Cara Mudah Menghitung Keuntungan Reksa Dana

Hai, Moduers!

Ketika berinvestasi reksa dana, tentunya kamu mengharapkan keuntungan dari investasi tersebut bukan? Tapi, bagaimana caranya kita tahu kalau investasi reksa dana kita untung atau rugi?

Sesuai dengan judul, pada artikel ini akan dibahas bagaimana cara menghitung keuntungan reksa dana dengan mudah. Sehingga, untuk kamu yang masih pemula pun tetap bisa mengikutinya.

Saat berinvestasi reksa dana, kamu akan membeli yang namanya unit penyertaan. Unit penyertaan merupakan satuan kepemilikan reksa dana yang kamu beli dengan “harga bersih reksa dana” atau NAB (Nilai Aktiva Bersih). NAB disebut harga bersih karena NAB merupakan harga reksa dana setelah dikurangi biaya operasional reksa dana seperti biaya administrasi, biaya bank kustodian, dan lain-lain.

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB reksa dana dihitung oleh Bank Kustodian di akhir hari pada setiap hari bursa. Jika kamu melakukan pembelian sebelum batas waktu harian (jam 13.00 WIB), maka transaksimu akan diproses menggunakan NAB hari bursa tersebut. Contohnya, kamu berinvestasi di reksa dana BNP Paribas Rupiah Plus senilai Rp200.000 ketika NABnya sebesar Rp2.000 per unit. Jika pembelian kamu lakukan sebelum jam 13.00 WIB, maka transaksimu menggunakan NAB hari bursa tersebut dan kamu akan memperoleh 100 unit penyertaan.

Dalam berinvestasi reksa dana, keuntungan investasi diperoleh ketika harga NAB per unit saat unit reksa dana dijual lebih tinggi daripada harga NAB per unit saat reksa dana dibeli. Misalnya, pada contoh di atas, kamu memperoleh 100 unit penyertaan reksa dengan harga Rp2.000 per unit.

Lalu, setelah beberapa waktu, kamu menjual kembali 100 unit penyertaan reksa danamu ketika NABnya sebesar Rp2.100 per unit. Dari hasil penjualan (redemption) tersebut kamu akan memperoleh uang sebesar Rp210.000.

Ini artinya, kamu memperoleh keuntungan sebesar Rp10.000 atau 5% dari investasi tersebut.

Selain itu, untuk mengetahui keuntungan atau kerugian investasi reksa dana, kamu juga bisa melihatnya di portofolio investasimu pada bagian potensi laba rugi seperti ini. Potensi laba rugi ini baru terealisasi ketika kamu melakukan penjualan. Jadi ketika kamu melihat potensi kerugian, kamu tidak perlu panik Moduers, karena kerugian itu masih berupa paper loss (kerugian di atas kertas yang belum terealisasi).

Sekarang, kamu sudah mengerti kan, bagaimana nilai keuntungan dan kerugian reksa dana diperoleh? Semoga kamu semakin semangat berinvestasi ya, Moduers!

 

Salam Moduit!

 

 

*) Disclaimer: seluruh gambar dan penjelasan yang berkaitan dengan produk reksa dana di dalam artikel ini hanya berupa contoh, bukan rekomendasi investasi.

 

Share:

LANGKAH CERDAS SIAPKAN DANA PENSIUN

LANGKAH CERDAS SIAPKAN DANA PENSIUN

 

Hi, Moduers!

Sadarkah kamu, seiring berjalannya waktu, uang memiliki daya beli yang semakin lemah? Kalau ada lagu anak-anak yang menyebutkan uang Rp200,- bisa membeli semangkuk bakso, sekarang tentu sudah tidak bisa bukan? Inilah yang dinamakan inflasi. Inflasi terjadi dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan tidak dapat dihindari. Tapi, tenang Moduers! Ada sebuah cara yang bisa kamu lakukan untuk melawan inflasi, yaitu investasi. Dengan berinvestasi, selain bisa melawan inflasi, kamu juga bisa mencapai tujuan keuanganmu lebih cepat dibandingkan dengan hanya menabung. Salah satu tujuan keuangan yang bisa kamu capai dengan berinvestasi adalah memiliki dana pensiun.

Pada artikel kali ini, akan dibahas cara mempersiapkan dan berinvestasi untuk dana pensiun yang sudah dapat dilakukan sesegera mungkin atau sejak kamu memiliki penghasilan.

Untuk mempersiapkan dana pensiun, ada 4 langkah yang dapat kamu lakukan:

  1. Menentukan Gaya Hidup yang Diinginkan Pada Saat Pensiun

Memasuki masa pensiun, biasanya akan terjadi perubahan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi pola pemasukan dan pengeluaran. Misalnya, pada saat bekerja ada pengeluaran bulanan untuk transportasi. Pada saat pensiun, karena sudah jarang bepergian maka pengeluaran untuk transportasi akan berkurang. Tetapi, pengeluaran untuk suplemen dan perawatan kesehatan justru bertambah. Atau saat berusia produktif kamu tinggal di perkotaan, sedangkan saat pensiun kamu ingin tinggal di desa. Perubahan kebutuhan dan keinginan seperti ini lah yang harus dipikirkan dan diperhitungkan angkanya agar dana pensiun dapat direncanakan.

  1. Tentukan Jumlah Dana yang Harus Dipersiapkan untuk Pensiun

Setelah menentukan gaya hidup yang diinginkan pada saat pensiun, perhitungkan jumlah dana yang harus dipersiapkan pada saat pensiun ditambah dengan inflasi.

Sumber: calculator.net

 

Misalnya, saat ini kamu berusia 30 tahun dan berencana untuk pensiun 30 tahun lagi, yakni pada usia 60 tahun (N= 30 tahun x 12 bulan). Berdasarkan harga kebutuhanmu untuk pensiun sekarang, kamu perlu dana pensiun sebesar Rp1 miliar (Present Value). Uang Rp1 miliar saat ini tentunya akan berbeda nilainya dengan uang Rp1 miliar di 30 tahun ke depan karena adanya inflasi. Diasumsikan rata-rata inflasi per tahun di Indonesia sebesar 3% (Interest per year). Maka, uang Rp1 miliar saat ini nilainya sama dengan Rp2.4 miliar di 30 tahun yang akan datang (Future Value).

  1. Tentukan Instrumen Investasi untuk Dana Pensiun

Ada beberapa instrumen investasi yang dapat kamu gunakan untuk mempersiapkan dana pensiun, salah satunya reksa dana. Reksa dana bisa jadi instrumen investasi yang cocok untuk kamu, terutama kalau kamu masih awam dalam berinvestasi dan tidak punya banyak waktu untuk mempelajari investasi lebih lanjut. Karena dengan investasi reksa dana, kamu akan dibantu oleh pihak profesional yaitu, manajer investasi.

Di masa awal persiapan dana pensiun yang biasanya membutuhkan waktu lebih dari lima tahun, kamu dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi pada reksa dana saham atau reksa dana indeks saham yang bisa memberikan imbal hasil paling tinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Walaupun reksa dana saham atau reksa dana indeks saham juga memiliki risiko yang paling tinggi di antara jenis reksa dana lainnya, risiko tersebut dapat diminimalisasi dengan investasi jangka panjang secara rutin.

Lalu, saat akan memasuki masa pensiun (3 tahun sebelum pensiun), kamu dapat mengalihkan reksa dana saham atau reksa dana indeksmu ke reksa dana pendapatan tetap yang risikonya berada di bawah reksa dana saham dan reksa dana indeks, tetapi imbal hasilnya masih mampu mengalahkan inflasi.

  1. Mulai Sisihkan

Langkah keempat dan yang terakhir adalah mulai praktik ilmu yang ada di artikel ini dengan menyisihkan penghasilanmu untuk dana pensiun. Semakin awal kamu mulai menyisihkan, semakin sedikit uang yang perlu disisihkan untuk mencapai target dana pensiunmu. Kamu juga bisa menggunakan fitur Moduit Navigator untuk mengetahui nilai investasi yang diperlukan setiap bulannya dan fitur Moduit Discipline untuk membantumu berinvestasi secara rutin.

Berikut adalah cara menentukan jumlah investasi setiap bulannya untuk dana pensiun dengan menggunakan Moduit Navigator.

Moduit Navigator

 

Moduit Navigator ini, bisa kamu akses kapan pun di mana pun melalui web moduit.id atau aplikasi Moduit yang bisa kamu unduh melalui Google Play Store atau Apple App Store. Jadi, sangat praktis bukan?

Yuk, mulai siapkan dana pensiunmu, Moduers!

Salam Moduit!

Share:

Pelaporan Reksa Dana Pada SPT Pribadi

Reksa Dana bukan Objek Pajak

Dalam berinvestasi, Moduers sebagai pemegang Unit Penyertaan Reksa Dana tentunya mengharapkan imbal hasil, yang diperoleh dari nilai penjualan yang lebih tinggi dibandingkan pada saat pembelian, bukan? Kabar baiknya, keuntungan yang diperoleh dari transaksi Reksa Dana tersebut bukan merupakan objek pajak. Hampir semua Reksa Dana yang ada saat ini berbentuk Kontrak Investasi Kolektif sehingga memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam Undang-undang No. 36 tahun 2008 Pasal 4 Ayat 3i berikut:

“Yang dikecualikan dari objek pajak adalah: bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif;

Sumber: https://www.pajak.go.id/sites/default/files/2019-07/UU%2036%202008.pdf

Jika Reksa Dana tidak termasuk objek pajak, apakah kita tidak perlu melaporkannya dalam SPT Tahunan? Jawabannya: tetap perlu dilaporkan. Gimana cara pelaporannya? Simak penjelasan berikut ini.

Pelaporan Reksa Dana dalam SPT Tahunan

Terdapat 3 bagian dalam pelaporan SPT perorangan tahunan: Penghasilan, Harta, dan Hutang. Reksa Dana dilaporkan pada bagian Penghasilan dan Harta.

1. Pelaporan Reksa Dana di Bagian Penghasilan

Pada bagian ini, Moduers hanya perlu melaporkan nilai keuntungan (imbal hasil) aktual yang diperoleh dari transaksi jual beli Reksa Dana selama tahun pajak tersebut, termasuk transaksi pengalihan yang dilakukan. Nilai keuntungan ini dicantumkan pada bagian Penghasilan yang Dikecualikan dari Objek Pajak.

2. Pelaporan Reksa Dana di Bagian Harta

Pada bagian ini, cantumkan nilai perolehan Reksa Danamu selama tahun pajak tersebut, sesuai dengan unit yang kamu pegang pada akhir Desember tahun tersebut. Nilai perolehan berbeda dengan nilai pasar. Nilai pasar adalah nilai Reksa Dana yang bergerak setiap hari bursa, tergantung pada Nilai Aktiva Bersih per unit pada saat itu. Nilai perolehan adalah nilai modal yang kamu gunakan untuk membeli Reksa Dana. Kamu perlu cantumkan nilai modal ini. Gunakan kode 036 yang adalah kode perpajakan untuk harta berbentuk Reksa Dana.

 

Sebagai contoh, pada Februari 2020 Andi membeli Reksa Dana senilai Rp 5 juta, dengan NAB per unit Rp 5.000,- Andi memiliki 1.000 Unit Penyertaan. Di bulan November 2020 kemudian menjual 500 unit pada saat NAB per unit Rp 6.000,- sehingga mendapatkan keuntungan sebesar Rp 500.000,-. Pada akhir Desember 2020 Andi masih memiliki 500 unit penyertaan yang dia beli pada bulan Februari tersebut.

Pada Pelaporan SPT Andi akan melaporkan:

  • Rp 500.000,- pada bagian Penghasilan yang Dikecualikan dari Objek Pajak.
  • Rp 2.500.000,- pada bagian Harta, dengan kode 036.

Setelah paham cara pelaporannya, gimana dengan data yang perlu dilaporkan? Tentunya sulit untuk mencatat dan menghitung semua transaksi yang dilakukan sepanjang tahun. Jangan kuatir Moduers karena laporan ini telah tersedia di dashboard Moduit. Masuk ke Aplikasi atau melalui browser di
www.moduit.id dengan menggunakan akun Moduitmu, lalu unduh laporan.

Tampilan di Aplikasi Moduit:

Tampilan di Dashboard Moduit melalui browser:

Di dalam laporan tersebut terdapat dua sheet: Penghasilan dan Harta. Moduers tinggal melaporkan nilai akhir (highlight kuning), baik ke bagian Penghasilan bukan objek pajak maupun Harta.


Jadi, sudah siap lapor SPT, Moduers?

Share:

Reksa Dana Saham vs Reksa Dana Indeks Saham

Hi, Moduers!

Tahukah kamu? Berdasarkan portofolio investasi, ada empat jenis reksa dana, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Tapi, pernahkah kamu menemukan reksa dana indeks saham saat ingin membeli reksa dana saham? Biasanya reksa dana indeks saham ini ditandai dengan kata “IDX30”, “Index Fund”, atau “Sri Kehati” (indeks SRI-Kehati).

 

“Lalu, apa ya yang membedakan reksa dana indeks saham dengan reksa dana saham?”

 

Pada dasarnya reksa dana saham adalah wadah yang berisi sekumpulan dana dari investor yang diinvestasikan oleh manajer investasi ke pasar uang, obligasi, dan minimal 80% di saham. Reksa dana indeks saham diinvestasikan paling sedikit 80% pada efek yang merupakan bagian dari indeks tersebut. Perhatikan ilustrasi portofolio reksa dana indeks saham di bawah ini:

Portofolio Reksa Dana Indeks IDX30

Pada indeks saham tersebut, manajer investasi harus menginvestasikan minimal 80% Nilai Aktiva Bersih reksa dana pada saham-saham yang ada pada indeks saham IDX30. Indeks saham IDX30 merupakan komposisi indeks saham yang terdiri dari 30 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Perbedaan lainnya antara reksa dana saham dan reksa dana indeks saham adalah strategi penyusunan portofolio yang dilakukan oleh manajer investasi. Dalam reksa dana saham, manajer investasi memilih saham yang menjadi komposisi portofolio investasi secara aktif untuk mengalahkan acuan. Di lain sisi, reksa dana indeks saham dikelola secara pasif oleh manajer investasi dengan cara menyusun portofolio investasi yang mengikuti sebuah indeks saham. Indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan seluruh pergerakan harga sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metode tertentu. Contoh reksa dana indeks saham, yaitu BNI-AM Indeks IDX30 dan Principal Index IDX30. Sesuai dengan namanya, kedua reksa dana indeks ini dikelola oleh manajer investasi agar menyerupai kinerja indeks saham IDX30.

Berikut adalah dua komponen lain yang membedakan reksa dana saham dengan reksa dana indeks saham.

  1. Biaya pengelolaan (management fee)

Biaya pengelolaan reksa dana saham lebih tinggi daripada reksa dana indeks saham karena portofolio investasi reksa dana saham dikelola secara aktif.

  1. Imbal hasil

Karena tujuan dari reksa dana saham adalah mengalahkan tolok ukur, yakni indeks harga saham gabungan (IHSG), maka reksa dana saham memiliki potensi untuk memberikan imbal hasil di atas IHSG.

Melihat adanya perbedaan kelebihan dan kekurangan di antara reksa dana saham dengan reksa dana indeks saham dapat menjadi alasan yang bijak untuk melakukan diversifikasi portofolio supaya imbal hasil investasi tetap optimal atau risiko investasi yang tetap minimal.

Salam Moduit!

 

Share:

CARA MEMBACA PROSPEKTUS REKSA DANA

 

Hi, Moduers!

Sebelum membeli reksa dana, ada 2 hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu fund fact sheet dan prospektus reksa dana. Tujuannya adalah untuk mengenali komposisi dan latar belakang reksa dana agar tidak salah memilih. Untuk cara mudah membaca fund fact sheet reksa dana dapat kamu temukan di sini.

Fund fact sheet merupakan ringkasan dari prospektus dan fokus kepada isi reksa dana sebagai produk investasi. Di dalam prospektus reksa dana, selain terdapat komposisi reksa dana juga terdapat informasi peraturan, kebijakan, hingga latar belakang orang-orang yang berada di balik manajemen investasi. Oleh karena itu, prospektus biasanya berisi puluhan halaman, sedangkan fund fact sheet hanya terdiri dari satu hingga dua halaman. Tetapi, kamu tidak perlu membaca keseluruhan halaman prospektus. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu kamu perhatikan saat membaca prospektus:

 

Prospektus Reksa Dana Eastspring Investments Cash Reserve

Prospektus Reksa Dana Eastspring Investments Cash Reserve*

  1. Rekam Jejak Manajer Investasi

Berdasarkan prospektus reksa dana di atas, rekam jejak manajer investasi dapat dilihat pada bab III halaman 15. Rekam jejak manajer investasi dapat dilihat dari lisensi yang dimiliki, apakah sudah memperoleh lisensi wakil manajer investasi (WMI) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum. Serta sudah berapa lama dan bagaimana pengalaman manajer investasi dalam mengelola reksa dana?

  1. Bank Kustodian

Bank kustodian adalah bank yang mewakili investor untuk menyimpan uang yang diinvestasikan di reksa dana, sehingga pastikan bank kustodian telah memiliki persetujuan sebagai kustodian di bidang Pasar Modal serta telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, kamu juga bisa melihat rekam jejak dan pengalaman bank kustodian dalam melayani nasabah pada bagian bank kustodian di prospektus reksa dana.

  1. Tujuan dan Kebijakan Investasi

Tujuan dan kebijakan investasi ini perlu diketahui, apakah sudah sesuai dengan jenis reksa dana yang bersangkutan. Berikut adalah tabel panduan dalam membaca prospektus berkaitan dengan tujuan dan kebijakan investasi reksa dana.

NO.JENIS REKSA DANATUJUAN INVESTASIKEBIJAKAN INVESTASI (KOMPOSISI PORTFOLIO INVESTASI)
1.Reksa dana pasar uangMemberikan imbal hasil yang stabil dan likuid.100% pada produk pasar uang, yakni deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dan/atau obligasi yang jatuh tempo di bawah satu tahun.
2.Reksa dana pendapatan tetapMemperoleh kinerja optimal dalam jangka menengah dengan investasi utama pada efek utang (obligasi) yang diterbitkan di IndonesiaMinimal 80% obligasi pemerintah atau korporasi dan maksimal 20% pasar uang atau saham
3.Reksa dana sahamMendapatkan kinerja portofolio yang menarik dalam jangka panjang melalui pengelolaan efek, terutama saham yang diterbitkan di Indonesia secara aktif.Paling sedikit 80% saham dan sisanya obligasi atau pasar uang.
4.Reksa dana indeksMemperoleh penambahan nilai investasi yang setara dengan kinerja indeks (tolok ukur atau benchmark)Paling sedikit 80% diinvestasikan pada efek yang merupakan bagian dari indeks tersebut
5.Reksa dana campuranMemberikan imbal hasil optimal kepada investor dengan beberapa jenis alokasi aset yakni pasar uang, surat utang, dan saham.Pasar uang, obligasi, dan saham yang komposisinya tidak melebihi 79%

Tabel Tujuan dan Kebijakan Investasi Reksa Dana Berdasarkan Prospektus

Selain tujuan dan kebijakan investasi reksa dana berdasarkan tabel di atas, perlu juga diperhatikan kebijakan pembagian hasil investasi yang diperoleh produk reksa dana bersangkutan. Pembagian hasil investasi reksa dana, biasanya dibukukan kembali ke dalam produk reksa dana sehingga akan meningkatkan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Untuk pemegang unit pernyertaan (investor) yang ingin menikmati hasil investasi dapat menjual kembali sebagian atau seluruh unit penyertaan yang dimilikinya.

  1. Metode yang Digunakan dalam Perhitungan Nilai Pasar Wajar

Metode yang digunakan dalam perhitungan nilai pasar wajar harus sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM dan LK atau yang kini disebut dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut peraturan BAPEPAM dan LK Nomor IV.C.2 dan POJK Tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, memuat ketentuan antara lain sebagai berikut:

  1. Nilai pasar wajar dari Efek dalam portofolio reksa dana wajib dihitung dan disampaikan oleh Manajer Investasi kepada Bank Kustodian paling lambat pukul 17.00 WIB (tujuh belas Waktu Indonesia Barat) setiap Hari Bursa.
  2. Penghitungan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana, wajib menggunakan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang ditentukan oleh Manajer Investasi.
  3. Unit penyertaan dihitung berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada akhir Hari Bursa yang bersangkutan, setelah pembukuan reksa dana diselesaikan, tanpa memperhitungkan peningkatan atau penurunan kekayaan reksa dana karena permohonan pembelian dan/atau pelunasan yang diterima oleh bank kustodian pada hari yang sama.
  4. Persyaratan dan Tata Cara Pembelian, Penjualan Kembali, dan Pengalihan Unit Penyertaan

Pada bagian persyaratan dan tata cara pembelian, penjualan kembali, serta pengalihan unit penyertaan, terdapat jumlah minimum dan maksimum untuk setiap jenis transaksi. Moduers tidak perlu membaca satu persatu karena tim Moduit sudah mengaturnya di aplikasi, sehingga kamu hanya bisa menginput nominal unit maupun rupiah sesuai ketentuan di prospektus.

Sekian cara membaca prospektus reksa dana yang dapat kamu lakukan.

Salam Moduit!

 

*) Disclaimer: Prospektus dan penjelasan berkaitan dengan produk reksa dana hanya sebagai contoh, bukan rekomendasi investasi.

 

Share:

Investasi Dulu atau Asuransi Dulu?

Hi, Moduers!

Jika perencanaan keuangan diibaratkan sebagai rumah, maka arus kas (cashflow), manajemen utang, dan dana darurat dapat diibaratkan sebagai sebuah fondasi. Asuransi diibaratkan sebagai tembok yang melindungi dan investasi sebagai atap rumah.

ilustrasi rumah

Oleh karena itu, sebelum mulai berinvestasi ada baiknya kamu mulai membangun fondasi dan tembok rumahmu terlebih dahulu.

Untuk membangun fondasi rumah, kamu bisa baca artikelnya di sini.

A. Pengertian Asuransi

Menurut KBBI, asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu pembayar iuran (nasabah) dan pihak pemberi jaminan (perusahaan asuransi) apabila terjadi sesuatu kepada nasabah atau milik nasabah sesuai dengan perjanjian. Dengan begitu, nasabah dapat mengurangi atau mengalihkan kerugian finansial kepada perusahaan asuransi akibat kejadian tidak terduga seperti penyakit, kecelakaan, dan/atau kematian.

B. Jenis Asuransi

Secara umum ada dua jenis asuransi, yaitu asuransi umum yang mencover harta benda seperti asuransi rumah dan kendaraan. Yang kedua adalah asuransi jiwa yang melindungi manusia seperti asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis.

  1. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan adalah jenis asuransi yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau perawatan para anggota asuransi jika mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Secara garis besar ada dua jenis perawatan yang ditawarkan perusahaan-perusahaan asuransi, yaitu rawat inap dan rawat jalan.

Pada dasarnya asuransi ini diperlukan oleh semua orang, sehingga ketika sakit atau mengalami kecelakaan tidak perlu mencairkan atau menjual aset yang dimiliki.

Asuransi kesehatan ini sangat disarankan untuk dimiliki pada saat masih sehat dan berusia muda atau produktif, karena semakin tua usia seseorang akan semakin mahal premi yang dibayarkan.

  1. Asuransi Jiwa

Tujuan dari asuransi jiwa adalah melindungi kondisi finansial keluarga yang ditinggalkan setelah tertanggung meninggal dunia sampai tanggungan terkecil (anggota keluarga paling muda) mampu hidup mandiri. Oleh karena itu, asuransi jiwa dibutuhkan oleh pencari nafkah utama atau tulang punggung keluarga agar:

  • Keluarga yang ditinggalkan tetap memperoleh penghasilan seperti ketika pencari nafkah masih ada.
  • Terlindungi dari beban utang, dan bahkan
  • Bisa memperoleh dan menyiapkan dana pencairan warisan seperti balik nama property dan pajak warisan.

Saat mencari asuransi jiwa, salah satu hal yang perlu difokuskan adalah uang pertanggungan (UP) yang diberikan, apakah sesuai kebutuhan atau tidak?

C. Tips Memilih Asuransi

Berikut adalah tips dalam memilih asuransi, baik jiwa maupun kesehatan:

1. Kenali kebutuhan kamu:
1. Asuransi Jiwa:

Ada beberapa cara untuk mengetahui kebutuhan asuransi jiwa yang diperlukan. Salah satunya adalah dengan menghitung jumlah biaya hidup (baik untuk kebutuhan maupun gaya hidup) apabila sang tulang punggung keluarga harus mengalami risiko kehidupan seperti cacat tetap dan total, sakit kritis, bahkan meninggal di usia dini. Jumlah biaya hidup ini biasanya diperhitungkan sampai  anak terkecil di dalam keluarga tertanggung tersebut mencapai usia mandiri.

2. Asuransi Kesehatan:

Kenali kebutuhanmu, salah satunya di negara mana saja kamu membutuhkan perlindungan dari asuransi tersebut?

Kelas kamar seperti apa yang kamu butuhkan? Kamar biasa atau VVIP?

Lalu belilah asuransi dengan manfaat sesuai kebutuhan, bisa mulai dari asuransi kesehatan yang terdapat inner limit (batasan) atau yang sesuai tagihan (as-charged). Perhatikan juga jenis penyakit yang dikecualikan atau ketentuan khusus lainnya.

2. Total premi bulanan tidak lebih dari 10% pengeluaran bulanan.

Untuk mulai berasuransi, ada baiknya kamu memastikan total premi bulanan asuransi jiwa dan kesehatanmu tidak melebih 10% dari pengeluaran bulanan agar tidak mengganggu arus kas.

3. Cek rekam jejak pengklaiman

Pengecekan rekam jejak pengklaiman terhadap perusahaan asuransi sangat perlu dilakukan agar tahu bagaimana pengklaiman yang sebenarnya terjadi di lapangan, apakah sesuai dengan perjanjian dan kebutuhan atau tidak. Pastikan juga kamu melaporkan riwayat penyakit yang telah diderita sebelumnya agar tidak terjadi kegagalan pengklaiman asuransi karena ketidakjujuran (non-disclosure of preexisting conditions).

4. Kemudahan komunikasi dan akses informasi

Kemudahan komunikasi dan akses informasi antara nasabah dengan perusahaan atau agen asuransi sangat diperlukan karena asuransi merupakan sebuah kontrak jangka panjang.

 

Itu dia Moduers, hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang asuransi. Keberadaannya penting untuk melindungi masa depan keluarga dan hasil kerja kerasmu.

Jadi, investasi dulu atau asuransi dulu? Kini, kamu bisa memiliki keduanya. Karena Trimegah Asset Management telah menghadirkan TRAM Consumption Plus, reksa dana saham yang menawarkan fasilitas asuransi jiwa. Kamu bisa mendapatkan uang pertanggungan hingga Rp500.000.000 tanpa dikenakan biaya premi tambahan dan tanpa pemotongan nilai investasi, dengan syarat:

  1. Investor dalam kondisi sehat.
  2. Berusia 18-69 tahun.
  3. Memiliki saldo investasi minimal Rp5.000.000 di akhir bulan.

Klik di sini untuk informasi lengkapnya.

Salam Moduit!

 

Share:

Backend API Developer

Are you passionate about building web applications with the latest technology? Bring your skills to mobile screens and work together with our development team to redefine how apps are built.

Roles & Responsibilities:
  • Design, build, and maintain efficient, reusable, and reliable C# code
  • Identify bottlenecks and bugs, and devise solutions to these problems
  • Ensure the best possible performance, quality, and responsiveness of the API
  • Analyze, communicate and resolve production and development problem
  • Help maintain code quality and organization
  • Translate application storyboards and use cases into functional applications
  • Provide API support to other team members & Users
Technical Skills:
  • Minimum 2+ years of software development experience
  • Proficient in C# and ASP.NET Core
  • Strong understanding of object-oriented programming
  • Proficient in SQL Server and MongoDB
  • Familiarity with other Relational Databases such as MySQL and PosgreSQL will be a plus
  • Familiarity with Redis will be a plus
  • Experience with code versioning tools (Git)
  • Familiarity with GitLab CI/CD will be a plus
  • Familiar with docker & kubernetes development environment
  • Understanding fundamental design principles behind a scalable application
  • Familiarity with automated testing platforms and unit tests
  • Familiarity with bechmarking tools will be a plus
Non-technical Skills:
  • Team player
  • Excellent time-management skill
  • Great interpersonal and communication skill

What’s it like working at PT Moduit Digital Indonesia?

Working in Moduit lands you the opportunity to develop new skills and be part of a young, dynamic team. Our culture encourages authenticity, fun yet result-oriented and open communication. If you are interested in shaping the future of finance and making things happen, let’s talk!

Please send your application to [email protected]

React Native Developer

Are you passionate about building web applications with the latest technology? Bring your skills to mobile screens and work together with our development team to redefine how apps are built.

Roles & Responsibilities:
  • Develop highly responsive applications
  • Analyze, communicate and resolve production and development problem
  • Enhance the performance of an application close to a native one
  • Create maintainable code
  • Take advantage of devices native APIs (android or ios) for deep integration and performance improvement
  • Transition existing React web apps to React Native
  • Collaborate with UI/UX team translating designs and wireframes into smooth user screen, animation, and user journey
  • Coordinating with various teams working on distinct layers
Qualifications
  • Knowledge of Object-Oriented Programming
  • Familiar and capable to write optimized typescript code
  • Capability to write Well-documented code with typescript that is easily readable
  • Familiarity with code versioning tools (Git)
  • Having the knowledge of third-party dependencies and debugging dependency conflicts that might occur
  • Understanding of native build tools like Xcode, Gradle etc.
  • Experience in testing with tools like Jest, Detox, Cypress will be a plus
  • Knowledge about Offline Storage, REST APIs, and document request model
  • Knowledge for benchmarking and optimization tools will be a plus
  • Knowledge for GitLab CI/CD pipeline will be a plus
Non-technical Skills:
  • Team player
  • Excellent time-management skill
  • Great interpersonal and communication skill

What’s it like to work at PT Moduit Digital Indonesia?

Working in Moduit lands you the opportunity to develop new skills and be part of a young, dynamic team. Our culture encourages authenticity, fun yet result-oriented and open communication. If you are interested in shaping the future of finance and making things happen, let’s talk!

Please send your application to [email protected]

Cara Pintar Memulai Investasi

Hi, Moduers!

Akhir-akhir ini, ada banyak pertanyaan yang masuk ke Moduit tentang bagaimana caranya mulai berinvestasi, yang artinya sangat bagus karena sudah semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya investasi.

Tapi, sebelum mulai berinvestasi, ada baiknya kamu memastikan bahwa kondisi keuangan kamu aman terlebih dahulu dengan cara:

  1. Pastikan Pemasukan Lebih Besar dari Pengeluaran
    Salah satu indikator kondisi keuangan yang sehat adalah cashflow yang positif (pemasukan lebih besar dari pengeluaran). Karena dengan cashflow yang positif, kita dapat terhindar dari utang dan mulai menyisihkan uang untuk tabungan, dana darurat, dan investasi.
  2. Lunasi Utang Konsumtif
    Utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk keperluan konsumsi dan tidak menghasilkan pendapatan atau aset. Contohnya jika seseorang membeli pakaian untuk digunakan sendiri menggunakan kartu kredit, maka itu termasuk ke dalam utang konsumtif. Berbeda halnya jika kartu kredit tersebut digunakan untuk membeli lebih banyak pakaian yang akan dijual kembali dan menghasilkan keuntungan (utang produktif). Idealnya, rasio total utang produktif dan konsumtif yang sehat tidak lebih dari 30% dari pendapatan bulanan kamu.

    Jika kamu memiliki jumlah utang konsumtif yang banyak dan bingung harus mulai menyelesaikannya dari mana, kamu bisa coba dengan dua metode ini:

    1. Debt Snowball, yaitu melunasi utang dari pokok utang terkecil.
      Contoh daftar utang yang dimiliki:

      Pokok UtangBunga
      Rp1.000.00015%
      Rp2.000.00025%
      Rp3.000.00010%
    2. Debt Avalanche, yaitu melunasi utang dari bunga terbesar.
      Contoh daftar utang yang dimiliki:

      Pokok UtangBunga
      Rp1.000.00015%
      Rp2.000.00025%
      Rp3.000.00010%

      Keduanya sama-sama bisa dipraktikkan dan tidak ada benar atau salah.

  1. Mulai Siapkan Dana Darurat
    Cashflow sudah aman, utang konsumtif sudah beres, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan dana darurat. Untuk sebagian orang, menyiapkan dana darurat ini dianggap kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil yang tinggi seperti berinvestasi di instrumen keuangan yang berisiko tinggi. Padahal, dengan adanya dana darurat kamu bisa mengantisipasi hal-hal buruk yang tidak terduga seperti kendaraan yang tiba-tiba rusak atau di PHK. Selain itu, dana darurat juga bisa membantu kamu mencegah timbulnya utang.

    Karena tujuan dana darurat adalah mengantisipasi hal-hal buruk yang tidak terduga, salah satunya kehilangan mata pencaharian, maka dana darurat bisa disiapkan sebesar 3 sampai 12 kali total pengeluaran bulanan.

    Misalnya, A tidak memiliki tanggungan dan memiliki pengeluaran sebesar 3 juta per bulan, maka dana darurat yang perlu disiapkan sebesar 9 juta untuk 3 bulan sampai 36 juta rupiah untuk 12 bulan.

    Contoh lainnya, B yang memiliki 4 orang tanggungan termasuk dirinya sebagai tulang punggung keluarga memiliki total pengeluaran sebesar 12 juta, maka B perlu menyiapkan dana darurat sebesar 36 juta untuk 3 bulan sampai 144 juta rupiah untuk 12 bulan.

    Dana darurat ini bisa disimpan sebagian di rekening tabungan biasa dan sisanya diinvestasikan di instrumen investasi berisiko rendah dan likuid seperti deposito, atau reksa dana pasar uang.

Baca juga : Deposito VS Reksa dana Pasar Uang : Lebih Untung Mana?

Dana darurat tidak direkomendasikan untuk diinvestasikan semuanya karena untuk menarik atau menjual kembali deposito dan reksa dana pasar uang membutuhkan waktu yang lebih lama daripada menarik uang tunai dari atm atau bank.

Itu dia Moduers, 3 cara pintar yang dapat kamu lakukan sebelum mulai berinvestasi. Semoga artikel ini membantu dan jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-temanmu yah.

Salam Moduit!

 

Share:

Cara Mudah Baca Fund Fact Sheet

Hai, Moduers!

 

Di era digital sekarang, banyak hal yang bisa kita lakukan dengan lebih mudah secara online. Salah satunya berinvestasi reksa dana. Tetapi, tahukah kamu? Dengan segala kemudahannya, kamu juga perlu loh untuk mengenal produk apa yang kamu beli. Salah satu cara mengenalinya adalah dengan membaca fund fact sheet reksa dana.

Fund fact sheet adalah ringkasan laporan produk reksa dana yang diterbitkan oleh manajer investasi yang berisi tentang kinerja reksa dana, jumlah dana kelolaan, dan portofolio.”

Dengan membaca dan memahami fund fact sheet, kamu bisa membandingkan dan memilih reksa dana yang cocok untuk kamu dan tujuan investasimu.

Di bawah ini ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam membaca fund fact sheet yang bisa kamu ikuti. Semoga bisa membantu kamu ya, Moduers!

Contoh fund fact sheet dalam artikel kali ini, diambil dari Manulife Dana Kas II.

Manulife Dana Kas II

 

Berikut 5 poin penting yang harus kamu perhatikan saat membaca fund fact sheet :

1. Tujuan Investasi

Pastikan tujuan investasi produk reksa dana sesuai dengan tujuan investasimu. Misalnya, kamu memiliki tujuan mengumpulkan dana darurat dengan imbal hasil yang lebih tinggi daripada tabungan atau deposito tetapi juga mudah dicairkan (likuid).

Maka, reksa dana pasar uang yang memiliki tujuan mendapatkan pendapatan dengan memperhatikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan memiliki likuiditas yang tinggi (mudah dicairkan) bisa dijadikan pilihan.

 

2. Informasi Biaya Dalam Reksa Dana

Pada bagian informasi biaya, kamu dapat melihat beberapa informasi seperti tanggal peluncuran reksa dana, harga unit, total Nilai Aktiva Bersih, biaya transaksi (pembelian, penjualan, pengalihan) dan biaya manajemen. Biaya manajemen dan kustodian akan dibebankan dalam perhitungan harga NAB (Nilai Aktiva Bersih). Di Di Moduit, kamu sebagai investor tidak perlu membayar biaya pembelian, penjualan, dan biaya pengalihan (biaya transaksi) pada jenis reksa dana apa pun, sesuai prospektus produk.

 

3. Faktor-faktor Risiko Utama dan Profil Risiko

Setiap instrumen investasi tentunya memiliki jenis dan tingkat risiko yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pastikan profil risikomu sesuai dengan profil reksa dana yang kamu pilih ya, Moduers. Tetapi, kalau berbeda pun bukan berarti kamu tidak bisa membeli reksa dana tersebut, hanya saja porsi investasinya perlu disesuaikan.

 

Selanjutnya, yuk kita kenali faktor-faktor risiko yang ada :

  • Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan

Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan ini terjadi apabila ada penurunan harga aset di dalam portofolio reksa dana (saham, obligasi, dan atau pasar uang) yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai investasi reksa dana.

  • Risiko Likuiditas

Arti dari risiko likuiditas ini adalah manajer investasi mengalami kesulitan untuk menyediakan uang tunai saat investor ingin mencairkan investasinya. Menurut peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK), manajer investasi sebagai pengelola portofolio reksa dana memiliki batas waktu membayar uang investor hingga 7 hari kerja (hari Sabtu, Minggu, dan tanggal merah tidak dihitung) setelah investor memberi instruksi penjualan reksa dananya. Ini berarti, investor reksa dana akan menerima pencairan maksimal 7 hari kerja setelah penjualan reksa dana dilakukan.

  • Perubahan Alokasi Efek Dalam Kebijakan Investasi

Setiap instrumen investasi tentu memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Di dalam satu jenis reksa dana terdapat lebih dari satu jenis efek atau aset. Seperti reksa dana pasar uang yang terdiri dari deposito atau Sertifikat Bank Indonesia, dan obligasi yang jatuh tempo di bawah satu tahun. Obligasi yang jatuh temponya di bawah satu tahun dapat dikategorikan sebagai instrumen investasi dengan risiko rendah. Tetapi jika dibandingkan dengan deposito, risiko dari obligasi tentu lebih tinggi. Oleh karena itu, apabila terdapat perubahan alokasi efek pada reksa dana, hal ini dapat mengubah tingkat risiko suatu produk reksa dana.

  • Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik

Moduers, kondisi ekonomi dan politik yang mempengaruhi pasar modal tentunya akan mempengaruhi instrumen investasi yang terdapat di dalam reksa dana. Tetapi, risiko perubahan kondisi ekonomi dan politik ini cenderung rendah untuk reksa dana pasar uang, karena seluruh portofolio reksa dana pasar uang berisi produk pasar uang seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi yang jatuh temponya di bawah satu tahun. Di sisi lain, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap perubahan kondisi ekonomi dan politik karena sebagian besar portofolionya berisi produk pasar modal seperti saham dan obligasi.

  • Risiko Perubahan Peraturan Perpajakan

Saat ini, keuntungan dari reksa dana bukan merupakan objek pajak. Dalam perhitungan NAB, kewajiban perpajakan telah dipenuhi sehingga keuntungan penjualan reksa dana sendiri sudah tidak dikenakan pajak lagi. Apabila suatu saat peraturan perpajakan ini berubah, hal ini bisa jadi akan mempengaruhi imbal hasil yang akan diterima oleh investor.

  • Risiko Perubahan Tingkat Suku Bunga

Perubahan tingkat suku bunga akan mempengaruhi tingkat imbal hasil dari deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dan juga obligasi di dalam portofolio reksa dana. Apabila tingkat suku bunga bank turun, maka imbal hasil dari Sertifikat Bank Indonesia dan obligasi akan jadi lebih menarik (lebih tinggi daripada imbal hasil tabungan bank dan deposito). Begitu pun sebaliknya.

  • Risiko Wanprestasi atau Risiko Gagal Bayar

Risiko ini dapat terjadi jika manajer investasi dan bank kustodian tidak dapat menjual kembali atau menerima pencairan efek investasi yang sudah jatuh tempo.

  • Risiko Pembubaran dan Likuidasi

Sebuah produk reksa dana dapat dibubarkan dan dilikuidasi apabila dana kelolaannya berada di bawah Rp10 miliar selama 120 hari bursa berturut-turut dan jika manajer investasi melakukan pelanggaran atas peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

4. Kinerja Investasi dan Grafik Kinerja Historis

Salah satu poin yang bisa kamu pertimbangkan dan bandingkan saat membeli reksa dana adalah kinerja investasi dan grafik kinerja historisnya. Reksa dana yang bagus, kinerjanya akan konsisten berada di atas tolok ukur atau benchmark. Berbeda dengan reksa dana indeks yang tujuannya menyerupai tolok ukur (benchmark) yang diukur melalui tracking error. Sehingga untuk reksa dana indeks, pilihlah reksa dana dengan tracking error yang kecil.

 

5. Komposisi Utama Portofolio Reksa Dana (Top Holdings)

Last but not least, adalah informasi top holdings reksa dana yang biasanya terdiri dari 5 hingga 10 emiten. Top holdings adalah daftar kepemilikan efek terbesar dalam suatu portofolio reksa dana.

Misalnya, pada daftar 10 kepemilikan efek terbesar dalam portofolio investasi Manulife Dana Kas II terdapat ADMFIJ (obligasi korporasi Adira Dinamika Multi Finance), ASIIIJ (obligasi korporasi Astra International), BEIAIJ (obligasi korporasi Eximbank), dan lain-lain. Maka, itu berarti sebagian besar aset Manulife Dana Kas II diinvestasikan pada 10 emiten tersebut, termasuk obligasi korporasiAdira Dinamika Multi Finance, Astra International, Eximbank, dan lain-lain.

Gimana Moduers? Mudah kan cara baca fund fact sheet reksa dana? Kalau kamu merasa artikel ini membantu dan bermanfaat, share artikel ini ke teman-temanmu juga yah!

Salam Moduit!

 

*) Disclaimer: seluruh gambar dan penjelasan yang berkaitan dengan produk reksa dana di dalam artikel ini hanya berupa contoh, bukan rekomendasi investasi.

 

Share:

Satrio Tower, 6th Floor
Jl. Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5
Jakarta Selatan 12950, Indonesia

Petunjuk Arah

Jam Operasional
Hari bursa pukul 08.30 – 17.00 WIB

  • Tel.+6221 5020 2900
  • Fax.+6221 5020 2922
Chat Dengan Kami
Follow