Simple Interest vs Compound Interest – Sama atau Beda?

Hi Moduers,

Apakah Moduers memahami perbedaan antara bunga sederhana (simple interest) dan bunga majemuk (compound interest)? Selain dari pastinya sebutan yang berbeda, kedua bunga itu memiliki cara perhitungan yang berbeda juga. Coba mulai ingat kembali pelajaran matematika yang pernah kamu pelajari di sekolah dulu. Pastinya kamu pernah mempelajari cara menghitung bunga sederhana dan bunga majemuk. Namun apabila kamu lupa, jangan khawatir karena kamu sudah berada di artikel yang tepat untuk mempelajari atau mencoba mengingat kembali mengenai kedua bunga ini.

 

Tak Kenal Maka Tak Paham

Pertama-tama sebelum kita membahas mengenai cara perhitungan kedua bunga ini, Moduers harus mengenal terlebih dahulu. Definisi sederhana akan memberikan gambaran dan membantu kamu dalam mengerti cara perhitungan dari bunga sederhana dan bunga majemuk dengan lebih mudah dan efektif.

 

Berikut merupakan definisi sederhana untuk membantu kamu mengerti lebih mudah:

  • Bunga sederhana adalah bunga yang dihitung hanya atas jumlah pokoknya saja.
  • Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung atas jumlah pokok ditambah bunga yang diperoleh sebelumnya

 

Nah, sudah mulai ada gambaran mengenai perbedaan dari kedua bunga ini? Gambarannya masih samar-samar? Tenang, Moduers! Setelah mempelajari cara perhitungannya, kamu akan dapat melihat perbedaannya dengan jelas.

 

Perbedaan Cara Perhitungan

Seperti definisi dari bunga sederhana dan bunga majemuk yang berbeda, cara menghitungnya juga berbeda. Kita akan menggunakan contoh skenario untuk membantu mengerti perbedaannya lebih mudah lagi.

 

Skenario: Kamu menginvestasikan duitmu sebesar Rp 100 juta dengan bunga 10% per tahun selama 5 tahun.

 

Kita akan mulai dengan cara perhitungan bunga sederhana terlebih dahulu. Bunga sederhana hanya menghitung bunga dari jumlah pokoknya saja. Dari contoh skenario ini, berdasarkan cara perhitungan bunga sederhana kamu akan mendapatkan bunga sebesar Rp 10 juta setiap tahunnya karena bunga sederhana hanya menghitung bunga dari jumlah pokok yaitu Rp 100 juta. Maka dari itu, kamu akan mendapatkan total pengembalian sebesar Rp 150 juta yang terdiri dari Rp 100 juta pokok atau investasi awal dan total bunga sebesar Rp 50 juta di akhir tahun ke 5.

 

Berbeda dengan bunga majemuk. Apa perbedaannya? Berdasarkan definisi yang sudah disebutkan di atas, bunga majemuk menghitung bunga atas jumlah pokok ditambah bunga yang diperoleh sebelumnya. Nah, disinilah perbedaan dari bunga sederhana dan bunga majemuk. Dengan cara perhitungan bunga majemuk, nilai bunga yang didapat setiap tahun akan berbeda. Apabila kita menggunakan contoh skenario yang sama, bunga yang akan didapat di tahun pertama adalah Rp 10 juta. Namun, di tahun kedua bunga 10% akan dihitung atas pokok ditambah bunga sebelumnya yaitu Rp 110 juta. Maka dari itu di tahun kedua, bunga yang didapat adalah sebesar Rp 11 juta dan seterusnya. Dengan metode perhitungan bunga majemuk, di akhir periode kamu akan mendapatkan total pengembalian sebesar Rp 161.051.000 yang terdiri dari pokok atau investasi awal sebesar Rp 100 juta dan total bunga sebesar Rp 61,051 juta.

Secara sederhana, bunga majemuk akan memberikan keuntungan yang semakin besar untuk jangka yang lebih panjang. Ditambah lagi, apabila Moduers berinvestasi secara rutin. Coba bayangkan apabila kamu berinvestasi secara rutin, contohnya berinvestasi dengan jumlah awal Rp 10 juta lalu secara rutin berinvestasi sebesar Rp 1 juta setiap bulannya selama 10 tahun dengan asumsi imbal hasil sebesar 10%* per tahun. Tahukah kamu berapa total pengembalian yang akan kamu dapatkan di akhir tahun ke 10? Jawabannya adalah di akhir tahun ke 10 total pengembalian dari investasi kamu bisa mencapai Rp 230-an juta! Luar biasa bukan? Dan pastinya apabila kamu berinvestasi dengan jumlah yang lebih besar, kamu bisa mendapatkan total pengembalian yang lebih besar juga di akhir periode investasi kamu.

 

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, investasi!

 

 

#SalamModuit

*Contoh bunga hanya untuk ilustrasi

 

Share: