AWAS! INVESTASI BODONG MERAJALELA, KENALI CIRINYA

Hai, Moduers!

Moduers, belakangan ini ada banyak sekali penawaran investasi bodong yang mengatasnamakan orang-orang terkenal bahkan perusahaan yang bergerak di bidang keuangan seperti Moduit. Sayangnya, masih ada banyak orang yang menjadi korban dari penawaran investasi bodong seperti ini. Jadi, ada baiknya kamu mengenali ciri-ciri investasi bodong berikut, agar kamu tidak menjadi korban selanjutnya.

1. Investasi Bodong Menawarkan Keuntungan/Return yang Tidak Masuk Akal

Moduers, salah satu hal yang patut dicurigai dari sebuah penawaran investasi adalah ketika kamu ditawari keuntungan atau return investasi yang sangat tinggi dalam waktu singkat dan bersifat tetap atau pasti. Karena pada dasarnya, investasi adalah penanaman modal terhadap sebuah bisnis atau usaha yang mana jumlah keuntungannya tidak pasti. Kecuali investasi itu berupa surat utang atau deposito yang memberikan kupon atau bunga secara rutin dengan jumlah yang masih masuk akal. 

Berikut adalah panduan return yang wajar dari masing-masing instrumen investasi:

NO.

Instrumen Investasi

Imbal Hasil (Return) bersih per tahun

1.

Deposito bank

3-4% 

2.

Reksa Dana Pasar Uang

4.8-5%

3.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

8-10%

4.

Reksa Dana Campuran

9-20%

5.

Reksa Dana Saham/Indeks Saham

13-21%

6.

Saham

13-21%

7.

Obligasi Pemerintah

5-6%

8.

P2P Lending

14-20%

9. 

Emas

10-12%

10.

Valuta Asing

13-15%

Sumber: Bloomberg, Investing, Kemenkeu, Kontan, dan sumber lainnya.

Data imbal hasil (return) setiap instrumen investasi dapat berubah-ubah seiring waktu dan kondisi pasar.

2. Bebas atau Minim Risiko

Selain ditawari return yang cepat dan fantastis, investasi bodong juga biasanya mengklaim investasi yang mereka tawarkan minim atau bahkan bebas risiko. Padahal, karakter dasar dari sebuah investasi adalah keuntungan yang besar akan diikuti dengan risiko yang besar juga (high risk, high return). Kalau kamu mau dapat return 20%, maka kamu pun harus siap mengalami kerugian 20%. (Walaupun keuntungan atau kerugian ini masih bersifat floating. Jadi, jika investasi belum dijual atau dicairkan maka keuntungan atau kerugian belum terealisasi.)

3. Mengatasnamakan Public Figure atau Perusahaan Terkenal

Saat menawarkan investasi bodong, seringkali pelaku mencatut nama public figure terkenal atau perusahaan besar untuk mendapatkan kepercayaan dari calon korban. Bahkan, tidak jarang mereka juga mengakui bahwa investasi yang mereka tawarkan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan menunjukkan surat izin palsu. Oleh karena itu, ada baiknya kamu mencari tahu lebih banyak dan bersikap kritis terhadap setiap tawaran investasi yang kamu terima. Kamu juga bisa mengunjungi situs OJK atau Bappebti secara langsung untuk mengetahui apakah investasi yang ditawarkan masuk ke dalam daftar investasi resmi.

4. Minta Bertransaksi di Luar Aplikasi Resmi

Saat ini, ada banyak aplikasi investasi (baik itu investasi Reksa Dana, P2P lending, saham, dll) yang tersedia untuk memudahkan penggunanya untuk berinvestasi. Aplikasi investasi yang baik dan benar harus sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK serta telah mendapat izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo). Jadi, kamu jangan mau untuk diminta bertransaksi di luar aplikasi atau situs resmi perusahaan ya, Moduers!

5. Rekening Tujuan Tidak Resmi

Moduers, kamu perlu waspada ketika kamu diminta untuk mentransfer ke nomor rekening yang tidak sesuai dengan nama perusahaan atau nama public figure yang dicatut. Ketika kamu berinvestasi Reksa Dana di Moduit dan ingin melakukan pembayaran, maka pastikan nama rekening tujuan berawalan kata Reksa Dana. Jadi missal, kamu ingin melakukan pembayaran investasi Reksa Dana Principal Philantrophy Social Impact Bond Fund, maka nama rekening tujuannya adalah Reksa Dana Principal Philantrophy Social Impact Bond Fund.

Lalu, bagaimana supaya tidak terjebak investasi bodong?

1. Mindset: Investasi Bukan Cara Instan untuk Kaya

Jika tujuan investasimu adalah menjadi kaya secara instan, maka ada baiknya kamu membangun pola pikir dan tujuan yang tepat lebih dulu, Moduers. Karena, dari ciri-ciri investasi bodong di atas yang menawarkan keuntungan besar secara instan dan bebas risiko, kita bisa menyadari bahwa target para pelaku investasi bodong adalah orang-orang serakah yang ingin kaya secara instan. 

2. Cari Informasi Sebanyak Mungkin Sebelum Berinvestasi

Cari informasi sebanyak mungkin sebelum berinvestasi, mulai dari:

a. Perusahaannya;

b. Izin usahanya;

c. Orang-orang di balik perusahaan itu;

d. Jenis dan cara kerja investasi yang ditawarkan;

e. Imbal hasil dan risiko investasinya, hingga;

e. Sosial media resmi dan testimoni orang-orang yang sudah pernah berinvestasi di sana.

Untuk investasi di pasar modal seperti Reksa Dana, saham, dan obligasi, pastikan perusahaan sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK, sedangkan perusahaan investasi pada komoditi seperti emas harus memperoleh izin dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).

Orang-orang yang bekerja di pasar modal maupun di pasar komoditi pada umumnya harus memiliki lisensi atau izin khusus untuk menjalankan profesinya. Misalnya, tim ahli dari Manajer Investasi harus telah memperoleh lisensi sebagai WMI (Wakil Manajer Investasi) dari OJK untuk mengelola aset-aset dalam Reksa Dana. 

3. Selalu Bersikap Kritis Terhadap Informasi dan Penawaran yang Diterima

Kemudahan dalam menyebarluaskan dan menerima informasi membuat kita harus lebih berhati-hati dalam mencerna informasi sebelum mengambil keputusan. Jadi, setiap kamu menerima informasi atau tawaran investasi, pastikan kamu sudah mencari tahu kebenarannya lebih dulu dan selalu ingat prinsip 2 L (Legal dan Logis) ya, Moduers! 

Kamu juga bisa melaporkan ke Satgas Waspada Investasi dari OJK jika kamu menemukan investasi bodong melalui [email protected] atau telepon ke 157 (layanan konsumen OJK).

Selamat berinvestasi, Moduers! Salam Moduit!

Share: