggi. Padahal, dengan adanya dana darurat kamu bisa mengantisipasi hal-hal buruk yang tidak terduga seperti kendaraan yang tiba-tiba rusak atau di PHK. Selain itu, dana darurat juga bisa membantu kamu mencegah timbulnya utang.

    Karena tujuan dana darurat adalah mengantisipasi hal-hal buruk yang tidak terduga, salah satunya kehilangan mata pencaharian, maka dana darurat bisa disiapkan sebesar 3 sampai 12 kali total pengeluaran bulanan.

    Misalnya, A tidak memiliki tanggungan dan memiliki pengeluaran sebesar 3 juta per bulan, maka dana darurat yang perlu disiapkan sebesar 9 juta untuk 3 bulan sampai 36 juta rupiah untuk 12 bulan.

    Contoh lainnya, B yang memiliki 4 orang tanggungan termasuk dirinya sebagai tulang punggung keluarga memiliki total pengeluaran sebesar 12 juta, maka B perlu menyiapkan dana darurat sebesar 36 juta untuk 3 bulan sampai 144 juta rupiah untuk 12 bulan.

    Dana darurat ini bisa disimpan sebagian di rekening tabungan biasa dan sisanya diinvestasikan di instrumen investasi berisiko rendah dan likuid seperti deposito, atau reksa dana pasar uang.

Baca juga : Deposito VS Reksa dana Pasar Uang : Lebih Untung Mana?

Dana darurat tidak direkomendasikan untuk diinvestasikan semuanya karena untuk menarik atau menjual kembali deposito dan reksa dana pasar uang membutuhkan waktu yang lebih lama daripada menarik uang tunai dari atm atau bank.

Itu dia Moduers, 3 cara pintar yang dapat kamu lakukan sebelum mulai berinvestasi. Semoga artikel ini membantu dan jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-temanmu yah.

Salam Moduit!

 

Share: