Fakta-Fakta Reksa Dana Syariah Yang Harus Kamu Tahu

Hai, Moduers!

Dalam berinvestasi, biasanya kita tidak hanya dihadapkan pada pilihan instrumen atau sarana berinvestasi, tetapi juga pilihan jenis produk seperti produk investasi konvensional atau syariah.

Reksa Dana sendiri merupakan salah satu instrumen investasi berupa wadah yang berisi kumpulan modal para investor. Kumpulan modal ini nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi dan dialokasikan ke beberapa aset seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Reksa Dana Syariah memiliki pengertian yang sama dengan Reksa Dana konvensional, hanya saja ada beberapa hal dan peraturan yang membedakan keduanya. Apa sajakah itu?

  1. Diawasi oleh OJK dan DPS

Moduers, kamu pasti tahu bahwa agar dapat berinvestasi dengan aman, kamu perlu memastikan bahwa Reksa Dana tersebut telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada Reksa Dana Syariah, Reksa Dana tidak hanya diawasi oleh OJK tetapi juga oleh DPS atau Dewan Pengawas Syariah.

Dewan Pengawas Syariah memiliki wewenang untuk memastikan pengelolaan Reksa Dana sesuai dengan prinsip syariah, seperti dengan tidak berinvestasi pada perusahaan rokok, minuman beralkohol ataupun bank konvensional, serta memastikan dana investor hanya boleh dialokasikan pada perusahaan yang rasio utang terhadap total aset perusahaan maksimal 45%. Dewan Pengawas Syariah wajib melaporkan hasil pengawasan syariah minimal 6 (enam) bulan sekali kepada dewan direksi dan komisaris Manajer Investasi, DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional yang dibentuk oleh Majelis Ulama Indonesia), dan regulator. Dewan Pengawas Syariah juga akan merekomendasikan penyaluran dana hasil cleansing kepada Manajer Investasi.

 

  1. Dikelola oleh Manajer Investasi Syariah atau Unit Khusus

Berdasarkan POJK No.61 Tahun 2016 yang mengatur tentang pembentukan Manajer Investasi Syariah, OJK telah mewajibkan Reksa Dana Syariah dikelola oleh Manajer Investasi Syariah atau unit khusus bernama Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS). Hingga April 2021, terdapat 1 Manajer Investasi Syariah dan 61 Manajer Investasi dengan UPIS yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

 

  1. Terdapat Proses Pembersihan Pendapatan Reksa Dana Syariah

Pada Reksa Dana Syariah, semua pendapatan yang masuk haruslah sesuai dengan prinsip syariah. Apabila terdapat pendapatan non-halal dalam pengelolaannya, yang mana hal ini tidak bisa dihindari, maka dari itu perlu dilakukan cleansing. Proses cleansing merupakan pembersihan Reksa Dana Syariah dari pendapatan yang tidak memenuhi prinsip syariah atau hal-hal yang dapat mengganggu status kehalalan dari uang yang diperoleh selama proses investasi berlangsung. Biasanya dana dari proses cleansing akan disumbangkan dalam kegiatan amal.

Contoh pendapatan non-halal yang dimaksud seperti bunga yang diperoleh atas dana yang mengendap di rekening Bank Kustodian, yang umumnya merupakan rekening di bank umum. Ketika seorang investor menempatkan dananya untuk berinvestasi di Reksa Dana, dana tersebut ada yang langsung ditarik dan dipindahkan ke rekening utama, ada pula yang dibiarkan mengendap dulu beberapa waktu, sehingga bank akan memberikan bunga. Walaupun jumlahnya kecil, pendapatan bunga tersebut harus dicatat secara terpisah karena tidak bisa diakui sebagai pendapatan dan selanjutnya akan diamalkan. Proses inilah yang kemudian disebut dengan cleansing.

Selain hal tersebut di atas, dana hasil cleansing juga berpotensi muncul dari aksi korporasi yaitu penerbitan utang. Sebagai contoh apabila suatu perusahaan yang unit usaha dan rasio keuangannya telah memenuhi prinsip syariah melakukan pinjaman ke bank. Akibat dari aksi tersebut, maka rasio utangnya berubah mencapai lebih dari 45 persen sehingga oleh OJK dan BEI dikeluarkan dari Daftar Efek Syariah (DES). Ternyata sewaktu dikeluarkan, Manajer Investasi Reksa Dana Syariah belum sempat menjual semua saham selama lebih dari 10 hari kerja dan harganya mengalami kenaikan. Kenaikan harga yang terjadi setelah suatu saham dikeluarkan dari DES selanjutnya juga tidak boleh diakui sebagai pendapatan Reksa Dana Syariah dan harus dicatatkan secara terpisah untuk diamalkan. Tetapi, apa bila penjualan saham dilakukan dalam 10 hari kerja, kenaikan harga saham tersebut dapat diperhitungkan ke dalam NAB (Nilai Aktiva Bersih)

 

  1. Keuntungan dan Dampak Sosial Reksa Dana Syariah

Pada poin ketiga, dijelaskan bahwa terdapat proses pembersihan pendapatan Reksa Dana antara pendapatan yang halal dan tidak halal. Hasil dari pembersihan pendapatan ini nantinya tidak langsung masuk kepada pemilik modal tetapi akan diarahkan pada hal-hal yang bersifat amal. Adanya proses ini menunjukkan bahwa Reksa Dana Syariah tidak hanya mementingkan keuntungan yang sebesar-besarnya, melainkan juga memberikan dampak positif kepada masyarakat.

 

  1. Manajer Investasi Hanya Boleh Berinvestasi di Efek yang Terdaftar di DES

Manajer Investasi hanya boleh berinvestasi pada Efek yang terdaftar dalam DES (Daftar Efek Syariah) yang dikeluarkan oleh OJK 2 (dua) kali dalam setahun. DES merupakan daftar perusahaan yang menjual saham dan obligasinya sesuai dengan prinsip syariah. DES menjadi pedoman Manajer Investasi dalam melakukan pengelolaan Reksa Dana Syariah.

 

  1. Reksa Dana Syariah Memiliki Risiko yang Relatif Lebih Terjaga

Reksa Dana Syariah memiliki risiko yang relatif lebih terjaga karena dana investor hanya boleh diinvestasikan pada perusahaan yang total utangnya lebih kecil daripada aset, yang artinya merupakan salah satu indikator perusahaan yang sehat. Selain itu, adanya keterbatasan bidang usaha perusahaan penerbit instrumen syariah membuat Reksa Dana Syariah hanya bisa berinvestasi pada bidang usaha yang sehat dan dapat diandalkan seperti infrastruktur, komoditas, manufaktur, dan properti.

Tetapi, kedua hal ini bukan berarti bahwa Reksa Dana Syariah bebas risiko. Karena dalam berinvestasi, ada beberapa risiko sistematis yang tidak dapat dihindari.

Baca di sini untuk kenali risiko yang ada pada reksa dana.

 

SUMMARY

NO.KOMPONENREKSA DANA KONVENSIONALREKSA DANA SYARIAH
1.Badan pengawasOtoritas Jasa KeuanganOtoritas Jasa Keuangan dan Dewan Pengawas Syariah
2.PengelolaManajer Investasi konvensionalManajer Investasi Syariah atau Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS)
3.Proses pembersihan pendapatan reksa danaTidak adaAda
4.Keuntungan reksa danaTidak disumbangkan, kecuali produk Reksa Dana filantropi atau disebutkan lain.Keuntungan atau pendapatan Reksa Dana yang tidak halal (seperti pendapatan bunga bank) disumbangkan atas rekomendasi Dewan Pengawas Syariah
5.Perusahaan yang diinvestasikanPerusahaan manapun selama masih sesuai dengan ketentuan dan peraturan OJK.Efek yang terdaftar dalam DES
6.RisikoTerdapat risiko kerugian, apabila MI berinvestasi pada banyak perusahaan yang total utangnya lebih besar daripada aset.Relatif lebih terjaga karena hanya berinvestasi pada perusahaan yang total utangnya lebih kecil daripada aset.

 

Itu dia Moduers, fakta-fakta tentang Reksa Dana Syariah yang harus kamu tahu. Kapan lagi bisa berinvestasi tapi juga sekaligus beramal untuk membantu sesama yang lebih membutuhkan? Dengan berinvestasi di Reksa Dana Syariah, Moduers tidak hanya mendapatkan keuntungan semata tetapi juga menjadi ladang pahala atas amal yang disalurkan.

Kamu tertarik untuk berinvestasi Reksa Dana Syariah? Yuk langsung kunjungi www.moduit.com atau download aplikasi Moduit di Play Store atau App Store sekarang!

Salam Moduit!

 

Share: