Jumlah Penderita Covid-19 Dan Pengangguran Naik, Kok IHSG Juga Naik?

“Jaka Sembung, makin kembung,

Data tak nyambung, bikin bingung”

 

Hi Moduers,

 

Kondisi pasar saham biasanya mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara, yang ditampilkan dalam bentuk data-data ekonomi seperti data pendapatan domestik bruto, inflasi, suku bunga, jumlah uang beredar, dan tingkat pengangguran. Namun ada yang tidak biasa di 2020 ini, Moduers!

 

Pada 13 Juli 2020 indeks saham Amerika Serikat, yaitu S&P 500, telah kembali ke titik awal tahun 2020. Bentuk grafik sahamnya seperti huruf V (grafik dibawah), yang dikenal dengan istilah V-shape recovery.

 

Indeks Saham US S&P500

 

Padahal jika kita melihat situasi di Amerika Serikat, kasus harian Covid-19 malah meningkat secara eksponensial dan tingkat pengangguran juga masih tinggi, jauh dibandingkan masa sebelum pandemi.

 

Kasus Harian di Amerika SerikatAngka Pengangguran di Amerika Serikat

 

Jadi apa penyebab kenaikan bursa saham di Amerika Serikat?

 

Pembukaan kembali ekonomi (new normal) setelah lock down menciptakan euforia di pasar. Selain itu, faktor yang lebih berpengaruh adalah stimulus besar-besaran yang dikeluarkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (the Fed). Hingga saat ini the Fed telah menggelontorkan dana sekitar US$ 3 Triliun ke pasar sehingga uang beredar di Amerika Serikat meningkat tajam. Dengan kondisi suku bunga deposito AS berkisar antara 0-0.25% dan imbal hasil obligasi 10 tahun di Amerika Serikat hanya di kisaran 0.6% tentunya investor akan lebih memilih berinvestasi di pasar saham dengan harapan akan pemulihan ekonomi ke depan.

 

Bagaimana dengan Indonesia?

 

Jumlah penderita positif Covid-19 di Indonesia masih mengalami kenaikan. Selain itu, beberapa perusahaan sudah melakukan PHK kepada karyawannya. Pemerintah berusaha mengendalikan situasi dengan memberikan berbagai stimulus, salah satunya adalah kebijakan Bank Indonesia (BI) menurunkan jumlah Giro Wajib Minimum sebesar 200bps pada bulan April 2020. BI juga telah menurunkan suku bunga acuan ke level menjadi 4,25%. Hal-hal ini menjadi faktor yang menambah likuiditas pasar.

 

Walaupun IHSG belum kembali ke awal 2020 seperti indeks S&P500 di Amerika Serikat, pelonggaran PSBB juga menimbulkan euforia di pasar modal yang menyebabkan IHSG telah naik ke 5.072 pada 14 Juli 2020.

 

Index Saham Indonesia IHSG

 

Apa yang harus dilakukan Moduers sebagai investor reksa dana, terutama atas reksa dana saham? Mempertimbangkan valuasi IHSG dan membandingkan dengan level IHSG di awal tahun 2020, level saat ini adalah level yang sangat menarik untuk berinvestasi pada reksa dana saham karena adanya potensi kenaikan dalam jangka panjang. Namun sebelum melangkah, ingatlah hal-hal basic ini: miliki perencanaan yang baik untuk Investasi yaitu tentukan dulu tujuan dan jangka waktu investasi Moduers. Profil Risiko juga jadi panduan seberapa besar porsi kita sebaiknya berinvestasi di reksa dana saham. Jangan ikut-ikutan membeli reksa dana saham hanya karena FOMO (Fear of Missing Out).

 

Kalau Moduers ingin meningkatkan pengetahuan tentang investasi khususnya reksa dana, Moduers bisa mengakses Link ini :

 

 

#SalamModuit.

Share: