Manajer Investasi Jadi Tersangka, Bagaimana Nasib Reksa Dana?

Hi Moduers, 

 

Pemberitaan mengenai 13 Manajer Investasi yang menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya tentunya menarik perhatian kita sebagai Investor Reksa Dana. Mungkin ada diantara Moduers yang bertanya, “Bagaimana nasib investasi reksa dana ke depannya?” apalagi jika Moduers saat ini memiliki produk dari Manajer Investasi yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut.

 

Jangan panik dulu Moduers! Kita perlu melihat fakta-fakta sebelum bisa mengambil sikap. Yuk simak bahasan berikut ini:

 

  1. 13 vs 2,211 reksa dana dengan nominal dana kelolaan Rp. 12.16 T vs Rp. 474 T

 

Total investasi reksa dana Jiwasraya yang diklaim sebagai potensi kerugian negara menurut BPK, mencakup 13 reksa dana dengan total nominal Rp. 12.16 triliun. Bandingkan jumlah ini dengan total dana kelolaan seluruh reksa dana di Indonesia yang adalah Rp 487 triliun atas 2.211 reksa dana menurut catatan APRDI (Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia) per 24 Juni 2020. Grafik di bawah ini menunjukkan bahwa 13 reksa dana tersebut kurang dari 1% dan total dana kelolaan Jiwasraya kurang dari 3% total dana kelolaan reksa dana yang ada di Indonesia.

 

 

  1. Reksa Dana Investor Tunggal vs Reksa Dana Publik

 

Semua reksa dana yang terkait dengan kasus ini adalah reksadana Investor Tunggal, artinya reksa dana ini bukanlah reksa dana yang dijual untuk masyarakat umum.

 

  1. Klarifikasi dari Otoritas dan Pihak Terkait

 

Beberapa Manajer Investasi yang terkait telah memberikan klarifikasi atas masalah ini. Kasus ini tidak mempengaruhi operasional perusahaan secara keseluruhan, sehingga produk-produk reksa dana lain yang tidak terkait, tetap dapat beroperasi secara normal. Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) dan juga Kejaksaan Agung menyatakan bahwa pengelolaan reksa dana yang terkait dengan kasus ini dikelola terpisah sehingga tidak serta merta mempengaruhi reksa dana yang lain.

 

Lalu, bagaimana Moduit menyikapi pemberitaan yang berkembang ini?

 

Terlepas dari situasi di atas, Moduit selalu mengedepankan strategi dan proses Manajemen Risiko yang baik. Salah satunya adalah dengan melakukan proses kurasi produk atas produk-produk yang ada di platform Moduit. Moduit berkomitmen untuk memastikan bahwa Mitra Manajer Investasi dan produk-produk yang tersedia di platform adalah yang terbaik untuk Moduers, sehingga dapat memberikan perasaan aman dan nyaman dalam berinvestasi.

 

Arti Kurasi sendiri biasanya berhubungan erat dengan kegiatan yang terkait dengan pengelolaan benda-benda ekshibisi di museum atau galeri. Proses kurasi produk reksa dana di platform Moduit dilakukan pada saat pemilihan awal terhadap rekanan Manajer Investasi dan produk-produknya dan secara berkala, yaitu pemantauan terhadap produk-produk yang tersedia di platform Moduit, dan juga terhadap rekanan Manajer Investasi yang ada.

 

Bagaimana cara Moduit melakukan kurasi?

 

Proses Kurasi ini dilakukan berdasarkan pengalaman Tim Moduit di bidang Produk Investasi Pasar Modal selama lebih dari 15 tahun. Dari pengalaman tersebut tercipta suatu parameter untuk melakukan kurasi ini, yang dikenal dengan Model PRIME (Wah, kayak Transformer ya!). Dalam kondisi pasar akhir-akhir ini, Moduit juga sudah melakukan langkah-langkah kurasi terhadap 73 produk reksa dana dari 16 Manajer Investasi yang ada di platform Moduit, termasuk salah satunya PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle) yang terkait dengan pemberitaan di atas.

 

Moduit sudah berkoordinasi secara intensif dengan Pihak Manajemen Pinnacle dan mendapatkan klarifikasi bahwa reksa dana yang dibahas dengan pemberitaan akhir-akhir ini adalah reksa dana Investor Tunggal, yang dikelola secara terpisah dengan reksa dana yang dijual kepada masyarakat umum, sehingga hal ini tidak mempengaruhi operasional 4 Produk Reksa Dana Pinnacle yang ada di platform Moduit. Selain itu, Moduit terus memantau perkembangan kasus ini serta aktif berkoordinasi dengan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) dan pihak-pihak terkait.

 

Siapa yang melakukan kurasi di Moduit?

 

Proses kurasi di Moduit dilakukan oleh tim ahli yang dinamakan tim Komite Investasi. Tim Komite Investasi Moduit sudah pernah melalui beberapa krisis keuangan, diantaranya pada Krisis Keuangan Global tahun 2008. Pengalaman berharga ini membuat Moduit sangat berhati-hati dalam melakukan kegiatan operasionalnya, termasuk juga ketika melakukan pemilihan Mitra Manajer Investasi dan juga produk-produk yang ada di platform Moduit.

 

Mari berkenalan dengan anggota Tim Komite Investasi Moduit:

 

Jeffry Lomanto - CEO/Founder Moduit

 

Jeffry Lomanto (CEO/Founder)

Sebelum mendirikan Moduit, Jeffry sudah lebih dari 15 tahun berkecimpung di Industri Wealth Management, baik di Perbankan, Asuransi, Asset Management dan Sekuritas.

 

Stefanus Adi Utomo - CMO Moduit

Stefanus Adi Utomo (CMO)

Memulai karir sebagai Auditor, Stefanus menpunyai pengalaman berkarir di bidang Wealth Management selama lebih dari 15 tahun. Stefanus juga bersertifikasi CFP (Certified Financial Planner) dan CPC (Certified Professional Coach).

 

Manuel Adhy Purwanto - Investment Connoisseur Moduit

 

Manuel Adhy Purwanto (Investment Connoisseur)

Sebelum bergabung di Moduit, 12 tahun karir Manuel dijalani pada Industri Wealth Management, terutama sebagai Investment Expert. Manuel juga bersertifikasi CFP (Certified Financial Planner).

 

Bagaimana tanggapan Moduers setelah membaca artikel di atas, lebih yakin dong berinvestasi reksa dana di Moduit. Kami selalu berusaha untuk membuat Moduers memiliki rasa aman dan nyaman dalam berinvestasi. Untuk Moduers yang ingin meningkatkan pengetahuan tentang investasi khususnya reksa dana, yuk mengakses Link ini :

 

 

#SalamModuit

Share: