Pelaporan Reksa Dana Pada SPT Pribadi

Reksa Dana bukan Objek Pajak

Dalam berinvestasi, kamu sebagai pemegang Unit Penyertaan Reksa Dana tentunya mengharapkan imbal hasil yang diperoleh dari nilai penjualan yang lebih tinggi dibandingkan pada saat pembelian, bukan? Kabar baiknya, keuntungan yang diperoleh dari transaksi Reksa Dana tersebut bukan merupakan objek pajak. Hampir semua Reksa Dana yang ada saat ini berbentuk Kontrak Investasi Kolektif sehingga memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam Undang-undang No. 36 tahun 2008 Pasal 4 Ayat 3i berikut:

“Yang dikecualikan dari objek pajak adalah: bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif;

Sumber: http://peraturan.go.id/uu/nomor-36-tahun-2008.html

Jika Reksa Dana tidak termasuk objek pajak, apakah kita tidak perlu melaporkannya dalam SPT Tahunan? Jawabannya: tetap perlu dilaporkan. Gimana cara pelaporannya? Simak penjelasan berikut ini.

Pelaporan Reksa Dana dalam SPT Tahunan

Terdapat 3 bagian dalam pelaporan SPT perorangan tahunan: Penghasilan, Harta, dan Hutang. Reksa Dana dilaporkan pada bagian Penghasilan dan Harta.

 

1. Pelaporan Reksa Dana di Bagian Penghasilan

Pada bagian ini, kamu hanya perlu melaporkan nilai keuntungan (imbal hasil) aktual yang diperoleh dari transaksi jual beli Reksa Dana selama tahun pajak tersebut. Nilai keuntungan ini dicantumkan pada bagian Penghasilan yang Dikecualikan dari Objek Pajak.

 

2. Pelaporan Reksa Dana di Bagian Harta

Pada bagian ini, cantumkan nilai perolehan Reksa Danamu selama tahun pajak tersebut, sesuai dengan unit yang kamu pegang pada akhir Desember tahun tersebut. Nilai perolehan berbeda dengan nilai pasar. Nilai pasar adalah nilai Reksa Dana yang bergerak setiap hari bursa, tergantung pada Nilai Aktiva Bersih per unit pada saat itu. Nilai perolehan adalah nilai modal yang kamu gunakan untuk membeli Reksa Dana. Kamu perlu cantumkan nilai modal ini. Gunakan kode 036 yang adalah kode perpajakan untuk harta berbentuk Reksa Dana.

 

Sebagai contoh, pada Februari 2018 Andi membeli Reksa Dana senilai Rp 5 juta, dengan NAB per unit Rp 5.000,- Andi memiliki 1000 Unit Penyertaan. Di bulan Juni 2018 kemudian menjual 500 unit pada saat NAB per unit Rp 6.000,- sehingga mendapatkan keuntungan sebesar Rp 500.000,-. Pada akhir Desember 2018 Andi masih memiliki 500 unit penyertaan yang dia beli pada bulan Februari tersebut.

Pada Pelaporan SPT Andi akan melaporkan:

  • Rp 500.000,- pada bagian Penghasilan yang Dikecualikan dari Objek Pajak.
  • Rp 2.500.000,- pada bagian Harta, dengan kode 036.
Bagikan