Investasi?! Buat apa coba?

Investasi?! Buat apa coba? – Pertanyaan ini sempat melintas di benak saya dulu banget, ketika saya belum tau investasi itu apaan sih. Lalu lama-kelamaan, saya mulai mengenal beberapa produk investasi, termasuk beberapa produk yang memang dijual di bank tempat saya bekerja dulu.

Kemudian pengetahuan saya tentang investasi pun bertambah semenjak mendenganr sebuah acara radio financial talks yang dipandu oleh seorang financial planner panutan saya. Doi dalam membuat sebuah financial planning seseorang, selalu dimulai dengan pertanyaan tentang tujuan dia berinvestasi itu apa aja, baru kemudian di-breakdown satu-satu.

Bener juga sih, ya, karena tujuan saya berinvestasi dengan tujuan si A yang sudah punya dua anak berbeda. Kalau yang sudah punya anak, tentunya salah satu goal-nya adalah untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Dana pendidikan anak itu ga hanya sekali lho, karena dimulai dari pre-school, Sekolah Dasar, sekolah menengah, kemudian ya lanjut kuliah. Nah, kalau anaknya dua, berarti siapin dana pendidikannya juga dua kali. Belum lagi ketika anaknya bertambah, mungkin aja ada keinginan untuk punya rumah yang lebih besar atau punya mobil keluarga yang lebih besar.

rencana liburan ke taiwan - kadungcampur
Siapin dana liburan buat ke Taiwan (pic from pixabay)

Cari tau tujuan investasi dulu

Sebenarnya mencari apa tujuan investasi kita, itu sama aja kayak kita mencari tau tujuan hidup kita. Kalau tujuan kita ingin berlibur ke Taiwan, selanjutnya kita baru bisa cari tau apa aja persiapan liburan ke Taiwan. Mulai dari mencari tiket pesawat, penginapan di Taiwan, bahkan hingga itinerary.

Lalu bagaimana kalau kita ga tau tujuan kita ke mana?

Sama aja kayak kita berkendara melalui jalan tol tanpa arah, yang ada malah menghabiskan waktu, uang, dan bensin, kecuali kalau memang tujuanmu untuk refresh pikiran dengan berkendara tanpa arah, ya haha.

Lain tujuan, lain treatment

Ternyata cari tau tujuan investasi itu penting banget untuk diketahui, sebelum kita mengambil tindakan selanjutnya. Mempersiapkan dana liburan pada akhir tahun, tentunya akan mempunyai treatment yang berbeda dengan mempersiapkan pensiun yang masih berpuluh-puluh tahun ke depan.

Memangnya beda treatment tuh seperti apa?

Kalau misalnya tujuannya jangka pendek sekitar satu tahun, seperti persiapan dana liburan, biasanya saya akan memilih produk yang risikonya kecil. Lain cerita kalau persiapan dana pensiun yang masih lamaaaaa kali itu, saya mah langsung aja jebret ambil produk investasi yang high risk, karena biasanya akan memberikan return yang high juga.

Salah treatment, risiko tujuan tidak tercapai

Nah, apa yang terjadi kalau kita salah treatment alias salah strategi dalam mengelola investasi kita? Risikonya ada macam-macam. Misalnya salah satu tujuan investasi kita adalah untuk mempersiapkan dana pensiun, trus kita salah pilih produk investasi, misalnya pilih produk yang memberikan return kecil, wah, bisa-bisa pas saat pensiun, ternyata dana pensiun yang kita targetin masih jauhhhh dari harapan.

Risiko apa lagi nih yang bakal terjadi kalau kita salah treatment?

Saya ambil contoh aja persiapan dana liburan saya untuk ke Taiwan. Misalnya aja saya hanya butuh waktu beberapa bulan hingga satu tahun untuk persiapan. Karena saya sok pede aja gitu, lalu saya nekat ambil produk reksa dana saham yang high-risk, karena saya mau banget dapat high-return. Eh eh eh, ternyata satu minggu sebelum keberangkatan dan saya mau ambil dananya, nilai reksa dana saham saya lagi anjlok tengkurep dan jauh dari target dana liburan yang sudah saya harapkan. Jadinya rugi deh, saya harus nombok banyak saat liburan. Amit-amit! *knock on wood*

Tujuan sudah ditentuin, persiapan dananya bagaimana?

Persiapan dana alias berapa banyak yang harus kita kumpulin atau cicil tiap bulannya untuk mencapai target yang sudah kita tentuin. Semakin dekat jarak yang kita punya, otomatis dana yang harus disiapkan setiap bulannya juga akan besar. Sedangkan kalau semakin jauh jaraknya antara sekarang dan tujuan investasi kita, maka dana yang harus disiapkan setiap bulannya bisa lebih kecil. Makanya, persiapan dana pensiun harus dimulai sedari awal sih, ya, jadinya yang kamu sisihkan setiap bulannya ga gede-gede amat.

Saya pun iseng-iseng menggunakan kalkulator investasi online, berapa sih yang harus saya sisihkan setiap untuk mendapatkan uang senilai Rp. 1 Milyar. Anggaplah jangka waktu yang saya siapkan adalah 10 tahun, dan tentunya 10 tahun ini bukanlah waktu yang singkat yes? Tau berapa dana yang harus sisihkan setiap bulannya mulai saat ini? Sekitar Rp. 3.5 juta per bulan! Wuiiih mantabh, yaaa.

Lalu bagaimana kalau saya merasa menyisihkan uang Rp. 3.5 juta per bulan itu agak berat? Berarti selain menyisihkan bulanan, kamu bisa saja menambahkan setoran yang cukup besar di awal atau saat di tengah-tengah pengumpulan dana ini. Anggap aja kalau kamu dapat bonus tahunan, langsung aja setor ke sini. Jadinya nanti dana yang disisihkan akan semakin kecil.

Persiapan dana buat beli rumah

Beberapa waktu lalu, pas saya diundang di acara Moduit, sempat di share juga saat ini mengenai persiapan untuk membeli properti. Untuk gampangnya diambil nilai Rp 1 Milyar. Lalu untuk bunga KPR diambil contoh 9%. Nah untuk jangka waktu 15 tahun, kira-kira berapa banyak duit yang harus disisihkan untuk cicilan kredit properti ini?

hitung perencanaan keuangan bersama moduit - kadungcampur
Hitung-hitungan untuk cicilan properti

Udah siap denger jawabannya?

Ternyata per bulan, kita harus siap dana sekitar Rp. 9 juta per bulan.

Nah lho, berarti harus punya gaji berapa ya, biar dengan nyaman menyisihkan 9 juta per bulan?

Well, kalau kamu belum bisa menyisihkan Rp 9 juta per bulan, berarti mulai sekarang harus giat rajin bekerja, biar nanti karirnya melesat, sehingga gajinya lebih tinggi dan tinggi. Atau kalau kamu pengusaha, ya berarti harus giat cari pemasukan dong, ya?

Daripada mikir yang angkanya milyar, gimana kalau kita ngumpulin uang untuk bayar Down Payment-nya terlebih dahulu – yang angkanya lebih kecil tentunya? Anggaplah DP yang diperlukan sekitar 10%, yaitu berarti Rp. 100 juta. Tentunya DP ini bisa lebih dijangkau ya kalau kita cicil bulanan, sembari kita menunggu gaji kita mencapai angka yang cukup untuk mulai menyicil properti Rp. 1 M.

Seperti yang saya omongkan di atas, semakin lama waktu yang diperlukan untuk mencapai target investasi kita, berarti dana yang dicicil bisa semakin lebih ringan. Kita bisa juga memilih produk yang memberikan tingkat return yang lebih tinggi – patut diingat juga berarti produk ini memiliki risiko yang lebih tinggi juga.

Investasi ‘nyicil’ dengan mudah

Kalau dari tadi saya udah ngomong soal ‘nyicil’ ketika berinvetasi untuk capai tujuan atau target kita, memangnya itu nyicilnya kek apa sih? Sebenarnya prinsipnya sama sih ya dengan cicilan saat kita mengambil kredit perbankan. Kita mencicil atau menyisihkan uang kita dalam jumlah yang sama setiap bulannya sampai mencapai target investasi kita. Dan salah satu produk yang cukup mudah kita temui untuk membantu kita melakukan investasi nyicil ini adalah reksa dana.

Nyicil investasi seperti ini udah lama saya lakuin sih, karena dengan menyicil bisa lebih terukur. Berapa nominal yang harus kita sisihkan, bisa kita hitung-hitung menggunakan kalkulator investasi yang sudah tersedia banyak secara online.

Lalu di manakah kita bisa mulai menyicil investasi kita? Sekarang jaman sudah mudah, udah ga perlu repot-repot ke bank. Semua bisa dimulai dari genggaman kita, alias dengan hanya menggunakan smartphone saja, kita udah bisa mulai berinvestasi kok. Salah satunya bisa melalui Moduit.

Kenalan dulu sama Moduit

Moduit – kedengarannya seperti ‘mau duit’ yes – merupakan perusahaan finansial berbasis teknologi (fintek) yang didirikan sejak awal tahun 2018. Sebagai salah satu perusahaan fintek di Indonesia, Moduit udah terdaftar di OJK dan Kominfo kok.

Produk investasi saat ini di Moduit baru berupa produk reksa dana, dan jumlahnya pun sudah lumayan banyak, ada 42 produk reksa dana regular, dan 9 produk reksa dana Syariah. Ini semua merupakan produk dari (saat ini) sembilan Manajer Investasi, yang beberapa di antaranya pernah saya jajal juga, seperti : Batavia, Manulife, Danareksa, dan lainnya.

charles jap jeffry lomanto moduit - kadungcampur
Charles Jap (CTO) dan Jeffry Lomanto (CEO) dari Moduit

Tampilan Moduit app saya suka banget lah ini, simpel, cakep, dan mudah dimengerti alurnya. Misalnya kita mulai dari memilih jenis reksa dananya, dimulai dari yang low-return & low-risk adalah pasar uang, kemudian pendapatan tetap, campuran, dan terakhir saham. Tentunya setiap jenis reksa dana ada banyak macam produknya lagi, dari beragam Manajer Investasi.

Nih, kalau mau install dulu, ya :

install moduit apple - kadungcampur install moduit android - kadungcampur

Untuk melakukan pembayaran / pembelian produk reksa dana di Moduit, kita bisa langsung transfer uang kita ke rekening khusus untuk pembelian reksa dana tersebut. Memang nih agak berbeda dengan beberapa yang pernah saya coba. Biasanya di tempat yang lain, saya diminta untuk mentransfer uang saya ke rekening investasi saya, baru kemudian kita bisa ‘belanja’ reksa dana. Same-same but different lah ya, tergantung preferensi masing-masing hehe.

tampilan moduit app investasi reksa dana online 1 - kadungcampur
Investasi tanpa ribet pakai Moduit app (1)
tampilan moduit app investasi reksa dana online 2 - kadungcampur
Investasi tanpa ribet pakai Moduit app (2)

Selain itu, di Moduit juga ada fitur kalkulator investasinya lho. Tujuanmu mau apa, tinggal pilih aja, dan masukkan jumlah uang yang ingin kamu investasikan. Nanti Moduit akan memberikan saran, baiknya dari uang tersebut, berapa persen kamu taruh di jenis reksa dana A, berapa persen di jenis B, dan seterusnya. Tahap selanjutnya, kamu tinggal pilih produk reksa dana yang cocok aja deh. Enaknya sih nanti juga ada kalkulator untuk cicilan investasi juga ya untuk mencapai tujuan investasi kita.

perhitungan target investasi via moduit app - kadungcampur
Tujuan investasimu apa nih?

#ModuitLebih?

Siapa yang mau duit lebihhhh?

Saya pasti unjuk tangan langsung kalau ada pertanyaan seperti itu haha. Nah, mulai lah dari sekarang, jangan menunda, untuk mulai investasi, baik investasi menggunakan produk reksa dana, maupun produk yang lain, yang cocok dengan profilmu, ya. Sebaiknya setelah terima gaji, langsung disisihin untuk investasi sekian persen dari gajimu. Biar semangat ngumpulin uangnya, jangan lupa, jangan lupa untuk tentuin tujuan investasimu dulu, ya 😉

perhitungan investasi - kadungcampur
Hmm, nanti mau beli rumah di mana, ya?

Sumber: kadungcampur.com