January Effect di Pasar Modal Indonesia

January Effect adalah fenomena tahunan yang ditandai kenaikan harga-harga saham. Seberapa besar pengaruh January Effect dengan investasi kita?
Apa yang Dimaksud January Effect?
Seperti halnya Santa Claus Rally di bulan Desember, January Effect adalah salah satu fenomena tahunan di pasar modal. January Effect biasanya ditandai dengan saham-saham mid cap dan small cap yang mengalami kenaikan di awal tahun.
Pada tahun 1942, terdapat seorang bankir bernama Sidney B. Watchel yang melakukan penelitian mengenai kinerja saham di bulan Januari.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa saham mid cap dan small cap terus mengungguli saham big cap yang mana kinerja positif tersebut terjadi sebelum pertengahan bulan Januari.
Watchel meneliti lebih lanjut fenomena tersebut, dan menemukan fakta bahwa pola itu sudah ada sejak tahun 1925.
Keterangan:
- Blue Chip atau Big Cap adalah saham dengan market cap (nilai perusahaan) di atas Rp 10T. Contoh saham-saham Blue Chip di Indonesia: Bank BCA, Bank BRI, Bank Mandiri, Telkom, Astra International dan lainnya.
- Middle Cap adalah saham dengan market cap (nilai perusahaan) Rp 1T – Rp 10T. Contoh saham-saham Middle Cap di Indonesia: Blue Bird, Surya Toto Indonesia, Wijaya Karya, Erajaya Swasembada dan lainnya
- Small Cap adalah saham dengan market cap (nilai perusahaan) di bawah Rp 1T. Contoh saham-saham Small Cap di Indonesia: Fortune Indonesia, Prima Alloy Steel Universal dan lainnya.
Kenapa Bisa Terjadi January Effect
Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya January Effect:
- Manajer investasi (MI) membeli kembali saham-saham yang dijual pada akhir tahun.
- Investor ritel membeli saham-saham di awal tahun karena semangat tahun baru dan memanfaatkan bonus akhir tahun.
- Sentimen positif, karena manajemen mengeluarkan berita-berita positif.
Apakah January Effect Selalu Terjadi di Indonesia?
Berikut ini data Seasonality IHSG dan IDX 30 di bulan January selama 10 tahun terakhir. Seasonality adalah kecenderungan kinerja suatu indeks atau saham setiap periode tertentu (misal bulan ke bulan atau tahun ke tahun).

Keterangan:
- IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan adalah indeks yang menggambarkan rata-rata kinerja semua saham di Bursa Efek Indonesia.
- IDX30 adalah 30 saham dengan kapitalisasi terbesar yang ramai diperdagangkan (likuiditas tinggi), memiliki kinerja atau fundamental yang bagus.
Jika dilihat data seasonality 2020 dan 2021, IHSG gagal January Effect.
Pada saat January 2020 belum terjadi COVID di Indonesia. Penyebab utamanya adalah kasus Asuransi Jiwasraya yang menyebabkan investor pada takut.

Pada tahun 2021 juga IHSG belum berhasil ditutup menguat pada akhir Januari karena IHSG sudah memuncak di minggu 2 dan 3. Berikut ini grafik IHSG.

Jika dilihat lebih detail, ternyata dalam sepuluh tahun terakhir di bulan January baik IHSG maupun IDX30 memiliki peluang 70% naik. Tentunya peluang kenaikan 70% ini sangat menarik untuk investor kan?
Kita sebagai investor individu dapat memanfaatkan peluang ini dengan membeli saham mid cap, small cap atau membeli reksa dana.
Kita dapat membeli reksa dana indeks IDX 30 atau juga reksa dana saham yang berisi saham-saham midcap. Contoh reksa dana indeks yang terdapat di Aplikasi Moduit: BNI-AM Indeks IDX30, Principal Index IDX 30 kelas O.
January Effect: Apakah Saat yang Tepat untuk Beli Saham?
Kita dapat menyikapi January Effect dengan strategi pemilihan saham. Tiga strategi pemilihan saham yang paling banyak dijalankan investor individu.
Value Investing
Value investing artinya membeli saham-saham yang harganya terdiskon dari nilai intrinsiknya (nilai aslinya). Saham-saham Value Investing terdapat dalam indeks IDX Value 30.
Growth Investing
Growth investing artinya membeli saham-saham yang mengalami pertumbuhan dengan harga yang wajar. Saham-saham Growth Investing terdapat dalam indeks IDX Growth 30.
Dividend Investing
Dividend investing artinya membeli saham-saham yang rutin membagi dividend dan memiliki kinerja bagus. Saham-saham Dividend Investing terdapat dalam indeks IDX High Dividend 20.
Contoh Strategi Investasi
Berikut ini adalah contoh strategi investasi saham yang dilakukan oleh penulis.
Catatan: tulisan ini sebagai sarana edukasi, bukan saran investasi. Anda dapat menghubungi Wealth Advisor untuk mendapatkan saran investasi.
- Penulis membatasi jumlah saham maksimal 5 dibagi menjadi 2 Big Caps dan 3 Value Stocks.
- Strategi investasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun), penulis mencari saham-saham value investing dengan diskon minimal 30% dan memberikan dividend minimal 6% per tahun.
- Strategi investasi jangka 2 – 3 tahun penulis lebih memilih saham-saham big cap yang harganya sedang terkoreksi.
Cara Membeli Saham
Anda dapat membuka akun di perusahaan sekuritas atau menjadi klien dari Moduit Beyond. Moduit Beyond adalah layanan Wealth Management yang ditangani oleh wealth advisor berpengalaman.
Anda dapat mulai menjadi klien Moduit Beyond, dengan mengisi formulir dan berinvestasi mulai dari Rp 1 M. Sebagai nasabah Moduit Beyond, Anda akan mendapatkan banyak benefit seperti:
- Advisor pribadi
- Produk-produk keuangan yang terkurasi
- Akses pertama untuk produk & servis baru yang diluncurkan
- Laporan harian mengenai pasar
- Call center prioritas
- Akses lounge yang eksklusif
- Hadiah akhir tahun
Anda dapat menjadi klien Moduit Beyond dengan menghubungi kami di formulir ini atau menghubungi wealth advisor Moduit Beyond.
