Deposito vs Reksa Dana Pasar Uang: Lebih Untung Mana?

Hai, Moduers!

 

Untuk kamu yang punya investasi jangka pendek atau dana darurat, biasanya diinvestasikan dimana, nih? Deposito atau reksa dana pasar uang?

Apa pun pilihan kamu nggak ada yang benar atau salah ya, Moduers. Semuanya kembali lagi kepada tujuan dan keputusan kamu. Tapi, pastikan kamu sudah tahu plus minus dari instrumen investasi yang kamu pilih seperti topik yang akan dibahas kali ini, “Deposito VS Reksa Dana Pasar Uang: Lebih Untung Mana?”.

 

Yuk, kita bahas satu per satu.

 

  1. Jangka Waktu

Untuk aspek yang pertama, mari kita lihat jangka waktu investasi pada deposito dan pasar uang. Untuk berinvestasi di deposito, Moduers bisa memilih jangka waktu antara 1 sampai 24 bulan untuk mencairkan deposito yang kamu punya. Semakin besar nominal dan semakin lama jangka waktu pencairan, maka kamu bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Tetapi, jika kamu mencairkan depositomu sebelum jatuh tempo, kamu bisa terkena biaya pemotongan nilai pokok dan bunga deposito (biaya penalti). Lain halnya jika Moduers berinvestasi di reksa dana pasar uang, kamu bisa berinvestasi dan mencairkannya setiap hari bursa yaitu, hari Senin sampai Jumat, kecuali hari libur nasional atau dinyatakan sebagai hari libur bursa tanpa dikenakan biaya penalti karena imbal hasil reksa dana dihitung di setiap hari bursa.

 

  1. Kemudahan Dalam Pendaftaran dan Pencairan

Kalau Moduers berinvestasi reksa dana di APERD online (Agen Penjual Reksa Dana online) seperti di Moduit, Moduers bisa mendaftar dengan menggunakan rekening tabungan yang sudah kamu miliki. Selain itu, pembelian dan pencairan nilai investasi bisa kamu lakukan secara online baik melalui aplikasi mau pun melalui web Moduit tanpa dikenakan biaya layanan, kecuali jika menggunakan metode pembayaran tertentu. Tetapi, jika berinvestasi di deposito, saat mendaftar kamu perlu memiliki rekening tabungan yang sama dengan bank bersangkutan. Kamu juga perlu memperhatikan bahwa ada beberapa deposito yang pencairannya harus dilakukan ke bank. Untuk mendaftar dan mencairkan depostio ada biaya materai sebesar Rp 6.000,-.

 

  1. Bunga atau Imbal Hasil

Salah satu kelebihan dari deposito adalah jumlah imbal hasilnya yang tetap, cocok untuk kamu yang tujuannya memperoleh cashflow atau uang tambahan masuk secara rutin. Bunga deposito ini akan ditetapkan di awal untuk periode awal buka deposito. Misalnya bunga deposito ditetapkan 4% setahun, maka selama satu tahun masa investasi deposito, bunga yang berlaku adalah 4%. Jika deposito diperpanjang, maka bunga deposito akan mengikuti acuan suku bunga Bank Indonesia, sedangkan di reksa dana pasar uang, jumlah imbal hasil yang akan kamu terima tidak ditentukan di awal karena imbal hasil dihitung setiap hari bursa. Imbal hasil dari reksa dana pasar uang juga tidak tetap, tetapi jika dilihat dari grafik kinerjanya, reksa dana pasar uang cenderung selalu naik. Selain itu, untuk bisa merasakan imbal hasil dari reksa dana pasar uang, kamu harus menjual terlebih dahulu reksa dana yang kamu punya. Di bawah ini akan ditunjukkan grafik kinerja 3 produk reksa dana pasar uang.*

Grafik kinerja 3 reksa dana pasar uang

 

 

Bagaimana jika imbal hasilnya dibandingkan dengan inflasi?

Nah, ini pertanyaan bagus yang sering ditanyakan. Berdasarkan data dari Bloomberg, rata-rata inflasi tahunan selama 5 tahun terakhir di Indonesia sebesar 3,16% per tahun, sedangkan bunga deposito tertinggi saat ini sebesar 5,63% per tahun sebelum dipotong pajak.** Reksa dana pasar uang sendiri mampu menawarkan potensi imbal hasil sebesar 6.04% per tahun dan bebas pajak.***

Berinvestasi di reksa dana pasar uang bisa dikatakan bebas pajak karena sudah diperhitungkan di dalam unit penyertaan, sedangkan saat artikel ini ditulis, deposito masih dikenakan pajak sebesar 20%.****

 

  1. Nominal yang Harus Diinvestasikan

Untuk berinvestasi di reksa dana pasar uang, Moduers hanya perlu minimal Rp 10.000,- sampai Rp 100.000,- tergantung produk reksa dana yang dipilih. Sedangkan deposito, nominal awal untuk diinvestasikan cukup beragam mulai dari Rp 8.000.000,- tergantung kebijakan masing-masing bank.

 

Perbedaan Deposito dan Reksa Dana Pasar Uang

No.KomponenDepositoReksa Dana Pasar Uang
1.Jangka waktu investasi1-24 bulan.Selama yang kamu butuh.
2.Jangka waktu pencairan investasiMinimal 1 bulan.Minimal 1 hari bursa.
2.Kemudahan Dalam Pendaftaran dan Pencairan

 

  • Pendaftaran dan pencairan memerlukan biaya materai sebesar Rp 6.000,-.
  • Perlu mendaftar atau mencairkan di bank.

 

  • Pendaftaran dan pencairan bebas biaya.
  • Pendaftaran dan pencairan bisa secara online.
3.Imbal hasil
  • Tetap.
  • Maksimal 5.63% per tahun sebelum pajak.**
  • Dikenakan pajak 20% atas imbal hasil.****
  • Tidak tetap dan cenderung naik.
  • Potensi return mencapai 6.04% per tahun.***
  • Bebas pajak.
4.Jumlah investasi awalMulai dari Rp8.000.000Mulai dari Rp 10.000,-

 

Itu dia, Moduers, perbedaan-perbedaan antara deposito dan reksa dana pasar uang. Kalau menurut kamu, lebih untung yang mana nih?

 

Share juga fakta-fakta ini ke teman-teman kamu ya, Moduers! Salam Moduit!

 

*) Disclaimer : seluruh gambar dan penjelasan yang berkaitan dengan produk reksa dana di dalam artikel ini hanya berupa contoh, bukan rekomendasi investasi.

**) Data diambil per 13 Oktober 2020

***) Berdasarkan rata-rata imbal hasil reksa dana pasar uang tertinggi di Moduit 5 tahun terakhir.

****) Berdasarkan PPh Pasal 4 Ayat 2

 

Share: