Cara Mudah Baca Fund Fact Sheet

Hai, Moduers!

 

Di era digital sekarang, banyak hal yang bisa kita lakukan dengan lebih mudah secara online. Salah satunya berinvestasi reksa dana. Tetapi, tahukah kamu? Dengan segala kemudahannya, kamu juga perlu loh untuk mengenal produk apa yang kamu beli. Salah satu cara mengenalinya adalah dengan membaca fund fact sheet reksa dana.

Fund fact sheet adalah ringkasan laporan produk reksa dana yang diterbitkan oleh manajer investasi yang berisi tentang kinerja reksa dana, jumlah dana kelolaan, dan portofolio.”

Dengan membaca dan memahami fund fact sheet, kamu bisa membandingkan dan memilih reksa dana yang cocok untuk kamu dan tujuan investasimu.

Di bawah ini ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam membaca fund fact sheet yang bisa kamu ikuti. Semoga bisa membantu kamu ya, Moduers!

Contoh fund fact sheet dalam artikel kali ini, diambil dari Manulife Dana Kas II.

Manulife Dana Kas II

 

Berikut 5 poin penting yang harus kamu perhatikan saat membaca fund fact sheet :

1. Tujuan Investasi

Pastikan tujuan investasi produk reksa dana sesuai dengan tujuan investasimu. Misalnya, kamu memiliki tujuan mengumpulkan dana darurat dengan imbal hasil yang lebih tinggi daripada tabungan atau deposito tetapi juga mudah dicairkan (likuid).

Maka, reksa dana pasar uang yang memiliki tujuan mendapatkan pendapatan dengan memperhatikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan memiliki likuiditas yang tinggi (mudah dicairkan) bisa dijadikan pilihan.

 

2. Informasi Biaya Dalam Reksa Dana

Pada bagian informasi biaya, kamu dapat melihat beberapa informasi seperti tanggal peluncuran reksa dana, harga unit, total Nilai Aktiva Bersih, biaya transaksi (pembelian, penjualan, pengalihan) dan biaya manajemen. Biaya manajemen dan kustodian akan dibebankan dalam perhitungan harga NAB (Nilai Aktiva Bersih). Di Di Moduit, kamu sebagai investor tidak perlu membayar biaya pembelian, penjualan, dan biaya pengalihan (biaya transaksi) pada jenis reksa dana apa pun, sesuai prospektus produk.

 

3. Faktor-faktor Risiko Utama dan Profil Risiko

Setiap instrumen investasi tentunya memiliki jenis dan tingkat risiko yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pastikan profil risikomu sesuai dengan profil reksa dana yang kamu pilih ya, Moduers. Tetapi, kalau berbeda pun bukan berarti kamu tidak bisa membeli reksa dana tersebut, hanya saja porsi investasinya perlu disesuaikan.

 

Selanjutnya, yuk kita kenali faktor-faktor risiko yang ada :

  • Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan

Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan ini terjadi apabila ada penurunan harga aset di dalam portofolio reksa dana (saham, obligasi, dan atau pasar uang) yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai investasi reksa dana.

  • Risiko Likuiditas

Arti dari risiko likuiditas ini adalah manajer investasi mengalami kesulitan untuk menyediakan uang tunai saat investor ingin mencairkan investasinya. Menurut peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK), manajer investasi sebagai pengelola portofolio reksa dana memiliki batas waktu membayar uang investor hingga 7 hari kerja (hari Sabtu, Minggu, dan tanggal merah tidak dihitung) setelah investor memberi instruksi penjualan reksa dananya. Ini berarti, investor reksa dana akan menerima pencairan maksimal 7 hari kerja setelah penjualan reksa dana dilakukan.

  • Perubahan Alokasi Efek Dalam Kebijakan Investasi

Setiap instrumen investasi tentu memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Di dalam satu jenis reksa dana terdapat lebih dari satu jenis efek atau aset. Seperti reksa dana pasar uang yang terdiri dari deposito atau Sertifikat Bank Indonesia, dan obligasi yang jatuh tempo di bawah satu tahun. Obligasi yang jatuh temponya di bawah satu tahun dapat dikategorikan sebagai instrumen investasi dengan risiko rendah. Tetapi jika dibandingkan dengan deposito, risiko dari obligasi tentu lebih tinggi. Oleh karena itu, apabila terdapat perubahan alokasi efek pada reksa dana, hal ini dapat mengubah tingkat risiko suatu produk reksa dana.

  • Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik

Moduers, kondisi ekonomi dan politik yang mempengaruhi pasar modal tentunya akan mempengaruhi instrumen investasi yang terdapat di dalam reksa dana. Tetapi, risiko perubahan kondisi ekonomi dan politik ini cenderung rendah untuk reksa dana pasar uang, karena seluruh portofolio reksa dana pasar uang berisi produk pasar uang seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi yang jatuh temponya di bawah satu tahun. Di sisi lain, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap perubahan kondisi ekonomi dan politik karena sebagian besar portofolionya berisi produk pasar modal seperti saham dan obligasi.

  • Risiko Perubahan Peraturan Perpajakan

Saat ini, keuntungan dari reksa dana bukan merupakan objek pajak. Dalam perhitungan NAB, kewajiban perpajakan telah dipenuhi sehingga keuntungan penjualan reksa dana sendiri sudah tidak dikenakan pajak lagi. Apabila suatu saat peraturan perpajakan ini berubah, hal ini bisa jadi akan mempengaruhi imbal hasil yang akan diterima oleh investor.

  • Risiko Perubahan Tingkat Suku Bunga

Perubahan tingkat suku bunga akan mempengaruhi tingkat imbal hasil dari deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dan juga obligasi di dalam portofolio reksa dana. Apabila tingkat suku bunga bank turun, maka imbal hasil dari Sertifikat Bank Indonesia dan obligasi akan jadi lebih menarik (lebih tinggi daripada imbal hasil tabungan bank dan deposito). Begitu pun sebaliknya.

  • Risiko Wanprestasi atau Risiko Gagal Bayar

Risiko ini dapat terjadi jika manajer investasi dan bank kustodian tidak dapat menjual kembali atau menerima pencairan efek investasi yang sudah jatuh tempo.

  • Risiko Pembubaran dan Likuidasi

Sebuah produk reksa dana dapat dibubarkan dan dilikuidasi apabila dana kelolaannya berada di bawah Rp10 miliar selama 120 hari bursa berturut-turut dan jika manajer investasi melakukan pelanggaran atas peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

4. Kinerja Investasi dan Grafik Kinerja Historis

Salah satu poin yang bisa kamu pertimbangkan dan bandingkan saat membeli reksa dana adalah kinerja investasi dan grafik kinerja historisnya. Reksa dana yang bagus, kinerjanya akan konsisten berada di atas tolok ukur atau benchmark. Berbeda dengan reksa dana indeks yang tujuannya menyerupai tolok ukur (benchmark) yang diukur melalui tracking error. Sehingga untuk reksa dana indeks, pilihlah reksa dana dengan tracking error yang kecil.

 

5. Komposisi Utama Portofolio Reksa Dana (Top Holdings)

Last but not least, adalah informasi top holdings reksa dana yang biasanya terdiri dari 5 hingga 10 emiten. Top holdings adalah daftar kepemilikan efek terbesar dalam suatu portofolio reksa dana.

Misalnya, pada daftar 10 kepemilikan efek terbesar dalam portofolio investasi Manulife Dana Kas II terdapat ADMFIJ (obligasi korporasi Adira Dinamika Multi Finance), ASIIIJ (obligasi korporasi Astra International), BEIAIJ (obligasi korporasi Eximbank), dan lain-lain. Maka, itu berarti sebagian besar aset Manulife Dana Kas II diinvestasikan pada 10 emiten tersebut, termasuk obligasi korporasiAdira Dinamika Multi Finance, Astra International, Eximbank, dan lain-lain.

Gimana Moduers? Mudah kan cara baca fund fact sheet reksa dana? Kalau kamu merasa artikel ini membantu dan bermanfaat, share artikel ini ke teman-temanmu juga yah!

Salam Moduit!

 

*) Disclaimer: seluruh gambar dan penjelasan yang berkaitan dengan produk reksa dana di dalam artikel ini hanya berupa contoh, bukan rekomendasi investasi.

 

Share: