5 Hal Penting dalam Memilih Reksa Dana

 

 

“Untuk memilih reksa dana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan mudah dilakukan sekali pun oleh investor pemula.”

 

Hai, Moduers!

 

Tahukah kamu? Salah satu instrumen investasi yang bisa dijadikan pilihan untuk kamu yang masih pemula adalah reksa dana, karena harganya yang terjangkau dan dikelola oleh pihak profesional, yaitu manajer investasi.

Saat artikel ini ditulis, ada 3.991 produk reksa dana di Indonesia berdasarkan data dari OJK.

Wah, ada banyak sekali ya, Moduers. Tapi, Moduers tenang saja karena aku akan berbagi lima hal penting dalam memilih reksa dana untuk kamu.

Yuk, langsung disimak!

 

  1. Performance Persistence (Persistensi kinerja)

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam memilih reksa dana adalah persistensi kinerja reksa dana yang bisa kamu lihat pada fund fact sheet setiap produk reksa dana. Persistensi kinerja reksa dana ini perlu diperhatikan untuk mengetahui kemampuan reksa dana dalam memberikan imbal hasil di berbagai kondisi pasar dari waktu ke waktu.  Di bawah ini, adalah contoh potongan gambar fund fact sheet reksa dana yang menunjukkan kinerja reksa dana dalam 5 tahun terakhir.

Fund Fact Sheet Bahana Dana Likuid 27 Oktober 2020

Fund Fact Sheet Bahana Dana Likuid 27 Oktober 2020

 

Gambar di atas merupakan potongan fund fact sheet dari reksa dana pasar uang Bahana Dana Likuid (BDL) periode 27 Oktober 2020 . Pada grafik kinerja reksa dana sejak diluncurkan, kinerja reksa dana Bahana Dana Likuid ditunjukkan oleh garis berwarna merah sedangkan tolok ukur (benchmark) ditandai dengan garis berwarna abu-abu. Pada grafik tersebut, dapat dilihat bahwa kinerja reksa dana pasar uang Bahana Dana Likuid berada di atas tolok ukur selama 5 tahun berturut-turut.

Salah satu ciri reksa dana yang bagus adalah kinerjanya yang berada di atas tolok ukur (benchmark) secara terus-menerus dalam berbagai kondisi pasar, kecuali untuk reksa dana indeks yang tujuannya menyerupai tolok ukur. Berikut potongan gambar fund fact sheet yang menunjukkan kinerja reksa dana indeks dari Principal Index IDX30 pada 27 Oktober 2020.

Fund Fact Sheet Principal IDX 30

Fund Fact Sheet Principal IDX 30

Pada grafik kinerja historis, kinerja Principal Index IDX30 (P-IDX30) ditunjukkan dengan warna biru muda, dan tolok ukur (benchmark) ditandai dengan warna biru tua. Di dalam grafik tersebut dapat dilihat bahwa kinerja reksa dana Principal Index IDX30 mampu menyerupai tolok ukur dengan konsisten.

 

  1. Risk Ratio (Rasio risiko)

Rasio risiko ini perlu diketahui untuk mengetahui keefisienan reksa dana dengan membandingkan tingkat risiko dengan imbal hasil. Perbandingan antara tingkat risiko dengan imbal hasil ini dapat dilihat pada Sharpe Ratio. Semakin tinggi Sharpe Ratio berarti semakin optimal dan efisien kinerja sebuah reksa dana. Ada juga yang namanya Standar Deviation (St.Dev) yang merupakan total risiko dari suatu portofolio investasi. Semakin besar Standar Deviation, semakin besar pula risiko reksa dana tersebut.  Sharpe ratio dan Standar Deviation setiap produk reksa dana bisa Moduers lihat pada bagian “Produk” di web atau pun di aplikasi Moduit seperti gambar di bawah ini.

Risk Ratio

 

  1. Invested Asset Under Management atau AUM (Dana kelolaan)

Moduers pernah berbelanja di market place? Kalau diperhatikan, di setiap online shop di market place akan menampilkan jumlah pembeli yang pernah berbelanja di toko tersebut. Semakin banyak orang yang pernah berbelanja di toko itu, terlebih lagi jika banyak yang memberikan bintang lima itu bisa menjadi indikator bahwa online shop yang bersangkutan dapat dipercaya.

 

Begitu pula dengan jumlah dana yang dikelola oleh manajer investasi atau Asset Under Management (AUM). Semakin besar dana kelolaan manajer investasi artinya semakin banyak investor yang percaya dengan manajer investasi tersebut. Akan lebih baik lagi, jika dana kelolaan manajer investasi terus mengalami peningkatan secara konsisten dari waktu ke waktu.

Dalam peraturan OJK Nomor23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, ditetapkan batasan minimal dana kelolaan suatu Reksa Dana sebesar Rp10 miliar dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari bursa.

 

  1. Management Team (Manajer investasi)

Salah satu hal penting lainnya dalam memilih reksa dana adalah mengetahui rekam jejak manajer investasi dengan cara membaca prospektus yang berisi informasi tentang izin dan lisensi yang sudah diperoleh manajer investasi, bank kustodian, dan juga orang-orang yang terlibat di dalam pengelolaan reksa dana.

 

  1. Expense Ratio (Biaya pengelolaan)

Moduers, saat berinvestasi reksa dana, akan ada beberapa biaya seperti biaya administrasi, biaya broker, biaya bank custodian, dan lain-lain. Oleh karena itu, supaya bisa lebih cuan, Moduers bisa memilih reksa dana dengan expense ratio yang lebih kecil dibandingkan dengan expense ratio reksa dana lainnya. Expense ratio ini bisa kamu lihat pada fund fact sheet setiap reksa dana.

 

Itu dia Moduers, 5 hal penting yang bisa kamu jadikan acuan untuk memilih reksa dana. Lima hal penting ini juga menjadi acuan Tim Moduit untuk memfilter reksa dana yang ada di Moduit loh, Moduers.

Proses seleksi ini menggunakan model PRIME. Selain dijadikan acuan saat menyeleksi produk reksa dana di Moduit, Tim Moduit juga terus memantau secara ketat reksa dana dan manajer investasi yang bekerja sama dengan Moduit.

Sehingga, Moduers bisa berinvestasi dengan aman dan nyaman.

 

Kalau kamu merasa artikel ini membantu dan bermanfaat, share artikel ini ke teman-teman kamu dan mulai investasi reksa dana dengan aman di sini.

Sampai jumpa di artikel berikutnya, Moduers! Salam Moduit!

 

Disclaimer: seluruh gambar dan penjelasan yang berkaitan dengan produk reksa dana di dalam artikel ini hanya berupa contoh, bukan rekomendasi investasi.

 

Share: