Inflasi, Mengapa Harga Barang Naik dan Uang Kita Nilainya Turun?

Inflasi atau kenaikan harga-harga barang dapat membuat kita kehilangan daya beli. Apa yang dimaksud dengan inflasi dan bagaimana cara kita melawan inflasi?
Apa yang Dimaksud Inflasi?
Inflasi menurut Investopedia adalah kenaikan harga-harga barang kebutuhan hidup yang menyebabkan penurunan daya beli (purchasing power).
Berikut ini ilustrasi kenaikan harga segelas kopi sebesar 5% setiap tahun dan berapa gelas kopi yang dapat dibeli dengan uang Rp 100.000.

Berdasarkan ilustrasi di atas, kita dapat menyimpulkan ketika terjadi inflasi, uang kita akan turun nilainya. Seberapa besar penurunan uang Rp 100.000.000 dalam 20 tahun jika inflasi 5% per tahun?

Cara baca grafik di atas: Seandainya inflasi 5% (garis bewarana biru), dalam 5 tahun yang akan datang uang Rp 100 juta sekarang akan sama nilainya dengan Rp 78 juta tahun ini. Artinya uang tersebut akan kehilangan hampir seperempat nilainya.
Seandainya inflasi 8% (garis bewarna hitam), dalam 10 tahun yang akan datang uang Rp 100 juta sekarang akan sama nilainya denagn Rp 46 juta tahun ini. Artinya uang tersebut akan kehilangan setengah nilainya.
Inflasi di Indonesia
Berikut ini data inflasi di Indonesia dari tahun 2014 – Feb 2023.

Pada tahun 2014 ke 2016, inflasi Indonesia sempat berada di range 6% - 9% per tahun. Pada tahun 2016 – 2020, Pemerintah Indonesia berhasil menjaga inflasi pada range 2% - 5% per tahun.
Pada tahun 2020 – 2022 inflasi Indonesia turun di bawah 2% dan berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi (bahkan resesi ekonomi).

Pemerintah Indonesia mengendalikan inflasi dengan berbagai cara, seperti kebijakan moneter dari Bank Indonesia. Salah satu cara menjaga keseimbangan inflasi adalah dengan kebijakan suku bunga.

Keterangan gambar: Ketika inflasi meningkat tajam (garis warna hitam putus-putus), Bank Indonesia cenderung akan meningkatkan suku bunga (garis warna biru). Harapannya, orang-orang mulai mengerem belanja dan lebih memilih menabung atau berinvestasi. Ketika inflasi turun (garis warna hitam putus-putus), Bank Indonesia cenderung akan menurunkan suku bunga (garis warna biru). Harapannya agar orang-orang mulai berbelanja.
Selain kebijakan moneter dari Bank Indonesia, pemerintah Indonesia memiliki Tim Pengendalian Inflasi Nasional (TPIN). Tim tersebut dibentuk berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017.
Tim tersebut terdiri dari:
- Tim Pengendalian Inflasi Pusat
- Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi
- Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten/Kota
Pro and Cons Inflasi
Inflasi dan indikator ekonomi makro lainnya, pasti memiliki sisi pro and cons.
Pro dari Inflasi
- Harga-harga barang mengalami peningkatan, misal Anda memiliki tanah yang harganya terus meningkat, barang dagangan Anda mengalami peningkatan dan lainnya.
- Inflasi yang terkendali dapat mendorong orang-orang berbelanja, misal ketika terjadi COVID-19 pemerintah Indonesia memberikan stimulus gratis PPN untuk pembelian rumah. Orang-orang jadi tertarik untuk membeli rumah.
- Inflasi menunjukkan ekonomi bertumbuh.
Cons dari Inflasi
Kita sebagai pembeli harus membayar lebih mahal untuk barang yang sama, misal segelas kopi dulunya 27 ribu, sekarang sudah 35 ribu. Nilai uang kita mengalami penurunan (penurunan daya beli).
3 Penyebab Inflasi
Inflasi dapat disebabkan karena tiga hal yaitu demand-push, cost-push dan built-in. Berikut ini perbedaan ketiganya.
Demand Push Inflation
Demand push inflation kenaikan harga yang disebabkan karena kebutuhan meningkat, sedangkan persediaan stabil sehingga terjadi kelangkaan barang.
Pada saat terjadi COVID-19, banyak orang tiba-tiba mencari masker dan hand sanitizer. Tiba-tiba masker dan hand sanitizer menjadi langka dan harganya menjadi meningkat tajam.
Cost Push Inflation
Cost push inflation kenaikan harga yang disebabkan karena biaya produksi mengalami peningkatan.
Harga pangan mengalami peningkatan tajam, salah satu penyebab karena kenaikan harga pupuk urea sebesar 200% sepanjang tahun 2021.

Built In Inflation
Kenaikan yang terjadi karena dampak ekonomi, seperti kenaikan upah tenaga kerja untuk mempertahankan standar hidup. Kenaikan ongkos tenaga kerja tentunya akan meningkatkan harga jual.
Indeks untuk Mengukur Inflasi
Pemilihan produk investasi menurut CFA Insitute sebaiknya pemilihan produk investasi mempertimbangkan 7 faktor, yaitu:
Consumer Price Index (CPI)
Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) mengukur kenaikan harga barang atau jasa pada periode tertentu. Perhitungan CPI memasukkan variabel:
- bahan bangunan dan tempat tinggal
- makan dan minum
- kesehatan
- pakaian
- hiburan dan rekreasi
- pendidikan dan komunikasi
- pengiriman
Producer Price Index (PPI)
Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) adalah rata-rata perubahan harga yang diterima oleh produsen.
Cara Menghadapi Inflasi
Salah satu cara untuk menghadapi inflasi adalah dengan berinvestasi. Investasi dapat membuat uang Anda bertumbuh dari tahun ke tahun.
Contoh: Inflasi Indonesia 5% per tahun, sedangkan keuntungan investasi 10% per tahun. Maka uang Anda akan bertumbuh sebesar 10% - 5% = 5% per tahun.

Jika Anda ingin berinvestasi, mulailah dengan mempelajari produk investasi atau berkonsultasi dengan ahlinya (wealth advisor).
Memilih Advisor yang Berlisensi
Anda dapat berkonsultasi mengenai investasi melalui wealth advisor Moduit. PT Moduit Digital Indonesia adalah perusahaan penasihat investasi di bawah OJK (Surat Keputusan: KEP-30/D.04/2019).
Moduit Beyond adalah layanan prioritas Wealth management yang ditangani oleh wealth advisor berpengalaman.
Anda dapat mulai menjadi klien Moduit Beyond, dengan mengisi formulir dan berinvestasi mulai dari Rp 1 M. Sebagai nasabah Moduit Beyond, Anda akan mendapatkan banyak benefit seperti:
- Advisor pribadi
- Produk-produk keuangan yang terkurasi
- Akses pertama untuk produk & servis baru yang diluncurkan
- Laporan harian mengenai pasar
- Call center prioritas
- Akses lounge yang eksklusif
- Hadiah akhir tahun
Anda dapat menjadi klien Moduit Beyond dengan menghubungi kami di formulir ini atau menghubungi wealth advisor Moduit Beyond.
