Cara Mudah Menghitung Keuntungan Reksa Dana

Hai, Moduers!

Ketika berinvestasi reksa dana, tentunya kamu mengharapkan keuntungan dari investasi tersebut bukan? Tapi, bagaimana caranya kita tahu kalau investasi reksa dana kita untung atau rugi?

Sesuai dengan judul, pada artikel ini akan dibahas bagaimana cara menghitung keuntungan reksa dana dengan mudah. Sehingga, untuk kamu yang masih pemula pun tetap bisa mengikutinya.

Saat berinvestasi reksa dana, kamu akan membeli yang namanya unit penyertaan. Unit penyertaan merupakan satuan kepemilikan reksa dana yang kamu beli dengan “harga bersih reksa dana” atau NAB (Nilai Aktiva Bersih). NAB disebut harga bersih karena NAB merupakan harga reksa dana setelah dikurangi biaya operasional reksa dana seperti biaya administrasi, biaya bank kustodian, dan lain-lain.

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB reksa dana dihitung oleh Bank Kustodian di akhir hari pada setiap hari bursa. Jika kamu melakukan pembelian sebelum batas waktu harian (jam 13.00 WIB), maka transaksimu akan diproses menggunakan NAB hari bursa tersebut. Contohnya, kamu berinvestasi di reksa dana BNP Paribas Rupiah Plus senilai Rp200.000 ketika NABnya sebesar Rp2.000 per unit. Jika pembelian kamu lakukan sebelum jam 13.00 WIB, maka transaksimu menggunakan NAB hari bursa tersebut dan kamu akan memperoleh 100 unit penyertaan.

Dalam berinvestasi reksa dana, keuntungan investasi diperoleh ketika harga NAB per unit saat unit reksa dana dijual lebih tinggi daripada harga NAB per unit saat reksa dana dibeli. Misalnya, pada contoh di atas, kamu memperoleh 100 unit penyertaan reksa dengan harga Rp2.000 per unit.

Lalu, setelah beberapa waktu, kamu menjual kembali 100 unit penyertaan reksa danamu ketika NABnya sebesar Rp2.100 per unit. Dari hasil penjualan (redemption) tersebut kamu akan memperoleh uang sebesar Rp210.000.

Ini artinya, kamu memperoleh keuntungan sebesar Rp10.000 atau 5% dari investasi tersebut.

Selain itu, untuk mengetahui keuntungan atau kerugian investasi reksa dana, kamu juga bisa melihatnya di portofolio investasimu pada bagian potensi laba rugi seperti ini. Potensi laba rugi ini baru terealisasi ketika kamu melakukan penjualan. Jadi ketika kamu melihat potensi kerugian, kamu tidak perlu panik Moduers, karena kerugian itu masih berupa paper loss (kerugian di atas kertas yang belum terealisasi).

Sekarang, kamu sudah mengerti kan, bagaimana nilai keuntungan dan kerugian reksa dana diperoleh? Semoga kamu semakin semangat berinvestasi ya, Moduers!

 

Salam Moduit!

 

 

*) Disclaimer: seluruh gambar dan penjelasan yang berkaitan dengan produk reksa dana di dalam artikel ini hanya berupa contoh, bukan rekomendasi investasi.

 

Share: