Inflasi

“Inflation is as violent as a mugger, as frightening as an armed robber, and as deadly as a hit man.”

– Ronald Reagan

 

Apa itu inflasi? Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa seiring berjalannya waktu. Biasa diekspresikan dalam bentuk persentase, inflasi merupakan indikator menurunnya kemampuan belanja mata uang suatu negara. Sebagai contoh: bayangkan jika kamu memiliki uang sejumlah Rp 500 di tahun 2000 dan kamu simpan uang tersebut di dompet tanpa kamu gunakan selama bertahun-tahun. Harga Aqua gelas di tahun 2000 di tahun 2000 adalah Rp 500. 18 tahun kemudian, harga barang tersebut sudah naik menjadi Rp 800. Uang Rp 500 yang kamu simpan di dompet tadi tidak cukup lagi untuk membeli 1 gelas Aqua di tahun 2018. Meskipun jumlah uangmu tidak berkurang, namun uangmu sudah kehilangan sekitar 37% nilainya selama 18 tahun.

Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat dikategorikan menjadi:


  1. Inflasi karena naiknya permintaan lebih banyak terjadi di saat-saat tertentu. Misalnya, tahun ajaran baru akan menaikkan permintaan pemenuhan kebutuhan biaya dan perlengkapan sekolah. Peristiwa lainnya adalah menjelang datangnya bulan Ramadhan, kebutuhan masyarakan cenderung meningkat sehingga secara otomatis akan mendorong kenaikan permintaan mulai dari makanan, pakaian bahkan kendaraan.

  2. Contoh inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak. Jika harga BBM naik berarti ongkos produksi meningkat. Maka produsen yang tidak ingin kehilangan profit akan membebankan kenaikan biaya tersebut pada harga jualnya. Akibatnya, harga barang-barang akan naik sehingga terjadi inflasi.

Inflasi bisa dilihat sebagai sesuatu yang positif atau negatif, bergantung di sisi mana kamu berada. Contohnya, jika kamu memiliki sebuah rumah, kamu mungkin ingin inflasi meningkat karena tingkat inflasi tersebut dapat menaikkan nilai rumahmu saat dijual. Di sisi lain, pihak yang akan membeli rumahmu mungkin akan memilih situasi sebaliknya agar mereka tidak perlu mengeluarkan dana lebih.

Kenaikan harga menyebabkan biaya hidup masyarakat meningkat. Namun, tingkat inflasi yang optimal diperlukan agar ekonomi suatu negara bisa berjalan dengan baik dan seimbang. Karena itu, bank sentral berperan penting untuk mengambil tindakan untuk menjaga agar inflasi tetap berada di level yang aman agar ekonomi suatu negara bisa berjalan lancar. Inflasi yang tinggi, negatif atau cenderung tidak pasti dapat berdampak negatif bagi ekonomi karena ketidakpastian menghambat perusahaan-perusahaan dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi, yang kemudian berdampak pada tingkat pengangguran, kestabilan ekonomi dan nilai tukar mata uang. Oleh sebab itu, negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga tingkat inflasi yang aman, yang biasa dilakukan melalui kebijakan moneter bank sentral.

Dengan mengetahui fakta mengenai inflasi, kamu jadi lebih memahami pentingnya memiliki investasi yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih dari tingkat inflasi tersebut.

Bagikan