Sedia Payung Sebelum Hujan, Sedia Dana Darurat Sebelum Kondisi Darurat

Hi Moduers!

Selama social/ physical distancing, kamu di tim mana nih? Tim pengeluaran lebih kecil atau tim pengeluaran lebih besar? Di tim mana pun kamu, Moduit ingin sekali lagi mengingatkan pentingnya mempersiapkan dana darurat apabila dibutuhkan di waktu mendadak. Mau tahu lebih lanjut mengenai dana darurat? Yuk, kita bahas! 😊

 

Dana Darurat

Sebelum kita bahas lebih lanjut, apakah Moduers sudah familiar dengan arti dana darurat? Sebetulnya apakah dana darurat itu? Secara sederhana, dana darurat merupakan dana yang dipersiapkan untuk digunakan hanya dalam kondisi darurat yang tidak terduga. Dikarenakan kondisi darurat ini bersifat dadakan, maka penting bagi Moduers untuk menyisihkan pendapatan secara rutin dan dialokasikan untuk dana darurat ini. Dan juga penting untuk diingat, dana darurat ini berbeda dengan dana sehari-hari, jadi hanya boleh digunakan pada kondisi yang bersifat darurat.

 

Contoh kondisi darurat ini adalah biaya hidup di saat pendapatan yang mungkin menurun dikarenakan pengurangan jam kerja seperti saat ini, biaya perbaikan rumah apabila terkena musibah banjir atau kebakaran, biaya medis apabila sakit mendadak atau kecelakaan, dan kondisi darurat lainnya.

 

Nominal Dana Darurat

Tidak ada nominal yang pasti untuk menentukan dana darurat yang perlu dipersiapkan masing-masing orang. Nominal nya bervariasi tergantung pada profil masing-masing, termasuk jenis pekerjaan, status pernikahan dan kesehatan Moduers. Ada perencana keuangan yang menganjurkan persiapan dana darurat sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan atau bahkan 6-12 kali pengeluaran bulanan. Namun berapapun nominal yang dipersiapkan, penting untuk memastikan bahwa dana ini likuid yang berarti mudah diakses kapan pun saat situasi darurat yang sering kali tidak dapat diprediksi. Adapun secara persentase, dianjurkan untuk menyisihkan 5%-10% dari pendapatan bulanan dan dialokasikan sebagai dana darurat.

 

Sebagai ilustrasi, apabila gaji Moduers adalah Rp 10 juta per bulan dan pengeluaran kamu adalah Rp 8 juta per bulan, maka kamu dianjurkan untuk menyisihkan Rp 500 ribu – Rp 1 juta (5%-10%) sebagai dana darurat. Sesuai dengan yang dianjurkan oleh perencana keuangan, jumlah dana darurat yang perlu dipersiapkan adalah kisaran Rp 24 juta – Rp 48 juta (3-6 kali) atau Rp 48 juta – Rp 96 juta (6-12 kali) sesuai dengan profil masing-masing individual.

 

Langkah Memulai

Jangan tunda lagi, Moduers! Yuk, mulai sisihkan pendapatan kamu untuk dialokasikan sebagai dana darurat agar hati tenang. Bingung bagaimana mulainya? Ikuti tips sederhana berikut ini!

  1. Catat pengeluaran bulanan kamu. Hal ini bertujuan untuk membantu kamu mengenali pengeluaran mana yang dapat dikurangi supaya dana tersebut dapat dialokasikan untuk dana darurat.
  2. Pisahkan penyimpanan dana darurat dari dana sehari-hari apalagi yang biasanya kamu taruh di dompet elektronik untuk keperluan sehari-hari supaya kamu dapat lebih mudah untuk menahan diri agar tidak menghabiskan dana yang telah dialokasikan untuk dana darurat.
  3. Mulailah perlahan untuk menyisihkan persentase dari pendapatan bulanan kamu. Kenapa sisihkan dan bukan sisakan? Apabila kamu menyisakan, ada kemungkinan pengeluaran kamu berlebih sehingga kamu tidak memiliki dana sisa untuk dana darurat.

 

Yang terpenting untuk berhasil dalam persiapan dana darurat adalah kemauan dan disiplin. Apabila kamu disiplin dan terbiasa untuk menyisihkan pendapatan kamu untuk dana darurat, hal ini akan menjadi kebiasaan dan tidak terasa sulit lagi. Nah, lalu dana darurat ini harus disimpan dimana? Nantikan pembahasannya di artikel berikutnya ya!

 

 

#SalamModuit

Share: