Market Outlook 2020 – Moduit bersama PT Principal Asset Management

Hi Moduers!

Memasuki tahun 2020, saatnya kita bahas mengenai analisa pasar modal tahun 2020. Untuk hal ini, Moduit telah berkolaborasi bersama salah satu partner Manajer Investasi, PT Principal Asset Management untuk memberikan paparan mengenai ekonomi pasar di tahun 2020. Semoga informasi nya dapat membantu Moduers untuk mempersiapkan tahun 2020 dengan lebih baik lagi ya 😊


1. Bagaimana pandangan mengenai pasar Global di tahun 2020 di tengah perlambatan ekonomi di US dan perang dagang antara US dan China?

Pertumbuhan ekonomi US sudah tumbuh cukup tinggi semenjak tahun 2016 didukung oleh banyaknya faktor pendorong fiskal, seperti pemotongan pajak pribadi di 2016, pemotongan PPN dan juga pemotongan pajak dari korporasi di tahun 2018. Selain itu, terdapat juga pemotongan suku bunga moneter di tahun 2019. Namun kedepannya, kami melihat akan ada perlambatan pertumbuhan ekonomi US yang sekarang berada di sekitar 2,5%-3% dikarenakan tidak adanya lagi faktor pendorong seperti di tahun-tahun sebelumnya. Di samping itu, perang dagang yang belum selesai juga akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi US.

2. Apakah kemungkinan akan ada penurunan suku bunga Fed di tahun 2020?

Ya, kami melihat ada potensi penurunan suku bunga apabila kami memperhatikan beberapa pernyataan dari Bank Sentral belakangan ini. Namun konsensus kedepannya suku bunga akan bergantung kepada data-data perekonomian di US juga. Jika perekonomiannya melambat, kami melihat adanya potensi penurunan sekitar 1 sampai 2 kali lagi. Konsensus untuk probabilitas suku bunga Fed di akhir tahun 2020 pada saat ini ada di sekitar 1,25%-1,5%.

3. Bagaimana pandangan menjelang US election yang akan diadakan di November 2020?

Isu politik merupakan hal yang sangat menarik di tahun 2020 terutama dari sisi US. Namun, perlu diingat terkait Indonesia, politik dari US akan memiliki efek yang netral karena pasar saham dan obligasi Indonesia lebih didorong oleh kinerja Indonesia sendiri: suku bunga, inflasi, kestabilan Rupiah dan juga prospek pertumbuhan laba di 2020. Meskipun masih terdapat banyak hal lain yang perlu dicermati, politik dan stabilitas ekonomi di Indonesia sudah sangat baik. Ditambah lagi dengan adanya potensi reform di 2020 dengan kabinet yang baru, kemungkinan besar pasar modal akan lebih bergairah dibandingkan dengan tahun 2019 dan kedepannya pun diharapakan akan lebih stabil.

4. Bagaimana view outlook ekonomi Indonesia di tahun 2020?

Kondisi perekonomian Global masih sangat challenging di tahun 2020 walaupun kondisi politik dan ekonomi yang stabil di Indonesia. Maka dari itu, kami melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatively flat di sekitar 5%-5,1%. Salah satu kontribusi terbesar yang juga challenging untuk pemerintah Indonesia adalah konsumsi. Namun kami tetap optimis dikarenakan investasi akan meningkat dengan beberapa kebijakan-kebijakan dikeluarkan oleh pemerintah dan juga pengeluaran pemerintah yang besar.

Sisi perdagangan Indonesia, impor dan ekspor, juga masih challenging namun menuju tahun 2020 kami melihat faktor ini akan membaik dikarenakan kebijakan pemerintah dari sisi impor. Jadi, kita berharap ekonomi Indonesia akan semakin baik di 2020 dan deficit transaksi berjalan (current account deficit) yang kita khawatirkan selama ini akan membaik di 2020. Selain itu, kami melihat susunan kabinet yang baru akan mempermudah dijalankannya kebijakan-kebijakan yang akan mendorong ekonomi di Indonesia sehingga akan menjadi katalis positif untuk pasar saham di Indonesia.

5. Apakah perlambatan ekonomi Global akan berpengaruh pada ekonomi di Indonesia?

Perlambatan ekonomi Global yang juga disebabkan oleh ketidakpastian perang dagang antara US dan China juga berpengaruh kepada ekonomi Indonesia. Indonesia, sebagai bagian dari dunia, akan terkena dampaknya dari sisi perdagangan antar negara, impor dan ekspor, yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir. Namun, kami berharap di tahun 2020, hal ini akan membaik mengingat pasar yang mengekspektasikan perang dagang US dan China ini akan tetap terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Tapi perlu diperhatikan terdapat sisi positif dari hal ini untuk Indonesia, yaitu Indonesia bisa seperti negara lain seperti Vietnam dan Filipina untuk menjadi salah satu supply chain dari pabrik-pabrik yang seharusnya mungkin berada di China atau di US. Faktor ini juga menjadi salah satu katalis positif untuk Indonesia.

6. Bagaimana pandangan untuk pasar obligasi di tahun 2020?

Tahun 2019 merupakan tahun yang baik untuk pasar obligasi dimana indeks BINDO sudah naik sekitar 13,7% (10 Desember 2019). Kami juga masih positif di tahun 2020, melihat bahwa inflasi masih akan terjaga stabil di level 3%. Terdapat risiko kenaikan inflasi yang diakibatkan oleh beberapa hal seperti kenaikan tarif BPJS, kenaikan cukai rokok dan juga kemungkinan kenaikan tarif listrik. Namun, perlu diingat bahwa pemerintah pasti akan melakukan kebijakan secara hati-hari dikarenakan adanya risiko politik dan sosial. Maka dari itu, pandangan kami terhadap pasar obligasi di tahun 2020 masih positif.

7. Bagaimana view untuk pasar saham di tahun 2020?

Untuk pasar saham di Indonesia, target mengekspektasikan adanya kenaikan sebesar 8% dengan target IHSG tahun 2020 di sekitar 6800. Salah satu positif katalis untuk tahun 2020 adalah Omnibus Law yang mencakup tiga hal yaitu 1) memperluas lapangan kerja yang diharapkan akan menurunkan tingkat pengangguran dan mendorong ekonomi. Kami juga melihat Pak Jokowi sudah sangat fokus kepada pendidikan dan kesehatan yang diyakini akan menjadi penopang untuk Omnibus Law tersebut, 2) dari sisi UMKM dimana sepanjang tahun 2019 ada isu bahwa lending rate akan diturunkan untuk memperluas kredit untuk sektor-sektor UMKM. Apabila hal ini terealisasi, diharapkan sektor UMKM dapat menjadi pendorong untuk ekonomi tahun 2020 dan 3)reformasi pajak yang diharapkan akan menarik foreign direct investment (FDI) ke Indonesia dengan adanya penurunan pajak. Ini juga sebabnya kita mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 akan lebih didorong oleh investasi.

Jadi harapannya adalah Omnibus Law ini bukan hanya akan mendorong ekonomi dari sisi UMKM dan lapangan kerja, tapi juga menarik FDI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

8. Bagaimana strategi untuk Reksa Dana pendapatan tetap di tahun 2020?

Pasar obligasi untuk tahun 2020 masih positif dengan real yield di sekitar 4%, dihitung berdasarkan selisih dari yield obligasi di sekitar 7% dan inflasi sekitar 3%. Tahun 2020 diprediksikan inflasi akan berada di kisaran 3% atau sedikit di bawah 3%. Terdapat beberapa risiko seperti inflasi, geopolitik di US dan kemungkinan kekurangan dari penerimaan pajak di tahun 2020. Namun, kami masih positif sampai di semester pertama tahun 2020 dan mempertahankan durasi di 1x benchmark yaitu di sekitar 6 tahun, cukup panjang di semester pertama tahun 2020. Tapi setelah itu kemungkinan kami akan mencoba menurunkan durasi menjadi lebih defensive untuk mengantisipasi adanya ketiga risiko tersebut.

Dari US Treasury atau obligasi dalam denominasi US Dollar, kami melihat pergerakannya akan lebih fluktuatif di tahun 2020. Ini dikarenakan adanya pemilu di US yang merupakan alasan utama. Kedua yaitu tensi perang dagang US dan China yang kemungkinan menjadi pengaruh pada kestabilan politik di tahun 2020. Jadi, kami akan lebih defensive untuk obligasi US Dollar.

9. Bagaimana strategi untuk equity fund di tahun 2020?

Dengan kondisi pasar saham dan obligasi yang positif di tahun 2020, kami mempertahankan porsi yang seimbang untuk portofolio kami. Untuk kelas aset, kami membagi 50% porsi untuk saham dan 50% porsi untuk obligasi didukung dengan adanya ruang untuk penurunan tingkat suku bunga ditambah dengan EPS growth di sekitar 8%-10% di tahun 2020 dengan target IHSG di kisaran 6800. Maka dari itu, mempertahankan porsi 50% saham dan 50% obligasi akan dapat membantu dalam pengelolaan risiko portofolio. Dari sisi sektoral, untuk pasar saham kami memilih sektor perbankan, plantation, infrastruktur dan healthcare untuk portofolio kami.

10. Apakah produk rekomendasi dari PT Principal Asset Management untuk Moduers?

Memilih produk Reksa Dana harus disesuaikan dengan tujuan investasi masing-masing individu. Untuk tujuan investasi jangka pendek, Principal Asset Management merekomendasikan produk Principal Cash Fund. Namun, untuk tujuan investasi dengan jangka yang lebih panjang, produk yang kami rekomendasikan adalah Principal Total Return Equity dan Principal Index IDX30.

 

Narasumber:

  1. Lambok Tobing – Equity Portfolio Manager, PT Principal Asset Management
  2. Cindy Anggraini – Equity Portfolio Manager, PT Principal Asset Management
  3. Alvin Baramuli – Equity Analyst, PT Principal Asset Management
  4. Marlina Tri Maharani – Fixed Income Analyst, PT Principal Asset Management
  5. Trizar Rizqiawan – Fixed Income Portfolio Manager, PT Principal Asset Management
  6. Hendra Pramudya – Business Alliance, PT Principal Asset Management

 

PT Principal Asset Management (Principal) merupakan perusahaan manajer investasi yang berbasis di Amerika Serikat dibawah naungan Principal Financial Group, yang bergabung dalah FORTUNE 500 dan layanan keuangan global yang terdaftar di Nasdaq, dengan CIMB Group Holdings Berhad, salah satu grup perbankan dunia yang terkemuka di Asia Tenggara. Dengan pengalaman lebih dari 140 tahun, Principal Group saat ini memiliki USD 692.2 Miliar dana kelolaan di dunia (per 30 Juni 2019).

Share: