UIUX Designer

Description

Are you passionate about building web applications with the latest technology? Bring your skills to mobile screens and work together with our development team to redefine how apps are built.

Roles & Responsibilities
  • Work closely with Product Managers and Engineering team to build a product that solves users needs
  • Translate product’s vision and requirements into a clearly defined user journeys, end-to-end experiences and conceptual screen designs that includes but not limited to prototypes and wireframes
  • Generate ideas to improve and grow the product metrics from the product design perspective and give inputs to iterate the overall product strategy
  • Execute all visual design stages from concept to final hand-off to engineering
  • Continuously keep yourself and the design team updated on new design trends and changes in the industry standards by conducting industry research on best practices, competitor UI designs and emerging technologies.
Qualifications/Requirement
  • Minimum 3 years relevant experience and have launched minimum 1 product to live (personal or teamwork; please provide portfolio)
  • Good knowledge of design fundamentals such as design thinking framework and human-centered design in order to develop products
  • Excellent organizational skills, project management, collaborative teamwork with a wide range of stakeholders
  • Familiar with Figma, Adobe XD, and up-to-date knowledge of design softwares
  • Excellent communication skills and proficient in English

What’s it like working at PT Moduit Digital Indonesia?

Working in Moduit lands you the opportunity to develop new skills and be part of a young, dynamic team. Our culture encourages authenticity, fun yet result-oriented and open communication. If you are interested in shaping the future of finance and making things happen, let’s talk!

Please send your application to [email protected]oduit.id

Product Manager

Description

Are you passionate about building web applications with the latest technology? Bring your skills to mobile screens and work together with our development team to redefine how apps are built.

Roles & Responsibilities
  • Responsible for the product planning and execution throughout the Product Life Cycle, including defining the product vision, gathering and prioritizing product and customer requirements, writing product requirement document, and working closely with multiple teams to ensure product objectives are met
  • Collaborate with the multiple teams (design, engineering, operation, legal, marketing, etc.) to come up with the solutions to mitigate complexities in execution for stakeholders & other teams (either legal, timeline, etc.)
  • Monitor product quality and ensure product is solving user journey (product quality beyond bugs/operation issue)
  • Monitor product implementation and ensure timely progress
  • Identify key metrics that inform the success of products and be responsible for the delivery of each metrics
  • Conduct market intelligence to maintain competitiveness and profitability of product offering
  • Address the product market dynamics & changing user behaviors
Qualifications/Requirement
  • Minimum 5 years experience. Have previous product development background is preferred
  • Excellent analytical and problem-solving skills
  • Excellent communication skills and proficient in English
  • Able to communicate complex business or technical information effectively
  • Great stakeholder management skills to drive various growth projects
  • A quick learner to absorb new knowledge in the fast-changing and dynamic industry, demonstrated a track record of getting things done in fast-paced environment
  • A strong drive to make things happen, charisma, and ability to influence
  • Has experience working for fintech company is a plus

What’s it like working at PT Moduit Digital Indonesia?

Working in Moduit lands you the opportunity to develop new skills and be part of a young, dynamic team. Our culture encourages authenticity, fun yet result-oriented and open communication. If you are interested in shaping the future of finance and making things happen, let’s talk!

Please send your application to [email protected]

AWAS! INVESTASI BODONG MERAJALELA, KENALI CIRINYA

Hai, Moduers!

Moduers, belakangan ini ada banyak sekali penawaran investasi bodong yang mengatasnamakan orang-orang terkenal bahkan perusahaan yang bergerak di bidang keuangan seperti Moduit. Sayangnya, masih ada banyak orang yang menjadi korban dari penawaran investasi bodong seperti ini. Jadi, ada baiknya kamu mengenali ciri-ciri investasi bodong berikut, agar kamu tidak menjadi korban selanjutnya.

1. Investasi Bodong Menawarkan Keuntungan/Return yang Tidak Masuk Akal

Moduers, salah satu hal yang patut dicurigai dari sebuah penawaran investasi adalah ketika kamu ditawari keuntungan atau return investasi yang sangat tinggi dalam waktu singkat dan bersifat tetap atau pasti. Karena pada dasarnya, investasi adalah penanaman modal terhadap sebuah bisnis atau usaha yang mana jumlah keuntungannya tidak pasti. Kecuali investasi itu berupa surat utang atau deposito yang memberikan kupon atau bunga secara rutin dengan jumlah yang masih masuk akal. 

Berikut adalah panduan return yang wajar dari masing-masing instrumen investasi:

NO.

Instrumen Investasi

Imbal Hasil (Return) bersih per tahun

1.

Deposito bank

3-4% 

2.

Reksa Dana Pasar Uang

4.8-5%

3.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

8-10%

4.

Reksa Dana Campuran

9-20%

5.

Reksa Dana Saham/Indeks Saham

13-21%

6.

Saham

13-21%

7.

Obligasi Pemerintah

5-6%

8.

P2P Lending

14-20%

9. 

Emas

10-12%

10.

Valuta Asing

13-15%

Sumber: Bloomberg, Investing, Kemenkeu, Kontan, dan sumber lainnya.

Data imbal hasil (return) setiap instrumen investasi dapat berubah-ubah seiring waktu dan kondisi pasar.

2. Bebas atau Minim Risiko

Selain ditawari return yang cepat dan fantastis, investasi bodong juga biasanya mengklaim investasi yang mereka tawarkan minim atau bahkan bebas risiko. Padahal, karakter dasar dari sebuah investasi adalah keuntungan yang besar akan diikuti dengan risiko yang besar juga (high risk, high return). Kalau kamu mau dapat return 20%, maka kamu pun harus siap mengalami kerugian 20%. (Walaupun keuntungan atau kerugian ini masih bersifat floating. Jadi, jika investasi belum dijual atau dicairkan maka keuntungan atau kerugian belum terealisasi.)

3. Mengatasnamakan Public Figure atau Perusahaan Terkenal

Saat menawarkan investasi bodong, seringkali pelaku mencatut nama public figure terkenal atau perusahaan besar untuk mendapatkan kepercayaan dari calon korban. Bahkan, tidak jarang mereka juga mengakui bahwa investasi yang mereka tawarkan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan menunjukkan surat izin palsu. Oleh karena itu, ada baiknya kamu mencari tahu lebih banyak dan bersikap kritis terhadap setiap tawaran investasi yang kamu terima. Kamu juga bisa mengunjungi situs OJK atau Bappebti secara langsung untuk mengetahui apakah investasi yang ditawarkan masuk ke dalam daftar investasi resmi.

4. Minta Bertransaksi di Luar Aplikasi Resmi

Saat ini, ada banyak aplikasi investasi (baik itu investasi Reksa Dana, P2P lending, saham, dll) yang tersedia untuk memudahkan penggunanya untuk berinvestasi. Aplikasi investasi yang baik dan benar harus sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK serta telah mendapat izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo). Jadi, kamu jangan mau untuk diminta bertransaksi di luar aplikasi atau situs resmi perusahaan ya, Moduers!

5. Rekening Tujuan Tidak Resmi

Moduers, kamu perlu waspada ketika kamu diminta untuk mentransfer ke nomor rekening yang tidak sesuai dengan nama perusahaan atau nama public figure yang dicatut. Ketika kamu berinvestasi Reksa Dana di Moduit dan ingin melakukan pembayaran, maka pastikan nama rekening tujuan berawalan kata Reksa Dana. Jadi missal, kamu ingin melakukan pembayaran investasi Reksa Dana Principal Philantrophy Social Impact Bond Fund, maka nama rekening tujuannya adalah Reksa Dana Principal Philantrophy Social Impact Bond Fund.

Lalu, bagaimana supaya tidak terjebak investasi bodong?

1. Mindset: Investasi Bukan Cara Instan untuk Kaya

Jika tujuan investasimu adalah menjadi kaya secara instan, maka ada baiknya kamu membangun pola pikir dan tujuan yang tepat lebih dulu, Moduers. Karena, dari ciri-ciri investasi bodong di atas yang menawarkan keuntungan besar secara instan dan bebas risiko, kita bisa menyadari bahwa target para pelaku investasi bodong adalah orang-orang serakah yang ingin kaya secara instan. 

2. Cari Informasi Sebanyak Mungkin Sebelum Berinvestasi

Cari informasi sebanyak mungkin sebelum berinvestasi, mulai dari:

a. Perusahaannya;

b. Izin usahanya;

c. Orang-orang di balik perusahaan itu;

d. Jenis dan cara kerja investasi yang ditawarkan;

e. Imbal hasil dan risiko investasinya, hingga;

e. Sosial media resmi dan testimoni orang-orang yang sudah pernah berinvestasi di sana.

Untuk investasi di pasar modal seperti Reksa Dana, saham, dan obligasi, pastikan perusahaan sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK, sedangkan perusahaan investasi pada komoditi seperti emas harus memperoleh izin dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).

Orang-orang yang bekerja di pasar modal maupun di pasar komoditi pada umumnya harus memiliki lisensi atau izin khusus untuk menjalankan profesinya. Misalnya, tim ahli dari Manajer Investasi harus telah memperoleh lisensi sebagai WMI (Wakil Manajer Investasi) dari OJK untuk mengelola aset-aset dalam Reksa Dana. 

3. Selalu Bersikap Kritis Terhadap Informasi dan Penawaran yang Diterima

Kemudahan dalam menyebarluaskan dan menerima informasi membuat kita harus lebih berhati-hati dalam mencerna informasi sebelum mengambil keputusan. Jadi, setiap kamu menerima informasi atau tawaran investasi, pastikan kamu sudah mencari tahu kebenarannya lebih dulu dan selalu ingat prinsip 2 L (Legal dan Logis) ya, Moduers! 

Kamu juga bisa melaporkan ke Satgas Waspada Investasi dari OJK jika kamu menemukan investasi bodong melalui [email protected] atau telepon ke 157 (layanan konsumen OJK).

Selamat berinvestasi, Moduers! Salam Moduit!

Share:

Mr Market Penuh Ketidakpastian, Aku Harus Apa?

Hai, Moduers!

Apakah sebagai seorang investor kamu tidak hanya menghadapi ketidakpastian status dari gebetan, tetapi juga ketidakpastian dari pasar modal? Hari ini mau investasi mumpung harga saham lagi naik, eh tidak berapa lama kemudian setelah saham itu dibeli harganya malah turun. Pagi ini harga sahamnya naik, nanti siang sudah turun lagi. Besok harga sahamnya turun, besoknya lagi malah naik. Duh, aku harus apa?

Yaudah yuk, kita belajar cara menghadapi ketidakpastian Mr. Market alias pasar modal dari artikel ini.

Pasar modal layaknya pasar biasa, merupakan tempat transaksi jual beli. Bedanya, di dalam pasar modal, yang diperjualbelikan adalah sekuritas (surat berharga seperti saham dan obligasi) yang dijual oleh perusahaan yang memerlukan modal dan dibeli oleh investor, pihak yang memiliki dana atau modal. Penjualan sekuritas (yang mana dalam artikel ini adalah saham) pertama kali dijual oleh perusahaan kepada masyarakat saat IPO (Initial Public Offering). Pada saat IPO, harga saham akan ditentukan oleh perusahaan sekuritas yang dihubungi oleh perusahaan (underwriter). Setelah proses IPO terjadi, harga saham selanjutnya akan sangat bergantung kepada permintaan dan penawaran saham di pasar modal, sehingga dalam pasar modal ada siklus seperti ini. 

Wall Street Cheat Sheet

Apabila permintaan terhadap saham sebuah perusahaan naik sedangkan jumlah penawaran saham tetap atau bahkan menurun, maka harga sahamnya juga akan mengalami kenaikan. Begitupun sebaliknya.

Pada grafik Psychology of A Market Cycle di atas, dapat terlihat bahwa titik harga terendah sebuah saham adalah ketika awalnya investor tidak mempercayai harga saham tersebut akan mengalami kenaikan (disbelief). Namun, kemudian investor mulai memiliki harapan (hope), optimisme (optimism), kepercayaan (belief), dan bahkan mulai mengajak investor lainnya untuk membeli saham tersebut (thrill) ketika harga saham itu semakin tinggi. Hingga, harga saham mencapai puncak tertingginya ketika orang-orang begitu yakin bahwa harga sahamnya akan menjadi semakin tinggi (euphoria). Padahal, selanjutnya harga saham akan terus menurun hingga mencapai titik depression karena ada banyak investor dan institusi lainnya yang menjual saham-saham mereka saat harganya masih di atas titik depression. 

Jika diperhatikan, grafik Psychology of a Market Cycle tersebut sangat dipengaruhi oleh penguasaan emosi dan sikap investor. Di mana saat harga saham berada di titik paling tinggi, para investor justru berbondong-bondong untuk membeli saham tersebut, dan sebaliknya, tidak ada yang berani membeli saham itu ketika harganya masih berada pada titik terendah. Hal ini dikarenakan pada saat harga saham berada di titik terendah (disbelief), sebagian besar investor merasa takut (fear) untuk berinvestasi, sedangkan pada saat harga saham mencapai titik tertinggi, mereka akan menjadi serakah dan tidak lagi memedulikan risiko yang ada.

Hal ini sangat selaras dengan 2 poin berikut yang mempengaruhi permintaan dan penawaran saham dalam siklus pasar, yaitu:

1. Fundamental perusahaan yang berkaitan dengan perubahan keuntungan perusahaan dan siklus kredit atau utang.

2. Penguasaan emosi dan sikap (psikologi) investor terhadap risiko di pasar modal.

 

Bahkan, penguasaan emosi dan sikap investor memegang peran terbesar dalam kesuksesan berinvestasi. 

 

Jadi, bagaimana kita tahu bahwa harga saham masih terlalu rendah atau sudah terlalu tinggi di pasar modal?

1. Cari tahu, apakah valuasi pasar melebihi apa yang telah terjadi di masa lalu.

Jika tidak ada perbedaan antara valuasi pasar di masa lalu dan di masa kini, maka kemungkinan harga saham berada pada tingkatan yang sesuai.

2. Perhatikan bagaimana sikap mayoritas investor di pasar modal. Apakah mereka terlalu pesimis atau justru terlalu optimis dan penuh euphoria? (Be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful.-Warren Buffet).

Ketika kamu yakin bahwa siklus pasar modal berada pada titik yang rendah, kamu bisa mempertimbangkan untuk membentuk portofolio yang lebih agresif dengan:

1. Menginvestasikan lebih banyak modal.

2. Berinvestasi pada saham lini kedua (second liner).

3. Berinvestasi pada saham yang diuntungkan oleh momentum atau kondisi makroekonomi yang baik. 

Sebaliknya, jika siklus pasar sedang berada titik yang tinggi, ada baiknya kamu membentuk portofolio yang defensif dengan cara:

1. Memegang lebih banyak uang kas.

2. Berinvestasi pada instrumen yang lebih rendah risiko.

3. Berinvestasi pada saham berfundamental kuat dan tidak siklikal.

Tips dan cara di atas dapat kamu terapkan saat kamu mengelola portofolio investasimu sendiri. Tetapi, untuk kamu yang masih merasa perlu bantuan untuk mengelola portofoliomu, kamu bisa mulai berinvestasi pada reksa dana saham atau reksa dana indeks saham sambil belajar.

 

Salam Moduit.

 

Share:

Pentingnya Peran Psikologi Dalam Berinvestasi

Hai, Moduers!

Selama ini, kamu sudah sering baca buku tentang investasi? Sering ikut webinar tentang reksa dana? Bahkan kamu juga beli produk investasi rekomendasi influencer? Tapi portofolio investasi kamu masih belum berkembang juga? Kira-kira kenapa ya?

Yuk, coba cari tahu dulu di artikel ini.

Peran Besar Psikologi dalam Berinvestasi

Moduers, ketika berinvestasi, kita tidak hanya membicarakan tentang strategi, tetapi juga perlu mempelajari psikologi dalam berinvestasi. Alasannya, menurut Dr. Van K. Tharp, seorang psikolog profesional dan trader coach, ada 3 faktor yang berperan dalam menentukan kesuksesan berinvestasi dengan bobot kepentingan sebagai berikut, penguasaan emosi (psychology) 60%, pengaturan uang (money management) 30%, dan strategi trading sebesar 10%. Yang artinya, psikologi manusia memainkan peran yang sangat besar dalam kesuksesan berinvestasi.

Kesuksesan Berinvestasi

 

Otak Emosional Manusia dan Persepsi yang Diciptakan

Pada dasarnya, dalam otak manusia terdapat bagian yang bernama limbic system atau otak emosional yang seringkali membentuk persepsi-persepsi berikut:

1. Mempercayai suatu hal karena hal itu juga dipercayai oleh banyak orang.

2. Mengambil keputusan dengan data yang minim dan bergantung pada rekomendasi teman atau keluarga.

3. Menunda mengambil keputusan dalam berinvestasi karena menganggap bahwa informasi tambahan sekecil apapun dapat membuat keputusan berinvestasi menjadi lebih baik (bias informasi).

4. Menahan keuntungan dan tidak ingin menerima kerugian sehingga membiarkan kerugian semakin besar.

5. Menghindari kerugian dan mencari kentungan.

Dengan atau tanpa kamu sadari, persepsi-persepsi di atas merupakan buah dari akar rasa takut (akan kerugian) dan keserakahan dalam mendapatkan keuntungan. 

Misalnya karena ingin cepat kaya (serakah), kamu mempercayakan uangmu kepada sebuah institusi keuangan yang juga dipercayai oleh banyak orang dapat menghasilkan keuntungan investasi dalam waktu singkat dan tanpa risiko. Selain itu, kamu juga tidak mencari informasi lebih lanjut tentang institusi keuangan tersebut karena hal itu juga direkomendasikan oleh teman atau keluargamu. Sehingga tanpa kamu sadari, kamu telah mempercayakan uangmu kepada institusi ilegal yang menipu. Alih-alih mendapatkan keuntungan, kamu malah menjadi rugi karena keserakahan dan ketidaktahuanmu.

Kerugian dalam berinvestasi juga dapat terjadi ketika kamu merasa takut (yang berlebihan) akan kerugian. Kerugian itu bisa berupa kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan karena takut mulai berinvestasi atau kerugian karena tidak berani menjual aset yang nilainya telah merugi sehingga nilai kerugiannya semakin besar.

Misalnya, kamu menginvestasikan dana pernikahanmu untuk sepuluh tahun ke depan pada saham. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya ilmu, kamu menyadari bahwa ternyata saham pilihanmu tidak memiliki kinerja yang baik sehingga investasimu terus merugi. Mengetahui fakta itu, alih-alih kamu segera menjual kembali dan memindahkan dana pernikahanmu ke saham lain atau ke instrumen investasi yang lain, kamu lebih memilih untuk membiarkan dana pernikahanmu di saham tersebut dengan harapan nilai investasinya bisa naik, yang mana kemungkinannya kecil terjadi.

Tips Psikologi dalam Berinvestasi

Persepsi atau bias-bias psikologi yang ditimbulkan oleh otak emosional manusia merupakan hal yang normal, sehingga kamu tidak perlu terlalu takut menghadapinya. Untuk mengambil keputusan investasi yang rasional kamu perlu menyadari bahwa persepsi atau bias psikologi itu ada dan bisa dikendalikan. Caranya?

1. Pahami bahwa berinvestasi bukanlah cara untuk menjadi kaya secara instan, sehingga tidak perlu menjadi serakah.

2. Kenali juga bahwa investasi tidak seberbahaya itu jika kamu mengenali instrumen investasi dan risikonya.

Risk comes from not knowing what you’re doing. – Warren Buffet.

3. Belajar dan selalu pertanyakan informasi atau rekomendasi yang kamu terima dari mana pun.

4. Saat ingin mengambil keputusan, pastikan kamu tidak sedang diliputi oleh emosi baik itu rasa senang, sedih, marah, dan lain-lain. Selalu ambil keputusan berdasarkan fakta dan data menggunakan logika.

Kira-kira kamu pernah mengalami bias psikologi dalam berinvestasi nggak, Moduers? 

Salam Moduit!

Share:

Serba-serbi Reksa Dana US Dollar

Hai, Moduers!

Tahukah kamu? Kalau kamu punya kesempatan untuk berinvestasi di Reksa Dana dengan mata uang asing selain Rupiah loh! Penasaran? Yuk, cari tahu di artikel ini!

Moduers, selama ini mungkin kita familiar dengan berbagai jenis Reksa Dana seperti Reksa Dana pasar uang, Reksa Dana pendapatan tetap, Reksa Dana saham, dan Reksa Dana campuran. Tapi, ternyata Reksa Dana juga terbagi berdasarkan jenis mata uang yang digunakan saat transaksi jual beli produk investasi. Berdasarkan peraturan OJK, mata uang yang diperbolehkan di dalam Reksa Dana antara lain, Rupiah, US Dollar, dan Euro. Tetapi, mata uang yang populer digunakan untuk berinvestasi Reksa Dana saat ini adalah mata uang Rupiah dan US Dollar.

Pada dasarnya, kebijakan investasi Reksa Dana dengan mata uang Rupiah tidak jauh berbeda dengan Reksa Dana dengan mata uang US Dollar. Keduanya sama-sama tunduk pada Peraturan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. 

Perbedaan Berinvestasi Reksa Dana US Dollar dan Reksa Dana Rupiah

1. Variasi Instrumen Investasi 

Investasi di Reksa Dana US Dollar menggunakan mata uang US Dollar yang diakui seluruh dunia sehingga Manajer Investasi mempunyai pilihan untuk membeli efek (saham atau obligasi) dari negara lain. Namun, Investasi Reksa Dana di instrumen luar negeri hanya diperbolehkan maksimal 15% dari total dana kelolaan Reksa Dana sesuai dengan peraturan OJK. Hal ini berbeda dengan Reksa Dana Syariah Efek Global yang menurut peraturan OJK, diperbolehkan untuk berinvestasi minimal 50% dari total dana kelolaan Reksa Dana ke efek luar negeri.

2. Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana

Apabila harga NAB Reksa Dana Rupiah dimulai dari Rp1.000, maka Reksa Dana US Dollar dimulai dari harga $1. Selain itu, jika harga NAB Reksa Dana Rupiah terdiri dari 2 hingga 4 angka di belakang koma, harga NAB Reksa Dana US Dollar menggunakan minimal 4 angka di belakang koma.

Risiko Berinvestasi Reksa Dana US Dollar

1. Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Meskipun investasi Reksa Dana US Dollar menggunakan US Dollar, portofolio investasi juga dapat dialokasikan terhadap instrumen keuangan yang menggunakan mata uang selain US Dollar sesuai dengan prospektus, sehingga ada resiko nilai tukar yang dapat mempengaruhi kinerja dari reksadana tersebut. 

2. Biaya Transfer Dana

Moduers, ketika kamu berinvestasi Reksa Dana, biasanya kamu akan dikenakan biaya transfer antarbank jika rekening bank kamu berbeda dengan rekening Bank Kustodian bukan?

Nah, hal ini juga berlaku saat kamu berinvestasi Reksa Dana US Dollar. Bahkan, akan ada beberapa biaya tambahan yang dikenakan seperti biaya komisi bank pengirim, biaya same day agar uang diterima di hari yang sama, biaya bank koresponden, dan biaya full amount atau biaya yang dikeluarkan agar nominal yang diterima sesuai dengan yang dituliskan. Tetapi, kamu tidak perlu khawatir Moduers! Karena di Moduit, proses berinvestasi Reksa Dana US Dollar menggunakan bank lokal yaitu bank BCA untuk penampungan ketika melakukan jual beli Reksa Dana, sehingga kamu bisa meminimalkan biaya yang ada. 

Keuntungan Berinvestasi Reksa Dana US Dollar

1. Cocok untuk Diversifikasi Portofolio

Moduers, tidak dapat dipungkiri bahwa ketika berinvestasi akan ada risiko yang tidak dapat dihindari (risiko sistematis), salah satunya adalah risiko negara. Risiko ini ada ketika sebuah negara sedang mengalami perubahan kondisi politik, pemilihan umum presiden, dan bahkan peperangan yang dapat memberikan sentimen terhadap pasar modal. Walaupun risiko ini tidak dapat dihindari, tetapi risiko ini dapat diminimalisasi dengan mendiversifikasi portofolio investasi ke Reksa Dana mata uang asing (US Dollar).

2. Cocok untuk Mencapai Tujuan Keuangan di Luar Negeri

Untuk kamu yang punya tujuan untuk melanjutkan studi atau tinggal di luar negeri beberapa waktu ke depan, kamu bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi di Reksa Dana US Dollar untuk mengurangi risiko perubahan nilai mata uang asing di masa yang akan datang.

Gimana Moduers? Kamu tertarik untuk berinvestasi Reksa Dana USD? Semoga artikel ini bisa membantumu yah!

Salam Moduit!

Share:

Fakta-Fakta Reksa Dana Syariah Yang Harus Kamu Tahu

Hai, Moduers!

Dalam berinvestasi, biasanya kita tidak hanya dihadapkan pada pilihan instrumen atau sarana berinvestasi, tetapi juga pilihan jenis produk seperti produk investasi konvensional atau syariah.

Reksa Dana sendiri merupakan salah satu instrumen investasi berupa wadah yang berisi kumpulan modal para investor. Kumpulan modal ini nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi dan dialokasikan ke beberapa aset seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Reksa Dana Syariah memiliki pengertian yang sama dengan Reksa Dana konvensional, hanya saja ada beberapa hal dan peraturan yang membedakan keduanya. Apa sajakah itu?

  1. Diawasi oleh OJK dan DPS

Moduers, kamu pasti tahu bahwa agar dapat berinvestasi dengan aman, kamu perlu memastikan bahwa Reksa Dana tersebut telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada Reksa Dana Syariah, Reksa Dana tidak hanya diawasi oleh OJK tetapi juga oleh DPS atau Dewan Pengawas Syariah.

Dewan Pengawas Syariah memiliki wewenang untuk memastikan pengelolaan Reksa Dana sesuai dengan prinsip syariah, seperti dengan tidak berinvestasi pada perusahaan rokok, minuman beralkohol ataupun bank konvensional, serta memastikan dana investor hanya boleh dialokasikan pada perusahaan yang rasio utang terhadap total aset perusahaan maksimal 45%. Dewan Pengawas Syariah wajib melaporkan hasil pengawasan syariah minimal 6 (enam) bulan sekali kepada dewan direksi dan komisaris Manajer Investasi, DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional yang dibentuk oleh Majelis Ulama Indonesia), dan regulator. Dewan Pengawas Syariah juga akan merekomendasikan penyaluran dana hasil cleansing kepada Manajer Investasi.

 

  1. Dikelola oleh Manajer Investasi Syariah atau Unit Khusus

Berdasarkan POJK No.61 Tahun 2016 yang mengatur tentang pembentukan Manajer Investasi Syariah, OJK telah mewajibkan Reksa Dana Syariah dikelola oleh Manajer Investasi Syariah atau unit khusus bernama Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS). Hingga April 2021, terdapat 1 Manajer Investasi Syariah dan 61 Manajer Investasi dengan UPIS yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

 

  1. Terdapat Proses Pembersihan Pendapatan Reksa Dana Syariah

Pada Reksa Dana Syariah, semua pendapatan yang masuk haruslah sesuai dengan prinsip syariah. Apabila terdapat pendapatan non-halal dalam pengelolaannya, yang mana hal ini tidak bisa dihindari, maka dari itu perlu dilakukan cleansing. Proses cleansing merupakan pembersihan Reksa Dana Syariah dari pendapatan yang tidak memenuhi prinsip syariah atau hal-hal yang dapat mengganggu status kehalalan dari uang yang diperoleh selama proses investasi berlangsung. Biasanya dana dari proses cleansing akan disumbangkan dalam kegiatan amal.

Contoh pendapatan non-halal yang dimaksud seperti bunga yang diperoleh atas dana yang mengendap di rekening Bank Kustodian, yang umumnya merupakan rekening di bank umum. Ketika seorang investor menempatkan dananya untuk berinvestasi di Reksa Dana, dana tersebut ada yang langsung ditarik dan dipindahkan ke rekening utama, ada pula yang dibiarkan mengendap dulu beberapa waktu, sehingga bank akan memberikan bunga. Walaupun jumlahnya kecil, pendapatan bunga tersebut harus dicatat secara terpisah karena tidak bisa diakui sebagai pendapatan dan selanjutnya akan diamalkan. Proses inilah yang kemudian disebut dengan cleansing.

Selain hal tersebut di atas, dana hasil cleansing juga berpotensi muncul dari aksi korporasi yaitu penerbitan utang. Sebagai contoh apabila suatu perusahaan yang unit usaha dan rasio keuangannya telah memenuhi prinsip syariah melakukan pinjaman ke bank. Akibat dari aksi tersebut, maka rasio utangnya berubah mencapai lebih dari 45 persen sehingga oleh OJK dan BEI dikeluarkan dari Daftar Efek Syariah (DES). Ternyata sewaktu dikeluarkan, Manajer Investasi Reksa Dana Syariah belum sempat menjual semua saham selama lebih dari 10 hari kerja dan harganya mengalami kenaikan. Kenaikan harga yang terjadi setelah suatu saham dikeluarkan dari DES selanjutnya juga tidak boleh diakui sebagai pendapatan Reksa Dana Syariah dan harus dicatatkan secara terpisah untuk diamalkan. Tetapi, apa bila penjualan saham dilakukan dalam 10 hari kerja, kenaikan harga saham tersebut dapat diperhitungkan ke dalam NAB (Nilai Aktiva Bersih)

 

  1. Keuntungan dan Dampak Sosial Reksa Dana Syariah

Pada poin ketiga, dijelaskan bahwa terdapat proses pembersihan pendapatan Reksa Dana antara pendapatan yang halal dan tidak halal. Hasil dari pembersihan pendapatan ini nantinya tidak langsung masuk kepada pemilik modal tetapi akan diarahkan pada hal-hal yang bersifat amal. Adanya proses ini menunjukkan bahwa Reksa Dana Syariah tidak hanya mementingkan keuntungan yang sebesar-besarnya, melainkan juga memberikan dampak positif kepada masyarakat.

 

  1. Manajer Investasi Hanya Boleh Berinvestasi di Efek yang Terdaftar di DES

Manajer Investasi hanya boleh berinvestasi pada Efek yang terdaftar dalam DES (Daftar Efek Syariah) yang dikeluarkan oleh OJK 2 (dua) kali dalam setahun. DES merupakan daftar perusahaan yang menjual saham dan obligasinya sesuai dengan prinsip syariah. DES menjadi pedoman Manajer Investasi dalam melakukan pengelolaan Reksa Dana Syariah.

 

  1. Reksa Dana Syariah Memiliki Risiko yang Relatif Lebih Terjaga

Reksa Dana Syariah memiliki risiko yang relatif lebih terjaga karena dana investor hanya boleh diinvestasikan pada perusahaan yang total utangnya lebih kecil daripada aset, yang artinya merupakan salah satu indikator perusahaan yang sehat. Selain itu, adanya keterbatasan bidang usaha perusahaan penerbit instrumen syariah membuat Reksa Dana Syariah hanya bisa berinvestasi pada bidang usaha yang sehat dan dapat diandalkan seperti infrastruktur, komoditas, manufaktur, dan properti.

Tetapi, kedua hal ini bukan berarti bahwa Reksa Dana Syariah bebas risiko. Karena dalam berinvestasi, ada beberapa risiko sistematis yang tidak dapat dihindari.

Baca di sini untuk kenali risiko yang ada pada reksa dana.

 

SUMMARY

NO.KOMPONENREKSA DANA KONVENSIONALREKSA DANA SYARIAH
1.Badan pengawasOtoritas Jasa KeuanganOtoritas Jasa Keuangan dan Dewan Pengawas Syariah
2.PengelolaManajer Investasi konvensionalManajer Investasi Syariah atau Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS)
3.Proses pembersihan pendapatan reksa danaTidak adaAda
4.Keuntungan reksa danaTidak disumbangkan, kecuali produk Reksa Dana filantropi atau disebutkan lain.Keuntungan atau pendapatan Reksa Dana yang tidak halal (seperti pendapatan bunga bank) disumbangkan atas rekomendasi Dewan Pengawas Syariah
5.Perusahaan yang diinvestasikanPerusahaan manapun selama masih sesuai dengan ketentuan dan peraturan OJK.Efek yang terdaftar dalam DES
6.RisikoTerdapat risiko kerugian, apabila MI berinvestasi pada banyak perusahaan yang total utangnya lebih besar daripada aset.Relatif lebih terjaga karena hanya berinvestasi pada perusahaan yang total utangnya lebih kecil daripada aset.

 

Itu dia Moduers, fakta-fakta tentang Reksa Dana Syariah yang harus kamu tahu. Kapan lagi bisa berinvestasi tapi juga sekaligus beramal untuk membantu sesama yang lebih membutuhkan? Dengan berinvestasi di Reksa Dana Syariah, Moduers tidak hanya mendapatkan keuntungan semata tetapi juga menjadi ladang pahala atas amal yang disalurkan.

Kamu tertarik untuk berinvestasi Reksa Dana Syariah? Yuk langsung kunjungi www.moduit.com atau download aplikasi Moduit di Play Store atau App Store sekarang!

Salam Moduit!

 

Share:

Portofolioku Kebakaran, Aku Harus Apa?

Di suatu kota yang ramai, hiduplah seorang Pemuda yang hidup sebatang kara dan memiliki mimpi untuk membeli rumah di kota seberang. Agar bisa membeli rumah impiannya, Pemuda telah berhitung berapa lama ia harus bekerja. Tetapi, tidak hanya sampai di situ, dalam perjalanan mencapai mimpinya, Pemuda mengenal monster tak kasat mata yang dapat membunuh mimpinya apabila monster ini tidak ia kenali. Monster tak kasat mata itu bernama Inflasi. Oleh karena itu, pemuda ini mencari tahu senjata apa yang dapat ia gunakan untuk melawan Monster Inflasi itu.

Singkat cerita, setelah mencari ilmu ke sana ke mari, Pemuda menemukan senjata bernama investasi yang dapat melawan Monster Inflasi. Tetapi, perjalanan Pemuda masih juga belum selesai. Karena ternyata, senjata itu tidak hanya bisa membakar Monster Inflasi tetapi juga bisa membakar mimpi Pemuda, apabila senjata itu tidak digunakan dengan hati-hati. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh Pemuda?

Moduers, apakah kamu pernah atau mungkin sedang menjalani perjalanan yang mirip dengan kisah Pemuda di atas? Kamu punya tujuan keuangan, tetapi untuk mencapainya kamu perlu senjata (investasi) untuk melawan inflasi agar mimpimu dapat tercapai. Tetapi, saat menggunakan senjata itu, kamu juga berpotensi membakar mimpimu jika kamu tidak tahu bagaimana cara menggunakan senjata itu atau memadamkan api jika kebakaran (portofolio investasi) terjadi.

Memang, dalam berinvestasi, terkadang ada potensi kerugian yang dapat terjadi. Potensi kerugian ini diindikasikan dengan angka minus dan warna merah seperti api pada nilai portofolio investasi. Lalu, pertanyaannya, apa yang harus dilakukan saat portofolio investasi kebakaran?

 

 

Cari Sumber Apinya

Penurunan nilai investasi terjadi karena adanya penurunan harga aset dalam portofolio. Penurunan harga aset seperti saham dan obligasi dapat terjadi karena berbagai macam faktor seperti, inflasi, suku bunga, perubahan kondisi ekonomi dan politik, dan lain-lain. Oleh karena itu, sebelum panik ada baiknya kamu mencari tahu lebih dulu apa alasan penurunan portofolio investasi kamu.

Lihat Jarak Api dengan Tujuan

Setelah mengetahui sumber apinya, kamu bisa melihat jarak api dengan tujuan investasi kamu. Maksudnya, coba lihat apakah portofolio kamu mengalami penurunan pada saat tujuanmu hampir tercapai? Jika ya, kamu bisa menjual asetmu yang telah terbakar (bernilai negatif) atau menukarnya dengan aset lain agar kerugian tidak semakin membesar. Tetapi, jika tujuanmu masih jauh, tidak ada salahnya kamu biarkan atau tambahkan nilai investasimu. Karena, portofolio kebakaran bukan berarti kamu telah benar-benar rugi, tetapi masih hanya berupa potensi atau paper loss (kerugian di atas kertas yang belum terealisasi) karena kamu belum menjual kembali aset tersebut.

Tetap Berjalan Sampai Tujuan

Sebesar apapun api atau potensi kerugian yang dihadapi, pastikan kamu tidak berhenti belajar dan berusaha ya, Moduers! Karena seperti dalam kehidupan nyata, api itu ada, tetapi api itu bisa dimanfaatkan untuk memasak, menghangatkan tubuh saat cuaca dingin, dan lain-lain. Dalam berinvestasi, risiko kerugian itu juga pasti ada, tetapi kita bisa berhati-hati agar kita tidak mengalami kerugian yang begitu besar dan menguras harta.

Caranya?

Selalu bekali dirimu dengan pengetahuan berinvestasi dan praktikkan saat kamu berinvestasi. Karena, ilmu dan pengalaman juga bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan monster apapun yang akan menghalangi kita dalam mencapai mimpi-mimpi kita.

 

Kamu bisa follow akun resmi Moduit di bawah ini agar kemampuan berinvestasimu semakin tajam dan bisa mencapai tujuan keuanganmu.

 

Instagram: @moduitapp

YouTube: Moduit Digital Indonesia

LinkedIn: Moduit Digital Indonesia

Facebook: @moduitapp

Website: www.moduit.id

 

Selamat belajar dan berjuang, salam Moduit!

Share:

Cara Mudah Menghitung Keuntungan Reksa Dana

Hai, Moduers!

Ketika berinvestasi reksa dana, tentunya kamu mengharapkan keuntungan dari investasi tersebut bukan? Tapi, bagaimana caranya kita tahu kalau investasi reksa dana kita untung atau rugi?

Sesuai dengan judul, pada artikel ini akan dibahas bagaimana cara menghitung keuntungan reksa dana dengan mudah. Sehingga, untuk kamu yang masih pemula pun tetap bisa mengikutinya.

Saat berinvestasi reksa dana, kamu akan membeli yang namanya unit penyertaan. Unit penyertaan merupakan satuan kepemilikan reksa dana yang kamu beli dengan “harga bersih reksa dana” atau NAB (Nilai Aktiva Bersih). NAB disebut harga bersih karena NAB merupakan harga reksa dana setelah dikurangi biaya operasional reksa dana seperti biaya administrasi, biaya bank kustodian, dan lain-lain.

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB reksa dana dihitung oleh Bank Kustodian di akhir hari pada setiap hari bursa. Jika kamu melakukan pembelian sebelum batas waktu harian (jam 13.00 WIB), maka transaksimu akan diproses menggunakan NAB hari bursa tersebut. Contohnya, kamu berinvestasi di reksa dana BNP Paribas Rupiah Plus senilai Rp200.000 ketika NABnya sebesar Rp2.000 per unit. Jika pembelian kamu lakukan sebelum jam 13.00 WIB, maka transaksimu menggunakan NAB hari bursa tersebut dan kamu akan memperoleh 100 unit penyertaan.

Dalam berinvestasi reksa dana, keuntungan investasi diperoleh ketika harga NAB per unit saat unit reksa dana dijual lebih tinggi daripada harga NAB per unit saat reksa dana dibeli. Misalnya, pada contoh di atas, kamu memperoleh 100 unit penyertaan reksa dengan harga Rp2.000 per unit.

Lalu, setelah beberapa waktu, kamu menjual kembali 100 unit penyertaan reksa danamu ketika NABnya sebesar Rp2.100 per unit. Dari hasil penjualan (redemption) tersebut kamu akan memperoleh uang sebesar Rp210.000.

Ini artinya, kamu memperoleh keuntungan sebesar Rp10.000 atau 5% dari investasi tersebut.

Selain itu, untuk mengetahui keuntungan atau kerugian investasi reksa dana, kamu juga bisa melihatnya di portofolio investasimu pada bagian potensi laba rugi seperti ini. Potensi laba rugi ini baru terealisasi ketika kamu melakukan penjualan. Jadi ketika kamu melihat potensi kerugian, kamu tidak perlu panik Moduers, karena kerugian itu masih berupa paper loss (kerugian di atas kertas yang belum terealisasi).

Sekarang, kamu sudah mengerti kan, bagaimana nilai keuntungan dan kerugian reksa dana diperoleh? Semoga kamu semakin semangat berinvestasi ya, Moduers!

 

Salam Moduit!

 

 

*) Disclaimer: seluruh gambar dan penjelasan yang berkaitan dengan produk reksa dana di dalam artikel ini hanya berupa contoh, bukan rekomendasi investasi.

 

Share:

LANGKAH CERDAS SIAPKAN DANA PENSIUN

LANGKAH CERDAS SIAPKAN DANA PENSIUN

 

Hi, Moduers!

Sadarkah kamu, seiring berjalannya waktu, uang memiliki daya beli yang semakin lemah? Kalau ada lagu anak-anak yang menyebutkan uang Rp200,- bisa membeli semangkuk bakso, sekarang tentu sudah tidak bisa bukan? Inilah yang dinamakan inflasi. Inflasi terjadi dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan tidak dapat dihindari. Tapi, tenang Moduers! Ada sebuah cara yang bisa kamu lakukan untuk melawan inflasi, yaitu investasi. Dengan berinvestasi, selain bisa melawan inflasi, kamu juga bisa mencapai tujuan keuanganmu lebih cepat dibandingkan dengan hanya menabung. Salah satu tujuan keuangan yang bisa kamu capai dengan berinvestasi adalah memiliki dana pensiun.

Pada artikel kali ini, akan dibahas cara mempersiapkan dan berinvestasi untuk dana pensiun yang sudah dapat dilakukan sesegera mungkin atau sejak kamu memiliki penghasilan.

Untuk mempersiapkan dana pensiun, ada 4 langkah yang dapat kamu lakukan:

  1. Menentukan Gaya Hidup yang Diinginkan Pada Saat Pensiun

Memasuki masa pensiun, biasanya akan terjadi perubahan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi pola pemasukan dan pengeluaran. Misalnya, pada saat bekerja ada pengeluaran bulanan untuk transportasi. Pada saat pensiun, karena sudah jarang bepergian maka pengeluaran untuk transportasi akan berkurang. Tetapi, pengeluaran untuk suplemen dan perawatan kesehatan justru bertambah. Atau saat berusia produktif kamu tinggal di perkotaan, sedangkan saat pensiun kamu ingin tinggal di desa. Perubahan kebutuhan dan keinginan seperti ini lah yang harus dipikirkan dan diperhitungkan angkanya agar dana pensiun dapat direncanakan.

  1. Tentukan Jumlah Dana yang Harus Dipersiapkan untuk Pensiun

Setelah menentukan gaya hidup yang diinginkan pada saat pensiun, perhitungkan jumlah dana yang harus dipersiapkan pada saat pensiun ditambah dengan inflasi.

Sumber: calculator.net

 

Misalnya, saat ini kamu berusia 30 tahun dan berencana untuk pensiun 30 tahun lagi, yakni pada usia 60 tahun (N= 30 tahun x 12 bulan). Berdasarkan harga kebutuhanmu untuk pensiun sekarang, kamu perlu dana pensiun sebesar Rp1 miliar (Present Value). Uang Rp1 miliar saat ini tentunya akan berbeda nilainya dengan uang Rp1 miliar di 30 tahun ke depan karena adanya inflasi. Diasumsikan rata-rata inflasi per tahun di Indonesia sebesar 3% (Interest per year). Maka, uang Rp1 miliar saat ini nilainya sama dengan Rp2.4 miliar di 30 tahun yang akan datang (Future Value).

  1. Tentukan Instrumen Investasi untuk Dana Pensiun

Ada beberapa instrumen investasi yang dapat kamu gunakan untuk mempersiapkan dana pensiun, salah satunya reksa dana. Reksa dana bisa jadi instrumen investasi yang cocok untuk kamu, terutama kalau kamu masih awam dalam berinvestasi dan tidak punya banyak waktu untuk mempelajari investasi lebih lanjut. Karena dengan investasi reksa dana, kamu akan dibantu oleh pihak profesional yaitu, manajer investasi.

Di masa awal persiapan dana pensiun yang biasanya membutuhkan waktu lebih dari lima tahun, kamu dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi pada reksa dana saham atau reksa dana indeks saham yang bisa memberikan imbal hasil paling tinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Walaupun reksa dana saham atau reksa dana indeks saham juga memiliki risiko yang paling tinggi di antara jenis reksa dana lainnya, risiko tersebut dapat diminimalisasi dengan investasi jangka panjang secara rutin.

Lalu, saat akan memasuki masa pensiun (3 tahun sebelum pensiun), kamu dapat mengalihkan reksa dana saham atau reksa dana indeksmu ke reksa dana pendapatan tetap yang risikonya berada di bawah reksa dana saham dan reksa dana indeks, tetapi imbal hasilnya masih mampu mengalahkan inflasi.

  1. Mulai Sisihkan

Langkah keempat dan yang terakhir adalah mulai praktik ilmu yang ada di artikel ini dengan menyisihkan penghasilanmu untuk dana pensiun. Semakin awal kamu mulai menyisihkan, semakin sedikit uang yang perlu disisihkan untuk mencapai target dana pensiunmu. Kamu juga bisa menggunakan fitur Moduit Navigator untuk mengetahui nilai investasi yang diperlukan setiap bulannya dan fitur Moduit Discipline untuk membantumu berinvestasi secara rutin.

Berikut adalah cara menentukan jumlah investasi setiap bulannya untuk dana pensiun dengan menggunakan Moduit Navigator.

Moduit Navigator

 

Moduit Navigator ini, bisa kamu akses kapan pun di mana pun melalui web moduit.id atau aplikasi Moduit yang bisa kamu unduh melalui Google Play Store atau Apple App Store. Jadi, sangat praktis bukan?

Yuk, mulai siapkan dana pensiunmu, Moduers!

Salam Moduit!

Share:

Satrio Tower, 6th Floor
Jl. Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5
Jakarta Selatan 12950, Indonesia

Petunjuk Arah

Jam Operasional
Hari bursa pukul 08.30 – 17.00 WIB

  • Tel.+6221 5020 2900
  • Fax.+6221 5020 2922
Chat Dengan Kami
Follow